TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah video korban penyekapan tentara Israel viral di media sosial. Para sandera termasuk ada WNI disuruh bersujud.
Para tentara Israel juga mengikat tangan para sandera.
Viral di media sosial aksi Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itmar Ben-Gvir menyandera puluhan aktivis Global Sumud Flotilla.
Dalam video yang dibagikannya di akun X itu, Ben-Gvir memerintahkan tentaranya untuk mengikat tangan para sandera yang terdiri dari aktivis dan jurnalis.
Tak pandang jenis kelamin dan asal negara, Ben-Gvir ngotot meminta semua sandera untuk bersujud.
Kabarnya ada 430 aktivis dan jurnalis yang ditangkap oleh pasukan Israel hingga Selasa (19/5/2026).
Para aktivis dan jurnalis Global Sumud Flotilla yang diamankan itu berasal dari Italia, Indonesia, dan Korea Selatan.
Dalam video yang dibagikan Ben-Gvir, terlihat ada seorang aktivis wanita yang berteriak saat dikepung pasukan Israel.
Ia meneriakkan kemerdekaan untuk Palestina.
"Free free Palestine!" teriak aktivis wanita.
Melihat aktivis tersebut, Ben-Gvir naik pitam.
Ia langsung memerintahkan pasukan Israel mengikat tangannya dan memaksanya berlutut.
"Diam, diam, diam!" ujar Ben-Gvir.
Setelah semua aktivis dan jurnalis bersujud, Ben-Gvir membentangkan bendera Israel seraya mengibarkannya.
"Selamat datang di Israel. Kamilah pemilik tanah ini," pungkas Ben-Gvir di hadapan ratusan sandera.
Baca juga: AKBP Basuki Divonis 6 Tahun Penjara Atas Kematian Kekasih Gelapnya Dosen Levi
Baca juga: AWAL Mula Calon Pengantin Usia 19 Tahun Menghilang Sebelum Akad, Mempelai Pria 14 Tahun Lebih Tua
Sembari mengoceh di depan para sandera, Ben-Gvir mengurai pernyataan.
"Orang-orang di Israel hidup. Tujuannya di sini adalah untuk memastikan tidak ada orang yang terlibat dalam proses ini. Jangan terpengaruh oleh teriakan mereka, jangan terpengaruh," kata Ben-Gvir.
Lebih lanjut, Ben-Gvir pun meledek para aktivis dan jurnalis yang ia tangkap.
Katanya, para sandera itu bertingkah seperti pahlawan.
"Mereka datang dengan penuh kebanggaan, seperti pahlawan besar, lihatlah penampilan mereka sekarang, lihat saja. Lihatlah penampilan mereka sekarang. Bukan pahlawan atau apa pun, hanya pendukung terorisme," imbuh Ben-Gvir.
Baca juga: Geger Menteri Israel Paksa Aktivis Bersujud dengan Tangan Terikat, Terkuak Petunjuk Keberadaan 9 WNI
"Saya katakan kepada Perdana Menteri Netanyahu, serahkan mereka kepada saya untuk waktu yang jauh lebih lama. Serahkan mereka kepada kami di penjara teroris, begitulah seharusnya," sambungnya.
Dalam video tersebut, Chiki Fawzi menduga ada dua WNI.
Pertama dalam tayangan ketika sandera disuruh bersujud.
Chiki menduga salah satunya adanya Hendro Prasetyo relawan SMART 71.
Dalam tayangan video rekaman CCTV saat penangkapan, Hendro menganakan baju seperti hijau atau biru.
Lalu di video tawanan sujud, ada yang memakai baju warna persis seperti yang dipakai Hendro.
"Hendro @hendrroprstys ini kyk little brother ogut. Yg suka aku ajak dan minta tolong untuk nemenin ke pelabuhan lah, ngelukis beli cat siapin logistik kapal dll dll dll. Anceman (becanda)nya: “Nanti gw post foto tidur lo di bis loh Hendd”. Yhaa pdhal udah kukirim ke @sarahmotiva juga. Adik baikku," tulis Chiki.
Selain Hendro, Chiki menduga dalam video tersebut juga terdapat Asad Aras Muhammad relawan Spirit of Aqso.
"Memantau Hendro berarti juga memantai Asad, teman yang juga berjuang bersama dari tahun lalu di Tunisia," tulis Chiki.
Asad diduga merupakan sosok yang sujud di samping Hendro.
Lalu Chiki mendapat kiriman dari istri Heru.
"Ini kemungkinan mas Heru kata istrinya. Kita doakan semoha keluarga diberi kekuatan selalu," tulis Chiki.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons terkait beredarnya video Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang mengolok-olok aktivis Global Sumud Flotilla (GSF).
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, pihaknya tengah mendalami keaslian video yang beredar.
"Kalau terkait video-video itu, kami masih belum memastikan video itu benar atau tidak. Namun demikian, kita akan terus mencari tahu kebenaran dari video-video tersebut," kata Heni.
Hani mengatakan komunikasi langsung dengan para relawan masih terhambat pasca-penangkapan oleh militer Israel.
Namun berdasarkan kontak terakhir dengan sekretariat kelompok terkait, para WNI dilaporkan dalam kondisi baik.
"Namun pagi tadi kami masih berjumpa dengan sekretariat dari GPCI kita, dan terakhir mereka berkomunikasi itu di tanggal 19 Mei lalu dan semua masih dalam keadaan baik," ungkapnya.
Ia menjelaskan sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut telah dibawa oleh militer Israel menuju Pelabuhan Ashdod setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional.
"Kemungkinan nanti kalau selesai ini akan dibawa ke detensi imigrasi," ujarnya.
Kemlu RI menegaskan saat ini pihaknya terus mengerahkan seluruh perwakilan diplomatik di kawasan serta mengupayakan jalur diplomasi melalui pihak ketiga untuk membuka akses komunikasi dengan Israel.
"Kemlu masih terus melakukan verifikasi mengenai posisi, kondisi, dan akses komunikasi terhadap para WNI. Dan tentunya hingga saat ini, sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Bu Jubir, semua kanal komunikasi kita maksimalkan untuk lebih memastikan keberadaan para WNI kita," tegasnya.
(*/tribun-medan.com)