Kronologi Seram Rafa Al Fahri Alami Patah Tulang dan Luka Lebam Dikeroyok OTK di Pontianak Timur
Faiz Iqbal Maulid May 22, 2026 03:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Nasib malang dialami remaja 15 tahun asal Kota Pontianak bernama Rafa Al Fahri.

Ia menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tepian Sungai Kapuas, Jalan Tanjung Raya 1, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak pada Senin 18 Mei 2026 malam.

Bagaimana kronologi peristiwa ini?

Kronologi Rafa Dikeroyok

Ayah korban, M Fadli (39), mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat anaknya sedang berjalan bersama temannya di kawasan tersebut.

“Saat itu korban sedang berjalan dengan temannya, kemudian dihampiri oleh kelompok OTK. Mereka mendekati korban dan hendak meminjam handphone korban,” kata Fadli, pada Kamis 21 Mei 2026.

Namun, lanjut Fadli, anaknya menolak memberikan handphone tersebut karena merasa curiga terhadap kelompok tersebut.

“Karena ditolak, anak saya langsung dikeroyok. Akibat mempertahankan barang berharganya, korban dihajar habis-habisan hingga menderita patah tulang,” ujarnya.

• Tolak HP Dirampas, Remaja 15 Tahun di Pontianak Babak Belur hingga Tangan Patah

Menurutnya, para pelaku diduga mencoba merampas telepon genggam korban dengan modus meminjam HP.

Saat korban menolak, para pelaku langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dan rekannya.

Rafa Patah Tulang

Lebih lanjut Fadli menjelaskan, akibat kejadian itu Rafa mengalami patah tulang pada tangan kanan, luka hantaman dan lebam di bagian pipi kanan, serta rasa sakit di bagian kepala belakang dan punggung akibat penganiayaan.

“Temannya Deza juga mengalami luka memar,” tuturnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Satreskrim Polresta Pontianak dengan nomor laporan STPP/393/V/2026/Satreskrim.

“Laporan sudah kami buat malam itu juga, kami berharap pelakunya segera ditangkap,” pungkasnya.

• Pontianak Jadi Pusat Pertemuan APEKSI, Siapkan Suguhan Budaya hingga Kuliner

Tips Aman Menghindari Risiko Pengeroyokan OTK

Berikut TribunPontianak.co.id rangkum tips menghindari risiko kejahatan jalanan hingga pengeroyokan oleh OTK:

1. Pilih jalur ramai

Hindari jalan sepi atau gelap.

Usahakan selalu berjalan di area dengan banyak orang, seperti pusat keramaian, minimarket, atau pos keamanan.

2. Waspada tanda diikuti

Jika merasa diikuti, coba menyeberang jalan atau mengubah arah.

Bila orang tersebut tetap mengikuti, segera masuk ke tempat aman.

3. Segera cari tempat aman

Masuk ke warung, toko, atau pos satpam. Jangan berhenti di area sepi.

4. Gunakan ponsel secara strategis

Berpura-pura menelepon atau benar-benar menghubungi keluarga/teman. Bisa juga kirim lokasi real-time agar orang terdekat tahu posisi Anda.

5. Tetap tenang dan jangan panik

Panik bisa membuat Anda salah langkah. Tarik napas, fokus mencari jalan keluar, dan jangan terpancing provokasi.

6. Segera hubungi pihak berwenang 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.