TRIBUNKALTIM.CO - Kepadatan penduduk di Kalimantan Timur pada 2025 menunjukkan perbedaan yang cukup tajam antara kawasan perkotaan dan wilayah pedalaman.
Data proyeksi penduduk terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan konsentrasi penduduk masih terpusat di kota-kota besar, sementara sejumlah kabupaten dengan wilayah luas memiliki tingkat kepadatan yang rendah.
Kepadatan penduduk merupakan indikator demografi yang menggambarkan rata-rata jumlah penduduk yang menempati setiap satu kilometer persegi wilayah.
Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan indikator ini untuk menilai tekanan penduduk terhadap ruang, infrastruktur, dan layanan publik.
Baca juga: Data BPS 2025: Kalimantan Timur Juara Jumlah Mahasiswa Kemenag se-Indonesia
Semakin tinggi angka kepadatan, semakin besar tantangan dalam penyediaan hunian, transportasi, sanitasi, dan fasilitas sosial.
Sebaliknya, wilayah dengan kepadatan rendah umumnya menghadapi tantangan akses dan pemerataan pembangunan.
Berdasarkan data BPS Proyeksi Penduduk Indonesia 2010–2035, berikut urutan kepadatan penduduk kabupaten/kota di Kalimantan Timur tahun 2025, dari yang tertinggi hingga terendah.
Kota Balikpapan menempati posisi teratas sebagai wilayah terpadat di Kalimantan Timur dengan kepadatan mencapai 1.424 jiwa per kilometer persegi.
Tingginya angka ini mencerminkan peran Balikpapan sebagai pusat ekonomi, jasa, dan logistik, sekaligus kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca juga: 10 Provinsi dengan Rata-Rata Lama Sekolah Tertinggi di Indonesia 2025, Ada Kalimantan Timur!
Di posisi kedua, Kota Samarinda mencatat kepadatan 1.208 jiwa per kilometer persegi.
Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan perdagangan yang menarik arus urbanisasi dari wilayah sekitarnya.
Selanjutnya, Kota Bontang berada di urutan ketiga dengan kepadatan 1.186 jiwa per kilometer persegi.
Kota industri ini memiliki luas wilayah relatif kecil, sehingga pertumbuhan penduduk berdampak signifikan terhadap tingkat kepadatan.
Di luar kawasan perkotaan, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat kepadatan tertinggi di antara kabupaten, yakni 127 jiwa per kilometer persegi.
Angka ini berkaitan erat dengan posisinya sebagai bagian dari wilayah IKN yang mengalami peningkatan aktivitas pembangunan dan mobilitas penduduk.
Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kepadatan 32 jiwa per kilometer persegi, mendekati rata-rata provinsi.
Meskipun luas wilayahnya besar, persebaran penduduk masih terkonsentrasi di kecamatan-kecamatan tertentu.
Rata-rata kepadatan Provinsi Kalimantan Timur secara keseluruhan tercatat 34 jiwa per kilometer persegi.
Baca juga: 10 Wilayah dengan Risiko Kejahatan Terendah di Indonesia, Kalimantan Timur Masuk Daftar
Angka ini menunjukkan bahwa secara umum Kalimantan Timur masih tergolong provinsi dengan kepadatan rendah dibandingkan wilayah di Pulau Jawa.
Di bawah rata-rata provinsi, Kabupaten Paser memiliki kepadatan 28 jiwa per kilometer persegi, disusul Kutai Timur dengan 15 jiwa, Kutai Barat 14 jiwa, dan Berau 13 jiwa per kilometer persegi.
Wilayah-wilayah ini memiliki karakter geografis luas dengan dominasi kawasan hutan, perkebunan, dan pertambangan.
Adapun Kabupaten Mahakam Ulu menjadi daerah dengan kepadatan terendah di Kalimantan Timur, yakni hanya 2 jiwa per kilometer persegi.
Kondisi ini dipengaruhi oleh topografi yang berat, aksesibilitas terbatas, serta pola permukiman yang tersebar.
BPS menggunakan kepadatan penduduk sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan wilayah, termasuk penyediaan infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.
Data ini juga penting dalam konteks pembangunan IKN agar pertumbuhan penduduk dapat dikelola secara berkelanjutan.
Baca juga: 5 Daerah Paling Banyak Penduduk Miskinnya di Kalimantan Timur Tahun 2025
Berikut data kepadatan penduduk Kalimantan Timur 2025 dari tertinggi ke terendah:
Kalimantan Timur (rata-rata provinsi): 34 jiwa/km⊃2;;
Sumber data: BPS, Proyeksi Penduduk Indonesia 2010–2035