Air Lindi TPA Troketon Klaten Kini Jernih, Bupati Hamenang: Nanti Bisa Buat Kolam Ikan dan Irigasi
Delta Lidina May 21, 2026 09:38 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo  

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Permasalahan pencemaran air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, yang selama ini dikeluhkan warga mulai terurai. 

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memastikan air lindi kini telah memenuhi baku mutu lingkungan setelah diproses melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) baru.

Saat meninjau lokasi, Selasa (19/5/2026) Hamenang melihat langsung perubahan kondisi air lindi yang sebelumnya pekat dan berbau menyengat. Kini, sebagian kolam hasil pengolahan tampak lebih jernih dibanding sebelumnya.

"Hari ini kami ke TPA Troketon kembali ngecek progres yang dulu pernah kita mulai yakni pemrosesan lindi. Lindi itu adalah air hujan yang turun bercampur ke sampah kemudian mengalir. Kalau dulu warnanya pekat (hitam) baunya luar biasa," katanya.

Ia mengatakan air hasil pengolahan tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga telah lolos uji laboratorium.

"Tadi sudah kita lihat airnya sudah bersih. Tidak hanya secara fisik tapi sudah dicek (laboratorium) dan baku mutu limbahnya masuk," ujarnya.

Menurut Hamenang, hasil pengolahan lindi nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari irigasi hingga kolam ikan.

"Sehingga ke depan bisa untuk kolam ikan, kemudian bisa untuk irigasi, bisa untuk tanaman," paparnya.

Di lokasi, terlihat beberapa kolam penampungan lindi dipisahkan berdasarkan tahapan pengolahan. Mesin aerator juga tampak terus berputar mengaduk air limbah berwarna gelap.

Bupati Klaten itu mengatakan proses pembangunan kolam permanen sempat mundur akibat cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir.

"Kemarin memang mundur. Sebenarnya sudah kita siapkan, namun karena musim hujan yang ekstrim sekali sehingga prosesnya agak mundur," katanya.

Ia menargetkan pengerjaan tanggul dan kolam permanen selesai akhir Mei 2026. Setelah itu, Pemkab Klaten berencana menguji kualitas air dengan menebar ikan di kolam hasil olahan.

"Nanti kita buktikan setelah kolamnya jadi kita kasih ikan. Kalau ikan hidup berarti aman," pungkasnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.