Bupati Hamenang Targetkan Sampah TPA Troketon Habis Bertahap
Delta Lidina May 21, 2026 09:38 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo  

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Pemkab Klaten menargetkan pengolahan sampah di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, berjalan optimal tahun ini. Selain menuntaskan persoalan air lindi, pemerintah juga mulai menyiapkan sistem pemrosesan sampah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan proses kerja sama pengolahan sampah saat ini masih berlangsung.

"Lindi Insyaallah clear, tinggal kemudian prosesing sampah, dengan UGM berproses. Insyaallah minggu depan ini clear, tinggal nanti kemudian lelang," katanya usai meninjau TPA Troketon, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, pemenang lelang nantinya akan menjalankan pengolahan sampah di lokasi tersebut.

"Pemenang lelang akan melakukan kegiatan pemprosesan sampah," ujarnya.

Hamenang mengakui penanganan sampah di TPA Troketon berjalan lebih lambat dibanding target awal. Namun, ia ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar berjalan efektif.

SAMPAH DI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung instalasi pengolahan air lindi di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Selasa (19/5/2026).
SAMPAH DI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung instalasi pengolahan air lindi di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Selasa (19/5/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Ya, memang agak lambat, karena kami pengin memastikan sekali pekerjaan jalan. Jangan sampai terjadi seperti di TPA Kabupaten/Kota yang lain, buru-buru akhirnya enggak jalan," paparnya.

Ia berharap penanganan sampah di TPA Troketon nantinya mampu mengurangi timbunan sampah secara bertahap.

Baca juga: Begini Cara TPA Troketon Ubah Air Lindi Hitam Jadi Jernih, Diproses 31 Hari

"Kami ingin sekali bikin program bisa jalan dan nanti benar-benar sampah di Troketon ini lambat laun akan habis," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hamenang juga meminta masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Terutama sampah organik agar tidak seluruhnya dibuang ke TPA.

"Harapan ke masyarakat, meskipun di TPA ini kita sudah berusaha dengan maksimal tapi harus ada gotong-royong," katanya.

Ia menyarankan sampah organik diolah mandiri melalui lubang biopori atau metode lain di lingkungan rumah.

"Sehingga benar-benar sampah yang terbuang ke TPA Troketon ini yang tidak bisa diolah atau residu," ujarnya.

Saat peninjauan berlangsung, alat berat tampak masih merapikan tanggul kolam pengolahan. Sejumlah petugas juga terlihat memantau saluran pipa dan mesin IPAL di area TPA. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.