Kisah 9 WNI Dipaksa Bersujud hingga Disetrum Militer Israel, Kini Dibebaskan, Menlu Kawal Kepulangan
Weni Wahyuny May 22, 2026 09:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM- Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan kejam militer Israel terhadap sembilan Warga Negara Indonesia (WNI). 

Sembilan WNI tersebut ditangkap secara paksa saat kapal kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla (GSF) 2.0, yang membawa bantuan logistik untuk warga Gaza, dicegat militer Israel di perairan internasional.

Misi kemanusiaan mengantarkan bantuan logistik untuk warga Gaza yang dirundung konflik berubah menjadi mimpi buruk yang traumatis bagi sembilan Warga Negara Indonesia.

Baca juga: 9 Relawan WNI yang Ditangkap Militer Israel Akhirnya Bebas, Menlu Sugiono Ungkap Peran Krusial Turki

EVAKUASI WNI — Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis nasional, sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan internasional lepas pantai Siprus. Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI kini telah dibebaskan dan sedang dievakuasi menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke tanah air.
EVAKUASI WNI — Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis nasional, sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan internasional lepas pantai Siprus. Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI kini telah dibebaskan dan sedang dievakuasi menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke tanah air. (Instagram/@globalpeaceconvoy)

Peristiwa yang terjadi di perairan dekat Siprus itu menjadi awal dari rangkaian intimidasi yang menguji ketahanan fisik dan mental para relawan.

Tak sekadar dicegat, sembilan WNI yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis tersebut mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi selama masa penahanan. 

Berdasarkan video yang dibagikan Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir, 9 WNI dan ratusan relawan kemanusiaan dari berbagai negara sempat dipaksa bersujud dengan kondisi tangan terikat selama masa penahanan oleh militer Israel.

Hal itu juga dikonfirmasi oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono.

“Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik,” kata Darianto, dalam video yang dibagikan Menlu RI Sugiono di akun Instagram @menluri, Jumat (22/5/2026).

Sembilan WNI tersebut sudah sampai di Istanbul, Turkiye usai bebas dari penahanan Israel dan bakal dipulangkan ke Indonesia. 

Kekerasan fisik yang mereka alami selama ditahan zionis antara lain berupa pemukulan hingga dialiri listrik ke tubuh.

“Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,” kata Darianto.

Sembilan orang itu mengenakan kefiyeh melingkar di pundak dan menghadap ke kamera.

Di belakang mereka terdapat bendera-bendera Turkiye, tempat mereka berada sekarang.

Menlu RI Kecam Israel

Tindakan sewenang-wenang ini memicu amarah dan kecaman keras dari Pemerintah Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan tegas menyatakan ketidakterimaannya atas perlakuan militer Israel.

Baca juga: 9 WNI Bukan Diculik, Menlu Sugiono Tegaskan Israel Larang Kapal Masuk Perairan Gaza

Menlu menekankan bahwa apa yang dilakukan terhadap para relawan dan jurnalis tersebut telah mencederai hukum internasional serta konvensi-konvensi kemanusiaan yang berlaku global, terlebih aksi pengadangan itu dilakukan di wilayah perairan internasional wilayah konflik.

"Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi," ujar Sugiono dalam pernyataan resminya pada Kamis (21/5/2026).

Di balik dinding penahanan yang mencekam, upaya diplomasi Indonesia bergerak cepat di bawah radar. 

Atas arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia dan dukungan penuh dari Komisi I DPR RI, Kementerian Luar Negeri langsung menggerakkan mesin diplomasinya. 

Mengingat kompleksitas situasi di lapangan, Indonesia menjalin koordinasi yang sangat erat dengan Pemerintah Turki, yang sejak awal insiden terus mengawal dan memberikan dukungan maksimal bagi keselamatan para relawan.

Setelah melalui ketegangan yang panjang, titik terang akhirnya muncul. Per Kamis (21/5/2026), diplomasi gigih tersebut membuahkan hasil. 

Sembilan WNI tersebut akhirnya dibebaskan dan berhasil keluar dari wilayah kekuasaan Israel. 

Isak tangis haru dan rasa lega menyelimuti saat mereka dipastikan berada dalam kondisi aman dan sedang dalam perjalanan menuju Istanbul, Turki, sebagai titik transit sebelum diterbangkan kembali ke Tanah Air.

Saat ini, kata Sugiono, fokus utama Kementerian Luar Negeri RI adalah memastikan keselamatan kepulangan para korban.

"Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam global sumut flotila 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul Turki dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air," kata Menlu.

Dijelaskan Sugiono, operasi pembebasan dan perlindungan WNI ini berhasil terlaksana berkat optimalisasi seluruh kanal diplomatik yang dimiliki Indonesia. 

Pemerintah menggerakkan jaringan kedutaan di Timur Tengah dan Eropa, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul untuk menekan otoritas terkait.

"Dan terima kasih juga kepada bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh komisi 1 DPR RI yang terhormat serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat," ucapnya.

Pemerintah Indonesia memastikan akan terus mengawal proses pemulangan kesembilan pahlawan kemanusiaan ini hingga mereka benar-benar mendarat dengan selamat di bumi Indonesia dan kembali ke pelukan hangat keluarga yang telah lama menanti dengan cemas.

Sembilan WNI yang berhasil melewati masa-masa kelam di tahanan Israel tersebut adalah:

  • Andi Angga Prasadewa (berada di Kapal Josef)
  • Bambang Noroyono / Abeng (berada di Kapal BoraLize)
  • Herman Budianto Sudarsono (berada di Kapal Zapyro)
  • Ronggo Wirasanu (berada di Kapal Zapyro)
  • Asad Aras Muhammad (berada di Kapal Kasr-1)
  • Hendro Prasetyo (berada di Kapal Kasr-1)
  • Thoudy Badai (Jurnalis Foto Republika, berada di Kapal Ozgurluk)
  • Rahendro Herubowo (Jurnalis iNews, berada di Kapal Ozgurluk)
  • Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo, berada di Kapal Ozgurluk)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.