Mengintip Persiapan UIB Fest 4, Hadirkan Beragam Lomba dan Puluhan UMKM
Septyan Mulia Rohman May 21, 2026 10:29 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menghadirkan UIB Fest sebagai agenda tahunan mahasiswa yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat.

Festival tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dan bazar UMKM semata.

Tapi juga menjadi wadah pengembangan kreativitas, kepemimpinan, hingga kompetisi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan konsep "Let the Vibe Feel the Beat on the Night", UIB Fest 4 akan diramaikan berbagai perlombaan, penampilan seni, dance modern, cosplay, hingga keterlibatan puluhan pelaku UMKM lokal di Kota Batam.

Kali ini Tribun Batam berkesempatan untuk berbincang langsung dengan dua narasumber yang berperan aktif dalam acara tersebut pada Kamis (21/5/2026)

Podcast yang mengusung tema "UIB Fest#4 : Lebih Dari Sekedar Festival" ini menghadirkan Kepala Biro Pengembangan Kemahasiswaan dan Alum, Putra Sabar Sihombing, S. Kom., M.M dan Ketua Pelaksana UIB Fest#4, Brozi Mafitrul Alhadi.

Berikut wawancara eksklusifnya :

Keterangan:

TB: Tribun Batam

PSS: Putra Sabar Sihombing

BMA: Brozi Mafitrul Alhadi

 

TB: ini merupakan event yang ke-empat UIB Fest dan menjadi event tahunan, Mungkin Pak Sabar boleh dijelaskan seperti apa gambaran event ini?

PSS: Berbicara UIB Fest ini, ini kan udah yang ke-empat kalinya gitu ya. Jadi ini itu adalah event tahunan dari kemahasiswaannya yang ada di Universitas Internasional Batam. 

Isinya bukan hanya tentang kreativitas, ada bazar makanan dan lain sebagainya, tapi kita juga ada perlombaan. 

Perlombaannya juga ada yang offline dan online dan itu kita buatnya se-Indonesia. 

Lalu kami juga kasih fasilitas untuk UMKM yang ada di Batam karena akan ada bazar, bazar makanan dan minuman.

Dan tahun ini kurang lebih 40 UMKM yang sudah bergabung di UIB Fest ke-empat nanti di Juni mendatang.

TB: Even yang keempat ini apakah ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya?

PSS: Sebetulnya kalau saya sendiri sih lebih bangga ke teman-teman mahasiswa.

Karena kan mereka yang bekerja lebih ekstra mungkin mulai dari untuk mencari sponsor, gimana caranya mereka membuat ide kegiatan.

Terus jenis lomba yang mau mereka eh buka di tahun ini, terus siapa saja yang bisa berpartisipasi, gitu ya. 

Mungkin kalau ditanya perbedaan dari UIB Fest 1, 2, 3 dan tahun ini, mungkin sudah banyak perbedaannya. 

Karena tahun ini yang paling baru sih kita punya maskot, gitu ya. 

Kami ada maskot UIB Fest yang sebelumnya kita belum ada. 

Jadi mungkin ini maskot yang akan kita pakai nanti UIB Fest 5, 6, dan seterusnya. 

TB: Sebagai ketua pelaksana, Brozi apa yang tengah dipersiapkan dan peranannya sejauh ini seperti apa?

BMA: Saya sebagai ketua, secara keseluruhan ya saya mengkoordinasikan kepada tim saya supaya kami menyatukan visi misi kami agar di hari H nanti semua yang sudah kami siapkan itu akan berjalan dengan lancar. 

Lalu, selama persiapan, saya juga sebagai pembuat keputusan jika ada beberapa konflik ataupun perbedaan yang biasa terjadi kan di sebuah organisasi.

TB: Tapi ini Brozi gimana kemarin bisa dipilih sebagai Ketua ini kan berat tanggung jawabnya.

BMA: Jadi sebetulnya kalau untuk kepanitiaan memang itu di biro saya gitu ya. 

Bironya Biro Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni. 

Jadi teman-teman ini yang jadi panitia UIB Fest itu merupakan anggota ataupun pengurus dari Unit Kegiatan Mahasiswa ataupun Himpunan Mahasiswa Program Studi. 

PSS: Saya tambahkan jadi seleksinya ada. Jadi Brozi ini terpilih dari calon-calon yang kemarin gugur akhirnya Brozi lah yang kita seleksi dan jadi kita percayakan untuk UIB Fest tahun ini.

Dari kandidat kemarin itu kurang lebih ada tiga yang kita seleksi untuk menjadi ketua UIB Fest. 

Perbedaannya apa? Satu, Brozi ini tahun lalu sudah pernah jadi anggota kepanitiaan di UIB Fest ketiga, gitu.

Jadi harapannya, dibanding yang dua lagi, mereka belum pernah. 

Tapi mereka tetap bergabung kok jadi kepanitiaan, cuman enggak ketua saja posisinya, gitu.

