Pelajar SMKN 2 Kandangan Jurusan ATPH Belajar Smart Farming, Kolaborasi dari Distan PP HSS 
Hari Widodo May 21, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Program jurusan pertanian modern yang konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) di SMKN 2 Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) semakin menunjukkan kualitasnya yang meningkat.

Jurusan pertanian modern ini bentuk komitmen dari visi dan misi Bupati HSS Syafrudin Noor dan Wakil Bupati Suriani, khususnya dalam penguatan sektor pertanian berbasis pendidikan vokasi.

Jurusan ini terus ditingkatkan dan berkembang dengan dukungan kolaborasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) HSS ke sekolah.

Salah satunya praktek smart farming di SMKN 2 Kandangan pada Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura dan jurusan Agribisnis landscape, serta pertamanan di P4S juragan sayur dan buah. 

Kepala Distan PP HSS, Lutfiana mengatakan, beberapa waktu lalu anak jurusan ATPH SMKN 2 Kandangan melaksanakan praktek di P4S Juragan Sayur dan Buah di Kecamatan Telaga Langsat melalui kegiatan smart farming.

“Disana pertanian modern yang mentor sebagai pemateri Yandi selaku petani milenial yang menonjol dan banyak sudah memiliki inovasi, sehingga dapat mendukung pertanian berkelanjutan,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Selama praktek, sebanyak 60 murid dari dua kelas tadi mendapatkan materi smart farming. Banyak hal yang diterima mereka dari UTI penerapan Teknologi loT (Internet of Things) dan penggunaan drone.

Jadi siswa ini antusias karena mereka belajar cara bertani milenial menggunakan berbagai macam teknologi, smartphone yang rata-rata digital otomatis. 

“Banyak manfaat dari fasilitas ini, karena akan menarik bagi anak-anak pelajar untuk terjun ke dunia pertanian. Seperti kemarin pengguna drone yang bisa digunakan untuk pemupukan, tanam, pengendalian hama penyakit juga bisa,” beber Kadis.

Ditambahkan, Norhalidah selaku Guru Kejuruan di SMKN 2 Kandangan, kegiatan praktek  berisi pengenalan pertanian modern berbasis teknologi. Siswa,  tidak hanya belajar menanam secara manual, tapi juga memakai alat dan sistem digital pertanian.

Pengenalan teknologi pertanian modern seperti sensor tanah, alat ukur suhu dan kelembaban dan tanaman secara hidroponik. Siswa juga belajar sistem penyiraman otomatis misalnya irigasi drip atau sprinkler otomatis. 

“Ada pula praktik budidaya tanaman modern seperti hidroponik, greenhouse, smart garden, atau budidaya hortikultura berbasis teknologi. Penggunaan aplikasi atau Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi tanaman secara digita lewat handphone,"terangnya.

Foto bersama pelajar dan guru SMKN 2 bersama Dinas Pertania
SMKN 2- Foto bersama pelajar dan guru SMKN 2 bersama Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan.

Kegiatan dilanjutkan diskusi peluang usaha pertanian modern agar siswa dapat mengenal pertanian sebagai usaha yang maju dan mengikuti perkembangan. 

“Ini bertujuan menambah wawasan siswa tentang pertanian modern. Mengenalkan teknologi digital dalam dunia pertanian.

Melatih keterampilan praktik siswa ATPH, sehingga dapat menyiapkan generasi petani milenial yang kreatif serta inovatif yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian melalui teknologi,” terangnya. (AOL)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.