Disdamkar Kukar Tangani 820 Kasus Non-Kebakaran, dari Ular hingga Cari Cincin
Amelia Mutia Rachmah May 21, 2026 08:11 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya berjibaku memadamkan api.

Sepanjang Januari hingga April 2026, petugas justru lebih sering menerima laporan penyelamatan non-kebakaran dengan total mencapai 820 kasus.

Beragam laporan diterima petugas setiap harinya.

Mulai dari evakuasi ular masuk rumah, sarang tawon, mengambil telepon genggam yang jatuh ke sungai, menurunkan kucing yang tersangkut di plafon, hingga permintaan bantuan yang terbilang nyeleneh dari masyarakat.

Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, tingginya laporan non-kebakaran menunjukkan peran petugas pemadam kini semakin luas dan menjadi garda terdepan dalam berbagai kondisi darurat di tengah masyarakat.

“Total ada 820 penyelamatan non-kebakaran yang kita tangani sejak Januari hingga April ini,” ujar Fida, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Tanoto Foundation Gaungkan Seru Tanpa Layar di Kukar, Cegah Anak Kecanduan Gadget

Dari Tangkap Bebek hingga Cari Cincin

Menurutnya, sebagian besar laporan masih berkaitan dengan penyelamatan hewan liar maupun bantuan evakuasi di lingkungan permukiman warga.

Namun di antara ratusan laporan tersebut, ada pula permintaan bantuan yang membuat petugas sempat geleng-geleng kepala.

Salah satunya saat warga meminta bantuan menangkap bebek peliharaan yang lepas.

Tidak hanya itu, petugas juga pernah diminta membantu mencari cincin emas yang hilang, padahal pemiliknya sendiri tidak mengetahui lokasi pasti benda tersebut terjatuh.

“Ada sempat dapat laporan yang lucu, yakni minta bantuan cari cincin hilang tapi nggak tahu jatuh pastinya di mana, sehingga cukup menyulitkan petugas melakukan pencarian karena minim petunjuk,” ungkap Fida.

Baca juga: Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 di Kukar, Dipastikan Bertahan meski Biaya Transportasi Naik

Meski beberapa laporan terdengar tidak biasa, pihaknya tetap berupaya merespons setiap aduan masyarakat yang masuk ke layanan Disdamkar.

Namun petugas tetap melakukan penilaian kondisi sebelum turun langsung ke lapangan.

“Meski begitu kita tetap merespons setiap laporan yang masuk dan melihat kondisi dulu jika hendak menindaklanjuti laporan tersebut,” tambahnya.

Layanan Darurat 24 Jam

Fida menegaskan, Disdamkar Matan Kukar berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama 24 jam penuh, tidak hanya dalam penanganan kebakaran tetapi juga berbagai kondisi penyelamatan lain yang membutuhkan respons cepat.

Menurutnya, saat ini fungsi pemadam kebakaran sudah berkembang menjadi layanan penyelamatan terpadu yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami siap siaga 24 jam. Jadi bukan hanya kebakaran saja yang ditangani, tetapi semua bentuk penyelamatan yang memang membutuhkan bantuan petugas,” tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.