TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Warga Jalan Nangka, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur berharap kasus peluru nyasar di permukiman mereka dapat terungkap.
Pemilik rumah terdampak peluru nyasar, Hamidah (50) berharap kasus dapat terungkap agar tidak ada lagi insiden peluru nyasar serupa yang terjadi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan.
Pasalnya jauh sebelum rumah Hamidah tertembus peluru nyasar pada Rabu (20/5/2026), kasus serupa sudah berulang kali terjadi di wilayah Kelurahan Kelapa Dua Wetan.
"Harapan saya ya biar cepat diungkap, soalnya saya takutnya kejadian di tempat lain juga kan," kata Hamidah di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).
Sebagai seorang ibu Hamidah mengaku khawatir peluru nyasar sebagaimana yang menembus atap rumahnya dapat melukai sang anak, atau warga kelompok rentan lain di Kelapa Dua Wetan.
Terlebih saat rumahnya tertembus peluru nyasar proyektil peluru yang masih panas tersebut jatuh dari plafon tepat di dekat kaki sang anak, sehingga nyaris mengenai anak Hamidah.
Anak Hamidah yang saat kejadian berada di lokasi sontak kaget, dia seketika melompat ke sofa karena ketakutan melihat proyektil peluru terjatuh dari atap rumahnya.
"Saya takutnya anak saya trauma. Tadinya kan saya pikir rumah itu udah tempat yang paling nyaman. Tapi ternyata enggak bisa kita prediksikan kan, yang namanya musibah kayak begini," ujarnya.
Berdasarkan catatan TribunJakarta.com kasus peluru nyasar di wilayah Kelurahan Kelapa Dua Wetan sudah terjadi sejak tahun 2020 silam, tapi hingga kini tidak ada yang terungkap.
Pada 26 September 2020 lalu, Demin Sitinjak yang merupakan warga RT 09/RW 09 terluka akibat perutnya terserempet peluru ketika korban sedang duduk di teras rumahnya.
Kemudian pada 24 Maret 2021, kader juru pemantau jentik (Jumantik) di RT 09/RW 09 bernama Anah terkena peluru nyasar hingga proyektil peluru bersarang pada bagian kaki korban.
Lalu pada 19 September 2024 dua peluru nyasar kembali mendarat di permukiman warga RT 09/RW 09, satu mengakibatkan pelipis warga saat sedang menjemputnya anaknya pulang dari PAUD.
Sementara satu proyektil peluru lainnya mengakibatkan kaca rumah warga pecah, sehingga bila ditotal setidaknya Sidak ada lima kasus peluru nyasar di wilayah Kelurahan Kelapa Dua Wetan.
Bagi Hamidah terulangnya kasus peluru nyasar ini menimbulkan keresahan, sehingga dia berharap jajaran Polres Metro Jakarta Timur dapat mengungkap insiden agar tak terulang.
"Polisi sudah datang mengecek, tanya kronologi kejadiannya. Sama ambil proyektil peluru jatuh, terus cek bagian atap rumah saya. Karena pas kejadian saya dengar suara (letupan) dari atas," tuturnya.
Baca juga: Dikira Lemparan Batu, Rumah Warga di Cengkareng Ternyata Terkena Peluru Nyasar
Baca juga: "Kaki Nyeret" Derita Bocah Kerap Menangis Setelah Kena Peluru Nyasar di Cengkareng Jakarta Barat
Baca juga: KRONOLOGI Menyedikan Bocah 6 Tahun di Cengkareng Kena Peluru Nyasar, Lagi Tidur Tiba-tiba Menjerit