Dua Hari Rumah Tertutup, Warga Rohul Kaget Temukan Amira Tak Bernyawa, Ternyata Dibunuh Ibunya
Eko Setiawan May 21, 2026 10:07 PM

TRIBUNBATAM.id, ROHUL - Suasana duka masih terasa pekat di Dusun Kelampaian, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Hingga Selasa (19/5/2026) malam, warga setempat masih larut dalam pembicaraan tentang kepergian tragis seorang bocah perempuan, Amira Azzahra.

Peristiwa memilukan itu terjadi di kawasan Kebun Delima, tepatnya di rumah sederhana milik pekerja kebun tempat korban tinggal bersama keluarganya.

Deretan rumah papan para pekerja kebun berdiri rapat memanjang. Tak ada yang menyangka, rumah nomor 5 di deretan tersebut menjadi lokasi tragedi yang mengguncang satu kampung.

Malam itu, warga berkumpul menggelar tahlilan hari ketujuh untuk mengenang Amira. Doa-doa dipanjatkan, sementara rasa kehilangan masih begitu terasa di tengah masyarakat.

Mandor kebun, Dadang, mengaku masih teringat jelas suasana mencekam saat warga mendobrak pintu rumah korban pada Rabu (14/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Di dalam rumah itu, warga mendapati sang ibu, Djasmina Raihan Elisa, bersama suaminya Wahyu, korban Amira Azzahra, serta kakak korban.

"Saat pintu rumah itu kami dobrak, itu korban sudah meninggal. Posisi ibunya menduduki anaknya yang jadi korban. Tangan ibunya juga megang rambut korban," kata mandor di kebun tersebut, Dadang pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (19/5/2026).

Pendobrakan dilakukan tetangga sekitar pukul 17.00 wib. Kala itu, penasaran tetangga sudah memuncak atas apa yang sebenarnya terjadi didalam rumah tersebut.

Jendela rumah selalu ditutup. Begitu gorden jendela menutupi jendela. Sehingga warga tidak atau apa yang terjadi didalam tersebut.

"Kalau posisi kakanya itu megang tangan korban. Kalau suaminya duri-duri saja," tambah Candra, tetangga korban.

Aktifitas di rumah itu dalam dua hari belakangan sebelum kejadian memang membuat warga sekitar bertanya-tanya.

Sebab pintu rumah dan jendela terus tertutup.

Menurut pengakuan warga, korban tidak ada terlihat sakit sama sekali.

Bahkan pada pagi hari saat hari naas nyaa yakni Rabu, tetangga masih melihat korban bermain handphone dalam keadaan sehat.

Hanya saja, yang sakit saat itu adalah ibunya. Ia disebut kesurupan.

Kesurupan sang pelaku terjadi pada Selasa (12/5/2026). Saat itulah pintu rumah dan jendela terus tertutup.

"Setiap kali kami tanya itu suaminya selalu bilang, "itu tidak urusan mu. Pergi kau". Selalu seperti itu ngomongnya sama kami," kata Candra yang diamini warga lainnya.

Pada Selasa itu, seorang pekerja kebun tersebut bernama Udin, membantu tersangka.

Katanya, si Udin ini bisa menyembuhkan hal-hal mistis tersebut.

Kecurigaan warga pun sirna kala informasi Udin yang menyebut pelaku Kesurupan dan sedang diobati. 

Sehingga warga bisa memaklumi pintu rumah selalu tertutup.

Warga memang mendengar suara erangan kesakitan. Namun warga yakin itu suara si pelaku.

"Bukan suara korban. Suami pelaku. Karena katanya sedang diobatin kan," ujarnya.

Keesokan harinya, Rabu (13/5/2026), warga semakin curiga. Sebab pintu rumah tetap tertutup. Saat itu Udin tidak berada di dalam rumah pelaku.

"Tapi Udin bilang sedang diobati. Ada orang dijemput suaminya, katanya. Tapi saat kami dobrak itu, ngak ada orang lain. Hanya mereka saja," kata Dadang.

Dadang sempat memberi perintah kepada pekerja lain untuk menghentikan pekerjaan sekitar pukul 10.00 wib. Tujuannya agar warga bisa membantu keluarga tersebut.

Namun omongan Wahyu membuat warga mengurungkan niat membantu keluarga tersebut. Kata-kata, " itu tidak urusan mu. Pergi kau" membuat warga balik kanan.

Namun menjelang pukul 17.00 wib, warga memberanikan diri untuk mendobrak pintu. Saat itulah mereka temukan korban sudah diduduki sang ibu.

"Kami tarik pelaku itu dari korban. Memang sudah," terang Dadang.

Warga juga menyaksikan wajah korban sudah lebam. Diperkirakan habis dipukul.

"Kami juga mengeluarkan rambut dari mulut korban. Entah apa yang terjadi sama korban dibuat pelaku itu," kata Herman Vijay, warga lainnya.

Para tetangga korban pun sedikit menyesal. Sebab terlambat mendobrak pintu. Bila warga lebih cepat mendobrak pintu, korban diperkirakan bisa selamat.

"Sayang kali. Kalau lebih cepat lagi kami dobrak itu, bisa selamat itu korban," keluh warga dengan nada penyesalan.

Diperiksa Kejiwaan

Ibu kandung yang menganiaya anaknya hingga tewas di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, diperiksa kejiwaannya.

Pelaku melakukan pemukulan, menyumpal mulut korban dengan rambut, ikat rambut dan kertas.

Korban sempat berteriak meminta tolong hingga terdengar oleh warga di sekitar tempat tinggalnya. 

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Rohul, AKP Yohanes Tindaon menyebut, pelaku dibawa ke RSUD Rohul untuk diperiksa kejiwaannya.

"Pelaku dibawa ke RSUD Rohul untuk diperiksa kejiwaannya," kata Yohanes saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (18/6/2026).

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Sebab, tindakan yang dilakukan pelaku terhadap anak berusia 11 tahun itu, diluar akal sehat. 

Yohanes menyebut, sebelum dibawa ke rumah sakit, pelaku diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Rohul.

( Tribunpekanbaru.com/ Palti Siahaan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.