Jadi anggapan saya ya dia lebih tahu lah teknis, terus apa permasalahan UIB Fest ketiga biar kedepannya bisa dengan cepat cari solusinya atau bisa ada pembaharuan untuk UI-B Fest empat, gitu.

TB: Menurut Brozi, apa sih yang membuat UI-B Fest ini berbeda nih dari festival lainnya yang ada di Batam?

BMA: Kalau untuk festival kampus di Batam, saya jujur enggak terlalu ngikut kalau untuk kampus lain. 

Cuma dari saya sendiri, saya mengunggulkan di UIB Fest kita ini kita membuat beberapa lomba yang bisa diikuti berbagai macam minat mahasiswa. 

Seperti E-sport kita ada Mobile Legends, ada Tekken, dan kita juga Magic Chess. 

Kami juga ada lomba online yang misalnya kita enggak bisa datang nih ke event kampus, kita juga bisa ikut lombanya yang lomba online seperti essay, design, dan photography. 

Lalu untuk lomba yang lain seperti yang bakal ditampilin di panggung itu ada cosplay dan kita juga ada dance, band, dan solo pop. 

Dan dari semua lomba itu, kami membuat agar siapapun nih, kita mengajak kawan-kawan kita untuk, 'oke ayo ikut UIB Fest, ini siapapun boleh ikut loh'. 

Dan lombanya kita juga sediain banyak jenis. Kalau enggak minat ini kita masih punya pilihan yang lain

Lalu kayak kita juga menggabungkan event festival ini dengan beberapa UMKM ya seperti disebut Pak Sabar tadi kurang lebih 40 tenan UMKM yang akan bergabung di UIB Fest nanti.

TB: Tapi kalau secara keseluruhan, tim kepanitiaannya berjumlahnya ada berapa banyak nih?

BMA: Kalau untuk kepanitiaan, itu *pure* dari anggota UIB Fest 81 ya, Pak? Ya, orang ya kurang lebih 81 orang. 

Kami akan kolaborasi juga dengan Himpunan Mahasiswa dari Sistem Informasi dan Teknik Teknologi Informasi. 

Di situ kami akan bagi tugas eh dari Himpunan Mahasiswanya akan mengurus lomba untuk Esport 

Acara-nya besar dan banyak PIC dan kita memang bagi tugas kan. 

Setiap divisi punya tanggung jawab dan tugasnya masing-masing.

Ikut-mengikutin event-event kayak gini memang apalagi nyari sponsor semangat, ya buat tim sponsor.

TB: Event UIB Fest ini hadir dengan tema Let the Vibe Feel the Beat on the Night. Kenapa pilih tema ini?

BMA: Oke. Eh itu kan ada tiga kata, Let the Vibe Feel the Beat on the Night. Nah, kita membuat "Let the Vibe" itu, kita merasakan suasana di selama acara itu. 

Jadi ketika orang datang mereka enggak cuman, ya mereka menonton doang, melihat doang, tapi mereka juga bergabung untuk merasakan "vibes" yang ada di dalam itu. 

Lalu kita "Feel the Beat" dan "on the Night". Kita tuh membuat semua orang yang ada di dalam acara itu, eh membawa mereka untuk, oke ini acara punya kita, bukan acara cuman kami sebagai panitia atau acara UIB. 

Jadi ini acara punya kita, event kita, dan kita rasain feelnya itu bersama-sama.

TB: Dengan tema yang sudah disampaikan Brozi tadi. Bagaimana menurut Pak Sabar, makna utama yang ingin disampaikan selaku Biro Pengembangan Kemahasiswaan?

PSS: sebetulnya yang mau disampaikan adalah bahwa teman-teman mahasiswa ini bukan hanya cerdas dalam segi akademik. 

Tapi secara non-akademiknya juga, kita eh memberikan wadah buat mereka bisa belajar kepemimpinan.

Belajar bagaimana mengelola atau membuat event, bagaimana cara melobi sponsor, itu kan semuanya sebetulnya bukan hanya bisa dipelajari kelas.

Tapi ini lebih ke praktisnya mereka, oh ternyata tuh ada nemukan kendala gimana ya cari solusinya, gimana ya kalau ini enggak bisa, sebaiknya kita seperti apa. 

Nah, itu sebetulnya eh tujuan utama dari UIB Fest ini ya memberikan wadah ke mereka untuk mereka bisa berpartisipasi aktif baik sebagai panitia maupun sebagai peserta lomba. 

Makanya ini sudah ke-empat harapannya ya semakin besar, semakin besar. 

Mungkin bisa lebih besar kita bisa undang artis ibu kota mungkin, ya. Next nya ke depan-ke depannya gitu.

Selengkapnya bisa diakses melalui: Youtube: https://www.youtube.com/live/2HBRleEiZjI?si=eLPE61FNpCSB9Kej. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.