Pemkab Bangka Selatan Pastikan Kebutuhan 12 Bahan Pokok Aman hingga Dua Bulan
Rusaidah May 22, 2026 10:27 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa waktu ke depan. 

Berdasarkan neraca pangan daerah, stok sejumlah komoditas utama disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan mendatang. 

Kepastian itu disampaikan pemerintah daerah setelah melakukan pemantauan bersama sejumlah instansi terkait terhadap kondisi pasokan pangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan, pemerintah daerah terus memantau kondisi stok pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan inflasi daerah. 

Dari hasil perhitungan neraca pangan, sebanyak 12 komoditas penyumbang inflasi utama dipastikan masih tersedia dalam jumlah mencukupi. 

Baca juga: Oknum Wartawan Online Ditetapkan Tersangka, Bawa Sajam di Lokasi Tambang Ponton Selam Laut Enjel

Kondisi tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah.

“Insya Allah kebutuhan pokok masyarakat aman, dari neraca pangan stok pangan kita juga aman sampai dua bulan ke depan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).

Hefi Nuranda memaparkan, komoditas pangan strategis di Kabupaten Bangka Selatan per Mei 2026 masih berada dalam kondisi aman. 

Ketersediaan beras tercatat mencapai 1.680 ton, terdiri  dari komoditas jagung sebanyak 2,78 ton, serta kedelai sebanyak 77,23 ton. 

Selain itu, stok bawang merah mencapai 76 ton dan bawang putih sebanyak 34 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah turut mencatat stok cabai dan kebutuhan protein hewani masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Cabai merah besar tersedia sebanyak 60 ton dan cabai rawit mencapai 85 ton. 

Sementara itu, pasokan daging sapi dari tiga peternakan lokal di Kabupaten Bangka Selatan diperkirakan mencapai 65 ton.

“Stok juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan,” papar Hefi Nuranda.

Baca juga: Waspada Situs Palsu SPMB di Pangkalpinang, Dikubd: Pendaftaran Hanya Satu Link, Ini Tautan Resminya

Untuk kebutuhan pangan lainnya, stok ayam ras tercatat mencapai 228 ton dan telur ayam sebanyak 157 ton. 

Sedangkan gula konsumsi tersedia sekitar 210 ton dan minyak goreng mencapai 156 ton. 

Seluruh perhitungan tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka Selatan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 213.683 jiwa.

Perhitungan neraca pangan ini juga sudah mencakup sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah beroperasi di Kabupaten Bangka Selatan. 

Meski kondisi stok pangan dinilai aman, pemerintah daerah tetap mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat. 

Stabilitas inflasi, harus diiringi dengan daya beli masyarakat yang tetap kuat agar produsen dan pelaku usaha tidak terdampak. 

Karena itu, TPID diminta terus mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi maupun gejala deflasi di daerah.

“Kita juga tidak boleh terlena, jangan sampai inflasi terjaga tapi ada penurunan daya beli atau deflasi,” ucapnya.

Hefi Nuranda memastikan, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi bersama TPID, distributor, petani, peternak, hingga pelaku usaha guna menjaga stabilitas pangan di Bangka Selatan. 

Pemantauan harga dan pasokan kebutuhan pokok disebut akan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gejolak pasar. 

Selain menjaga ketersediaan barang, pemerintah juga berupaya memastikan distribusi pangan tetap lancar hingga ke seluruh wilayah kecamatan.

“Tentunya ini menjadi apresiasi bagi semua pihak atas kerja keras yang luar biasa dalam menjaga ketersediaan pangan di Bangka Selatan,” pungkas Hefi Nuranda. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.