Mata Sembab dan Senyum Pahit Syarwani Usai Kantor Bupati Bulungan Terbakar, Masih Enggan Berkomentar
Junisah May 21, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pasca kebakaran hebat yang melanda Kantor Bupati Bulungan pada Rabu (20/5/2026), Bupati Bulungan Syarwani hingga kini belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media.

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebagian bangunan kantor pemerintahan tersebut tampaknya meninggalkan duka mendalam bagi Syarwani.

Hal itu terlihat saat ia melakukan peninjauan lokasi kebakaran bersama Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala dan didampingi Wakil Bupati Bulungan siang ini, Kamis (21/5/2026).

Berbeda dari biasanya, Syarwani tampak lesu dan lebih banyak diam. Matanya terlihat merah sembab seperti habis menangis usai melihat kondisi kantor yang selama ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan Bulungan.

Baca juga: Pasca Kebakaran ASN yang Bekerja di Kantor Bupati Bulungan WFH, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Saat sejumlah wartawan mencoba meminta tanggapan terkait musibah tersebut, Syarwani memilih tidak memberikan komentar.

Ia hanya mengatupkan kedua tangan sambil tersenyum tipis seolah meminta maaf belum bisa berbicara banyak kepada media.

Tatapannya terlihat kosong ketika berjalan meninggalkan area Kantor Bupati Bulungan menuju kendaraan dinasnya.

Sikap diam Syarwani itu sontak menjadi perhatian para awak media yang berada di lokasi.

Pasalnya, Bupati Bulungan tersebut dikenal cukup dekat dan terbuka kepada wartawan dalam berbagai kesempatan.

Baca juga: Foto-foto Kondisi Kantor Pemkab Bulungan Pascakebakaran, Ruang Kerja Bupati Syarwani Ludes

Meski belum memberikan pernyataan langsung, Syarwani sempat menuliskan pesan menyentuh melalui akun media sosial pribadinya, @74syarwani.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Rabu, 20 Mei 2026 menjadi ujian yang cukup berat bagi kita semua. Musibah kebakaran telah melanda gedung Kantor Bupati Bulungan, tempat di mana kami sehari-hari bekerja dan mengabdi untuk masyarakat,” tulisnya.

Ia mengaku sedih melihat bangunan bersejarah tersebut dilalap api.

Namun demikian, Syarwani meyakini setiap musibah selalu menyimpan hikmah dan pelajaran bagi semua pihak.

Dalam unggahannya, ia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, aparat TNI-Polri, relawan hingga masyarakat yang turut membantu proses pemadaman api.

“Kepada seluruh masyarakat Bulungan, saya memohon doanya. Saya pastikan bahwa musibah ini tidak akan menghentikan roda pemerintahan dan pelayanan publik,” tutupnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.