SURYA.CO.ID - Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah kembali memicu perbincangan hangat lewat konten terbarunya.
Kali ini, dia mendatangi salah satu situs paling ikonik di Jawa Timur, yakni Keraton Gunung Kawi, untuk membedah praktik ritual dan kepercayaan yang ada di sana.
Dalam video unggahannya, Marcel menelusuri area keraton di tengah suasana kabut tebal dan hujan gerimis.
Ia memperlihatkan berbagai bentuk sesaji (sajen) yang dipersiapkan kuncen maupun pengunjung, mulai dari gelas-gelas kopi, bunga kantil, hingga gula jawa yang sudah mencair.
Momen paling mengejutkan terjadi saat Marcel menemukan sebuah buku tamu yang juga berfungsi sebagai tempat pengunjung menuliskan doa dan keinginan mereka (buku hajat).
Sambil membolak-balik halaman buku tersebut, Marcel menemukan beragam permintaan yang menurutnya tidak masuk akal.
Sebagian besar, tujuannya ingin lunas hutang semua dan ingin kaya raya.
"Ini ada yang nulis hutangnya 250 juta. Hutang itu bukan ditulis Bu, tapi dibayar!" cetus Marcel menyindir salah satu catatan pengunjung.
Tak hanya soal finansial, Marcel juga menemukan keinginan nyeleneh dari pengunjung pria.
"Ada yang hajatnya istrinya dua, mobilnya banyak. Pak, istri dua itu lagu Ahmad Dhani saja nggak sesuai realita, ruwet! Kalau bisa satu saja cukup," tambahnya sembari tertawa.
Baca juga: Rekam Jejak Pesulap Merah yang Soroti Ritual Pesugihan Gunung Kawi di Malang dan Bongkar Buku Tamu
Selain buku hajat, Marcel memperlihatkan tumpukan foto masyarakat umum, anggota partai, pejabat, hingga sosok yang disebut-sebut sebagai artis.
Foto-foto ini sengaja ditinggalkan di area keramat sebagai syarat ritual agar keinginan sang pemilik foto diperhatikan oleh kekuatan gaib di sana.
Marcel juga sempat berbincang dengan juru kunci setempat mengenai Bunga Layon, yakni bunga bekas sesaji yang dikeringkan dan kerap dibawa pulang pengunjung sebagai jimat keberuntungan atau penglaris dagangan.
Marcel sempat menjelaskan bahwa ia tidak bisa mengomentari patung dan sejumlah benda di sana.
"Ini saya ggak tahu, nggak ngerti, nggak berani komentar apapun dari patung-patung ini. Karena ini kepercayaan teman-teman," katanya.
Selain itu, Marcel menghimbau agar umat Islam menghindari hal ini.
“Aduh, agak sensitif ya bahasnya kalau kepercayaan Kejawen ini. Karena kepercayaan Kejawen bukan Islam juga teman-teman. Jadi kalau mendoakan yang non-muslim, apalagi yang sudah meninggal, dalam Islam sebenarnya nggak boleh. Apalagi meminta-minta, mengharap berkah dari yang non-muslim.”
Sebagai penutup, Pesulap Merah memberikan edukasi dari sudut pandang agama Islam. Ia menegaskan bahwa praktik meminta-minta rezeki atau pelunasan hutang di kuburan adalah bentuk kesyirikan.
"Orang yang dikubur saja sudah tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi menolong kita. Kalau minta-minta ke kuburan, itu namanya sinting," tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang ingin berkunjung ke Gunung Kawi agar meluruskan niat untuk belajar sejarah, mengingat tempat tersebut merupakan situs bersejarah yang sudah ada sejak zaman Empu Sindok (abad ke-9).
"Jadilah lebih pintar dari orang pintar, jadilah lebih normal dari paranormal. Ke Gunung Kawi untuk belajar budaya dan sejarah itu bagus, tapi kalau untuk pesugihan, itu salah besar," pungkas Marcel.
Gunung Kawi adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di antara wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Kediri.
Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.551 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berada dekat dengan Gunung Kelud serta Gunung Arjuna.
Berbeda dengan kebanyakan gunung berapi yang populer sebagai jalur pendakian alam yang murni, Gunung Kawi jauh lebih dikenal secara luas sebagai destinasi wisata religi, spiritual, dan budaya.