Nasib WNI yang Ditahan Israel, Sempat Alami Kekerasan Dipukul hingga Disetrum 4 Hari, Kini Bebas
Listusista Anggeng Rasmi May 22, 2026 08:44 AM

Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akhirnya tiba dengan selamat di Turkiye setelah sebelumnya menjalani penahanan oleh aparat Israel.

Meski telah dinyatakan dalam kondisi sehat, para WNI tersebut disebut mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik selama beberapa hari berada dalam tahanan.

Informasi itu disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, melalui video yang dibagikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di akun Instagram resminya.

“Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik,” kata Darianto Harsono, Jumat (22/5/2026).

Kedatangan sembilan WNI itu di Istanbul menjadi kabar melegakan bagi keluarga dan masyarakat Indonesia yang sebelumnya cemas menantikan kondisi mereka.

Para relawan kemanusiaan tersebut diketahui sempat ditahan setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat aparat Israel dalam perjalanan misi bantuan menuju Gaza, Palestina.

Selama menjalani masa penahanan, mereka disebut mengalami perlakuan kasar yang cukup mengkhawatirkan.

Darianto mengungkapkan bahwa bentuk kekerasan yang dialami para WNI tidak hanya berupa pemukulan, tetapi juga tindakan fisik lain yang dianggap melampaui batas kemanusiaan.

“Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,” kata Darianto.

DICULIK ISRAEL - 9 WNI yang sempat ditahan Israel, kini berada di Istanbul Turkiye, Kamis (21/5/2026) waktu setempat.
DICULIK ISRAEL - 9 WNI yang sempat ditahan Israel, kini berada di Istanbul Turkiye, Kamis (21/5/2026) waktu setempat. ((Ist)/Akun Instagram Menlu RI Sugiono)

Pengakuan tersebut langsung memicu perhatian luas publik karena memperlihatkan kondisi berat yang dialami para relawan selama berada di bawah pengawasan aparat Israel.

Dalam video yang beredar, sembilan WNI itu tampak mengenakan kefiyeh melingkar di pundak sambil berdiri menghadap kamera dengan latar bendera Turkiye di belakang mereka.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya kini terus melakukan pendampingan terhadap para WNI sebelum proses pemulangan mereka ke Tanah Air dilakukan.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi relawan kemanusiaan internasional dalam menjalankan misi solidaritas untuk masyarakat Palestina di tengah konflik yang masih terus memanas.

Sembilan WNI yang sempat ditahan Israel

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa vidio pernyataan mereka ditangkap. Sembilan WNI tersebut yakni:

- Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef

- Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk

- Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

- Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk

- Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize

- Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro

- Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro

- Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1

- Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.