Dari F-15 hingga Drone MQ-9 Reaper, Ini Daftar Kerugian 42 Armada Udara AS Selama Perang Iran
Wahyu Gilang Putranto May 22, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pihaknya sedang meninjau tanggapan terbaru AS terhadap kerangka kerja gencatan senjata yang diusulkan setelah beberapa putaran pertukaran pesan yang dimediasi Pakistan, mengutip Al Jazeera.

Sebelumnya, pada Rabu (20/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan kedua negara berada di “ambang batas” antara tercapainya kesepakatan atau dimulainya serangan baru.

“Percayalah, ini tepat di ambang batas,” kata Trump kepada wartawan.

“Jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berubah dengan sangat cepat. Kita semua siap untuk memulai.”

Di tengah situasi tersebut, Trump berulang kali menyatakan bahwa militer AS telah menyebabkan kerusakan besar terhadap Iran.

Ia mengklaim Iran kehilangan banyak peluncur rudal dan lebih dari 90 persen armada lautnya telah dihancurkan.

Namun, Trump tidak banyak membahas kerugian yang dialami pasukan Amerika sendiri.

Kini, laporan yang diterbitkan Congressional Research Service (CRS) mengungkap bahwa AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat militer selama operasi melawan Iran.

CRS adalah lembaga riset nonpartisan di bawah Library of Congress yang menyediakan analisis kebijakan dan hukum untuk anggota Kongres AS.

Laporan CRS menguraikan kerugian atau kerusakan pesawat-pesawat AS selama operasi militer tersebut.

Dokumen yang diterbitkan pada 13 Mei itu disusun berdasarkan laporan media serta pernyataan Departemen Perang AS dan militer AS.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa jumlah kerugian masih dapat berubah karena faktor klasifikasi, operasi tempur yang masih berlangsung, dan proses atribusi.

Dokumen itu menyebutkan militer AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat sayap tetap maupun helikopter, termasuk pesawat tanpa awak.

Baca juga: Drama Penyelamatan Pilot F-15E Strike Eagle hingga Kerugian Pasukan Elite AS Usai Bertempur Sengit

Berikut Daftar Kehilangan dan Kerusakan Pesawat Selama Perang Iran

  • 4 Pesawat Tempur F-15E Strike Eagle

Pada 2 Maret 2026, CENTCOM melaporkan tiga F-15E ditembak jatuh dan hancur akibat tembakan salah sasaran di atas Kuwait.

Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dan diselamatkan.

Kemudian, pada 5 April 2026, CENTCOM melaporkan satu F-15E lainnya ditembak jatuh saat operasi tempur di atas Iran.

Kedua awak pesawat berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan terpisah.

  • 1 Pesawat Tempur F-35A Lightning II

Laporan media pada 19 Maret 2026 menyebut tembakan dari darat Iran merusak satu F-35A saat operasi tempur di atas Iran.

  • 1 Pesawat Serang Darat A-10 Thunderbolt II

Dalam konferensi pers pada 6 April 2026, Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa pada 3 April, satu A-10 terkena tembakan musuh lalu jatuh dan hancur saat operasi pencarian dan penyelamatan.

Pilot berhasil melontarkan diri dan diselamatkan.

  • 7 Pesawat Pengisian Bahan Bakar Udara KC-135 Stratotanker
PESAWAT MILITER AS - Foto yang dirilis CENTCOM pada 18 Februari 2026, menampilkan para teknisi melakukan pemeriksaan pencegahan pada roda pendaratan pesawat KC-135 Stratotanker di sebuah pangkalan di Timur Tengah. Pemeriksaan rutin ini membantu mendeteksi masalah sejak dini dan menjaga armada pengisian bahan bakar tetap siap terbang.
PESAWAT MILITER AS - Foto yang dirilis CENTCOM pada 18 Februari 2026, menampilkan para teknisi melakukan pemeriksaan pencegahan pada roda pendaratan pesawat KC-135 Stratotanker di sebuah pangkalan di Timur Tengah. Pemeriksaan rutin ini membantu mendeteksi masalah sejak dini dan menjaga armada pengisian bahan bakar tetap siap terbang. (CENTCOM)

Pada 12 Maret 2026, CENTCOM melaporkan 2 unit KC-135 terlibat insiden di wilayah udara sekutu. 

