Aston Villa akan menghadapi Freiburg di final Liga Europa pada Rabu malam saat mereka berupaya meraih trofi besar pertama mereka dalam 30 tahun terakhir.
Tim asuhan Unai Emery itu menatap peluang untuk meraih kejayaan di Liga Europa ketika berhadapan dengan klub Jerman, Freiburg, dalam partai final yang digelar di Istanbul pada Rabu.
Skuad Emery menjadi favorit untuk mengangkat trofi klub paling bergengsi kedua di Eropa itu, setelah memastikan tempat di Liga Champions musim depan berkat kemenangan 4-2 atas Liverpool di Premier League pada Jumat lalu, yang menjamin posisi mereka tidak akan turun lebih rendah dari peringkat kelima di klasemen akhir.
Hasil tersebut berarti Villa akan kembali tampil di kompetisi elit Eropa pada musim 2026/27, terlepas dari hasil laga final nanti. Namun demikian, mereka tetap berhasrat kuat untuk menang dan mengakhiri penantian panjang selama tiga dekade untuk meraih trofi besar.
Manajer Unai Emery memiliki kesempatan untuk memenangkan Liga Europa untuk kelima kalinya, setelah sebelumnya meraih trofi ini tiga kali bersama Sevilla dan sekali bersama Villarreal.
Meskipun Villa pernah menjuarai Piala Eropa pada tahun 1982, mereka belum pernah memenangkan kompetisi ini – dan hasil dari final tersebut bisa berdampak pada beberapa rival mereka di Premier League.
Skuad Emery saat ini berada di posisi keempat Premier League menjelang laga terakhir musim ini pada hari Minggu, unggul tiga poin atas Liverpool tetapi dengan selisih gol yang lebih buruk. Artinya, jika Villa kalah dari Manchester City dan Liverpool menang atas Brentford di kandang, Villa akan finis di posisi kelima.
Kondisi tersebut akan berdampak pada tim-tim di bawahnya, karena jika Villa finis di peringkat kelima di Premier League dan memenangkan Liga Europa, maka tempat kualifikasi Liga Champions mereka akan diteruskan kepada tim yang finis di posisi keenam.
Saat ini posisi keenam ditempati oleh Bournemouth, yang belum pernah tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub. Mereka bisa memastikan posisi tersebut jika menang melawan Manchester City dalam laga tunda malam ini.
Dalam skenario itu, tim yang finis di posisi ketujuh – yaitu Brighton & Hove Albion yang tertinggal dua poin dari Bournemouth – akan lolos ke Liga Europa, sementara klub di posisi kedelapan, yakni Brentford yang juga belum pernah tampil di Eropa, akan mendapatkan tiket ke Liga Konferensi Eropa.
Masih ada kemungkinan lain jika Villa memenangkan Liga Europa dan finis di posisi keempat Premier League. Dalam pembagian slot Eropa, UEFA memprioritaskan posisi akhir di liga domestik serta juara kompetisi Eropa sebelum mempertimbangkan European Performance Spot (EPS), yaitu tambahan satu tempat di Liga Champions yang diberikan kepada Premier League.
Dengan demikian, jika Villa menjuarai Liga Europa dan finis di posisi keempat – atau kalah di final – maka hanya lima besar Premier League yang akan lolos ke Liga Champions, sementara tim peringkat keenam dan ketujuh akan bermain di Liga Europa, dan tim peringkat kedelapan akan mendapat tempat di Liga Konferensi Eropa.
Masih ada beberapa klub di luar zona Eropa yang berpeluang menembusnya pada pekan terakhir musim ini. Mulai dari Sunderland di posisi kesembilan hingga Fulham di peringkat ke-13, semuanya masih memiliki peluang secara matematis untuk finis di delapan besar.
Chelsea yang kini berada di posisi ke-10 akan naik ke peringkat kedelapan jika berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur dalam laga tunda pada Selasa malam, sementara Newcastle United dan Everton – yang masing-masing berada di posisi ke-11 dan ke-12 – masih memiliki peluang tipis untuk finis di posisi kedelapan jika mereka menang di laga terakhir dan hasil lain berjalan sesuai harapan mereka.