TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Dua pekerja las yang jatuh ke sungai saat struktur jembatan dermaga Desa Sungai Landak, ambruk, hingga kini belum ditemukan, Kamis (21/5/2026). Peristiwa terjadi di Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Bermula saat kedua korban melakukan pengelasan di atas struktur jembatan dermaga yang masih dalam tahap pembangunan pada Rabu (20/5/2026).
Sekitar pukul 11.15 WIB, seusai pengelasan, rencananya lantai jembatan akan dipasang.
Namun nahas, turunan jembatan tiba-tiba ambruk, hingga kedua pekerja terjatuh ke sungai lalu terseret arus deras.
Warga setempat bernama Syarif menuturkan kondisi turunan jembatan sudah lama terlihat miring dan rawan roboh.
Sebenarnya, renovasi akan dilakukan setelah proses pengelasan selesai. Namun, bangunan terlebih dahulu ambruk sebelum perbaikan dilakukan.
Dia menjelaskan jembatan dermaga tersebut belum difungsikan dan masih dalam tahap pembangunan untuk akses kendaraan menggunakan ponton.
"Belum ada aktivitas mobil atau motor. Jalan ke arah sana juga masih tanah liat, jadi sementara warga menggunakan jembatan lain," ujarnya.
Upaya pencarian terus dilakukan oleh warga bersama tim gabungan SAR Jambi. Hingga Kamis sore, kedua korban belum ditemukan.
"Pencarian masih berlangsung, tapi cukup sulit karena arus sungai deras,” kata Syarif.
Sebelumnya, Basarnas melalui Kantor SAR Jambi menerima laporan kondisi membahayakan manusia pada pukul 13.02 WIB dari Budi Akmaludin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Kuala Tungkal langsung mengerahkan satu Search Rescue Unit dengan enam personel ke lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, mendengar kejadian tersebut, Pos SAR Kuala Tungkal langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap dua korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Proses pendataan identitas korban juga masih berlangsung.
“Kedua korban saat ini masih dalam proses pendataan identitas. Mereka terjatuh ke sungai setelah jembatan dermaga tempat mereka bekerja mendadak ambruk,” ujar Adah Sudarsa.
Adah menjelaskan, berdasarkan laporan awal yang diterima pihaknya, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 WIB.
Saat itu, kedua korban tengah melakukan aktivitas pengelasan pada struktur jembatan dermaga Sungai Limau.
Namun secara tiba-tiba, konstruksi jembatan mengalami kerusakan serius hingga ambruk.
Akibatnya, kedua pekerja terjatuh ke dalam aliran sungai dan langsung terseret arus deras.
Pak Camat: Tertimpa Material
Pelaksana Tugas Camat Senyerang, Budi Akmaludin, mengatakan dua pekerja hanyut setelah turunan jembatan ambruk dan diduga menimpa material yang sedang dikerjakan.
"Begitu mendapat kabar, kami langsung melapor ke tim SAR. Sampai sekarang korban masih dalam pencarian,” ujarnya.
Terkait ambruknya jembatan tersebut, aktivitas warga tidak terganggu karena jembatan dermaga tersebut belum difungsikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Apri, menyebut usia jembatan sekitar dua tahun.
Dia belum merinci penyebab pasti ambruknya turunan jembatan.
Hingga Kamis kemarin, tim gabungan masih menyisir aliran sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus. (Tribun Jambi/Sopianto)
Baca juga: Sulap Limbah Jadi Pakan Ikan, Mahasiswa UNJA Juara 1 National Business Plan Competition 8 di NTB
Baca juga: Warga SAD Geruduk Kantor Bupati Merangin, Minta Keadilan Pengelolaan Keramba Ikan Dam Betuk
Baca juga: Tim SAR Jambi Temukan Jasad Rafa yang Terseret Air Sejauh 2,5 Km dari Lokasi Hanyut