Satu pesawat jatuh di Irak dan menewaskan enam awak.

Pesawat lainnya melakukan pendaratan darurat di lokasi rahasia wilayah penempatan pasukan AS.

Selain itu, laporan media pada 14 Maret 2026 menyebut 5 unit KC-135 lainnya rusak saat berada di darat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, akibat serangan rudal dan drone Iran.

  • 1 Pesawat AWACS E-3 Sentry

Laporan media pada 28 Maret 2026 menyebut satu pesawat sistem peringatan dini dan kendali udara (AWACS) E-3 Sentry terkena serangan saat berada di darat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.

Laporan lain pada 7 Mei 2026 menyebut pesawat tersebut diparkir di jalur taksi yang tidak terlindungi.

  • 2 Pesawat Operasi Khusus MC-130J Commando II

Laporan media pada 5 April 2026 menyebut dua MC-130J yang mendukung operasi penyelamatan F-15E sengaja dihancurkan di darat di Iran karena tidak dapat lepas landas. Seluruh awak berhasil dievakuasi dengan selamat.

  • 1 Helikopter HH-60W Jolly Green II

Pada 6 April 2026, Jenderal Caine mengatakan satu helikopter pencarian dan penyelamatan tempur HH-60W mengalami kerusakan akibat tembakan senjata ringan saat mendukung operasi penyelamatan F-15E di Iran.

Baca juga: Elang Hitam, Drone MALE Pertama Buatan Indonesia: Bisa Terbang 24 Jam Non-Stop, Setara MQ-9 Reaper

  • 24 Drone MQ-9 Reaper

Laporan media pada 9 April 2026 menyebut militer AS telah kehilangan 24 drone MQ-9 Reaper sejak dimulainya operasi militer melawan Iran.

  • 1 Drone MQ-4C Triton

Laporan media pada 14 April 2026 yang mengutip dokumen Angkatan Laut AS menyebut satu drone MQ-4C Triton jatuh akibat kecelakaan.

Biaya Kerugian yang Diderita AS

Laporan CRS belum mencantumkan nilai kerugian finansial dari pesawat-pesawat tersebut.

Namun, seperti dilansir First Post, sejumlah ahli memperkirakan total kerugian mendekati 7 miliar dolar AS (sekitar Rp124,0 triliun).

Karena F-15E sudah tidak diproduksi lagi, penggantinya adalah F-15EX dengan estimasi biaya sekitar 125 juta dolar AS per unit dalam rencana Angkatan Udara FY27.

Dengan demikian, penggantian empat F-15E diperkirakan menelan biaya sekitar 500 juta dolar AS.

Menurut AerospaceGlobalNews.com, penggantian satu F-35A diperkirakan mencapai 195 juta dolar AS.

Sementara itu, tujuh KC-135 yang hilang harus diganti dengan KC-46A yang memiliki biaya sekitar 260 juta dolar AS per unit.

29 Miliar Dolar AS dan Terus Bertambah

Skala sebenarnya dari kerugian dan biaya perang belum diumumkan secara rinci oleh Departemen Pertahanan AS.

Namun, pada 13 Mei, seorang pejabat anggaran senior Pentagon mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa perang melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026, telah menelan biaya sekitar 29 miliar dolar AS (Rp514,9 triliun) sejauh ini.

Jumlah tersebut melampaui proyeksi anggaran awal Pentagon sebesar 25 miliar dolar AS yang sebelumnya diajukan kepada Kongres AS.

Pengawas keuangan Pentagon, Jules Hurst, mengatakan lonjakan biaya terjadi akibat kebutuhan perbaikan dan penggantian peralatan serta meningkatnya biaya operasional umum.

Namun, sejumlah ahli menilai angka tersebut masih dapat meningkat drastis.

Pakar penganggaran Linda Bilmes dari Harvard Kennedy School memperkirakan total biaya perang melawan Iran dapat mencapai 1 triliun dolar AS.

Ia mencatat sekitar 2 miliar dolar AS dihabiskan setiap hari untuk kebutuhan jangka pendek dan biaya awal perang.

Sementara itu, anggota DPR AS Ro Khanna pada April lalu mengatakan perang tersebut dapat merugikan ekonomi AS hingga 631 miliar dolar AS atau sekitar 5.000 dolar AS per rumah tangga jika memperhitungkan kenaikan harga bensin dan pangan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.