30 Mahasiswa Teknik Sipil Umuslim Kuliah Rekayasa Hidrologi di BMKG Malikussaleh
Saifullah May 22, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Umuslim mengikuti kuliah lapangan mata kuliah Rekayasa Hidrologi di BMKG Malikussaleh, Aceh Utara, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan ini didampingi oleh dosen pengampu, Dr Cut Azizah.

Tujuannya untuk memperkenalkan mahasiswa secara langsung pada tugas, fungsi, serta praktik kerja BMKG.

Kkhususnya dalam penyediaan data cuaca, iklim, peringatan dini, dan informasi kebencanaan.

Dr Cut Azizah menjelaskan, bahwa kuliah lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Karena mahasiswa perlu memahami hubungan antara teori hidrologi di kelas dengan data lapangan yang digunakan instansi teknis.

Data hujan, cuaca, dan peringatan dini sangat krusial dalam analisis banjir, perencanaan drainase, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Mahasiswa Pendidikan Sejarah USM Kuliah Lapangan ke Benteng Indrapatra & Makam Laksamana Malahayati

Menurutnya, rekayasa hidrologi tidak hanya berkaitan dengan perhitungan debit dan limpasan.

Tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap proses pengamatan cuaca, pencatatan data, dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapat penjelasan mengenai peran BMKG dalam mendukung kesiapsiagaan bencana.

Terutama yang berkaitan dengan curah hujan tinggi, banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem lainnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya Fakultas Teknik Universitas Almuslim untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan lebih aplikatif dalam memahami persoalan hidrologi dan kebencanaan di Aceh.

Baca juga: Hati-hati! Tinggi Gelombang Perairan Sabang Capai 4 Meter, BMKG: Bisa Ancam Pelayaran

BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh sebelumnya telah memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan kuliah lapangan ini, dan kegiatan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan BMKG.

Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu Teknik Sipil.

Khususnya rekayasa hidrologi, sangat erat kaitannya dengan data meteorologi dan klimatologi.

Secara keseluruhan, kuliah lapangan ini bukan hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi teknis dalam mendukung pembangunan serta mitigasi bencana di Aceh.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.