Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu menggelar rapat forum kemitraan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma, Kamis pagi (21/5/2026).
Rapat ini membahas penguatan kemitraan dalam pengelolaan fasilitas kesehatan serta peningkatan pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Seluma.
Rapat dihadiri Wakil Bupati Seluma, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, DPRD Seluma, serta OPD dan stakeholder terkait.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafruddin Imam Negara, mengatakan secara umum pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat saat ini sebagian besar ditanggung melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, terdapat juga peserta BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah daerah melalui penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Syafruddin, jika dukungan anggaran dari pemerintah sudah berjalan, maka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan.
“Kalau penganggaran sudah dilakukan, maka pelayanan kepada masyarakat juga harus semakin baik,” kata Syafruddin.
Syafruddin menegaskan, BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah harus berjalan seiring dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai peserta jaminan kesehatan nasional.
Selain peningkatan pelayanan, BPJS Kesehatan juga menilai penting adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait regulasi pelayanan BPJS.
Hal tersebut diperlukan agar masyarakat memahami jenis pelayanan maupun fasilitas kesehatan yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Perlu adanya edukasi kepada masyarakat terkait regulasi BPJS dan fasilitas kesehatan yang bisa dilayani atau ditanggung BPJS,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Seluma H Gustianto mengatakan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Seluma saat ini sudah mencapai sekitar 88 persen masyarakat aktif.
Meski demikian, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan jumlah kepesertaan aktif bagi masyarakat yang belum terdaftar.
“Sekarang sekitar 88 persen masyarakat Seluma sudah menjadi peserta BPJS aktif. Tinggal sekitar 11 persen lagi yang menjadi pekerjaan rumah kita ke depan,” kata Gustianto.
Wabup menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
Karena itu, Pemkab Seluma menyatakan siap berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Menurut Gustianto, dari sisi jumlah kepesertaan, Kabupaten Seluma sebenarnya sudah cukup baik.
Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang maksimal di fasilitas kesehatan.
“Dari segi kuantitas kita sudah memenuhi, sehingga ini harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan. Untuk ini Pemkab Seluma siap berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu,” tegasnya.
Wabup berharap melalui forum kemitraan ini koordinasi antara BPJS Kesehatan dan Pemkab Seluma semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Seluma.