Begini Cara TPA Troketon Ubah Air Lindi Hitam Jadi Jernih, Diproses 31 Hari
Delta Lidina May 21, 2026 09:38 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo  

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Pengolahan air lindi di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, kini menggunakan teknologi kombinasi biologi dan kimia-fisika. Sistem itu diklaim mampu mengubah air limbah pekat menjadi lebih jernih dan aman bagi lingkungan.

Direktur PT Amaka Gufran, menjelaskan seluruh air lindi mentah terlebih dahulu ditampung di kolam penampungan. Selanjutnya, limbah diberikan perlakuan biologis selama lebih dari tiga pekan.

"Awal itu kita prosesnya dari kolam ini, semua diproses dari kolam ini. Semua kita kasih obat biologi, itu nanti proses aerasi selama 21 hari," katanya saat mendampingi peninjauan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Selasa (19/5/2026).

Setelah proses aerasi selesai, air lindi kemudian diendapkan selama 10 hari untuk menurunkan kadar pencemar.

"Setelah 21 nanti ada pengendapan selama 10 hari. Jadi intinya sudah BOD menurun jauh menurun, semua sudah agak bening encer," ujarnya.

Usai proses biologis, air lindi dialirkan menuju tangki IPAL. Di tahap itu dilakukan proses flokulasi dan sedimentasi menggunakan bahan kimia tertentu.

SAMPAH DI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung instalasi pengolahan air lindi di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Selasa (19/5/2026).
SAMPAH DI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung instalasi pengolahan air lindi di TPA Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Selasa (19/5/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Jadi nanti air yang warnanya sudah agak bening kena PAC dan polimer nanti jadi kayak menggumpal," paparnya.

Gumpalan lumpur kemudian tertahan di dasar tangki, sedangkan air mengalir menuju tangki polishing sebelum akhirnya difilter.

"Keluar hasilnya bening, keluar langsung ke kolam langsung sudah bersih," katanya.

Baca juga: Air Lindi TPA Troketon Klaten Kini Jernih, Bupati Hamenang: Nanti Bisa Buat Kolam Ikan dan Irigasi

Di area pengolahan, terlihat deretan tangki biru berukuran besar yang terhubung dengan jaringan pipa menuju kolam IPAL. Mesin aerator juga tampak terus bekerja menghasilkan semburan air berwarna kecokelatan.

Gufran mengatakan kapasitas pengolahan IPAL saat ini mencapai 65 hingga 75 meter kubik per jam.

Ia memastikan rembesan air lindi yang sebelumnya dikeluhkan warga sekitar kini sudah tertangani.

"Sudah," pungkasnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.