Baru Kelas 1 MA, Zogy Sudah Tuntaskan Hafalan 30 Juz di Ponpes Darul Iman Lingga
Septyan Mulia Rohman May 21, 2026 10:07 PM

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Suasana haru menyelimuti Area Panggung Pondok Pesantren Darul Iman di Desa Batu Kacang , Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat acara Hablum Ta’aruf santri kelas 6 aliyah baru-baru ini.

Di tengah deretan santri dan wali murid yang memadati ruangan, seorang remaja berusia 16 tahun berdiri tenang sambil menggenggam erat mushaf Al-Qur’an di tangannya.

Ia adalah Chazaldy Isfhan Nazogy, santri kelas 1 Madrasah Aliyah Darul Iman yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an di usia yang masih sangat muda.

Pencapaian itu sontak menjadi perhatian para tamu yang hadir.

Sebab, di saat sebagian pelajar seusianya masih berjuang menuntaskan hafalan beberapa juz, Zogy, sapaan akrabnya, justru telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an secara penuh bahkan sebelum menamatkan pendidikan pesantrennya.

Momen paling mengharukan terjadi ketika remaja tersebut memasangkan mahkota kepada kedua orang tuanya.

Tangis sang ayah dan ibu pecah seketika.

Mata mereka berkaca-kaca saat berdiri di hadapan putranya yang kini menjadi seorang hafidz Qur’an.

Sejumlah tamu yang menyaksikan prosesi itu pun tak kuasa menahan air mata.

Suasana di bahwa tenda panggung itu berubah hening, hanya terdengar isak tangis bahagia dari keluarga dan para wali santri.

Bagi keluarga, capaian itu bukanlah perjalanan singkat.

Hafalan Al-Qur’an yang kini melekat pada diri Zogy merupakan hasil proses panjang yang telah dimulai sejak usia dini.

Remaja tersebut mengaku mulai dikenalkan dengan Al-Qur’an sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

“Dari saya TK, saya sudah dibimbing oleh orang tua saya untuk belajar Al-Qur’an. Saya juga disuruh untuk menghafal, katanya biar saya menjadi hafidz Qur’an,” ungkap Zogy kepada TribunBatam.id.

Didikan itu perlahan membentuk kebiasaan dalam dirinya.

Sebelum masuk ke Pondok Pesantren Darul Iman, ia bahkan telah memiliki hafalan sebanyak 20 juz.

Di lingkungan pesantren, hafalannya terus bertambah hingga akhirnya berhasil menyelesaikan 30 juz pada Oktober 2025 lalu.

Di balik keberhasilannya, ada rutinitas disiplin yang dijalani setiap hari.

Zogy membiasakan dirinya selalu dekat dengan Al-Qur’an sejak pagi hingga malam hari.

“Dari bangun tidur habis salat subuh itu saya langsung membaca Al-Qur’an sekitar 30 menit. Setelah salat dzuhur saya juga membaca Al-Qur’an, Ashar, Maghrib dan Isya begitu juga. Setiap habis salat saya membaca Al-Qur’an selama 30 menit,” terangnya.

Rutinitas itu dilakukan bukan sekadar menjaga hafalan agar tidak lupa, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar untuk memahami isi kandungan Al-Qur’an lebih dalam.

Ia mengaku masih ingin terus belajar dan memperlancar hafalannya hingga menuntaskan pendidikan di pesantren.

Sebagai anak kedua dari pasangan Carizal dan Rosanti Harahap, Zogy kini menjadi kebanggaan keluarga sekaligus inspirasi bagi para santri lain di Pondok Pesantren Darul Iman.

Di usianya yang masih belia, ia membuktikan bahwa ketekunan, disiplin dan doa orang tua mampu mengantarkan seorang anak meraih cita-cita besar menjadi penjaga Al-Qur’an.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.