Program ini bukan sekadar bantuan ekonomi, melainkan pemberdayaan masyarakat lewat semangat gotong royong. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang luas dan memberikan dampak nyata secara ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan UIN Walisongo Semarang meluncurkan Program Balai Ternak sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas untuk mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki.
Peresmian Balai Ternak berlangsung di kandang Kelompok Harapan Ternak, Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (21/5).
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, dalam keterangan di Jakarta, Jumat menyampaikan program pemberdayaan ekonomi melalui Balai Ternak ini diharapkan dapat menjadi jalan bagi mustahik untuk bertransformasi menjadi muzaki atau minimal menjadi munfik.
"Kami ingin ke depan program yang semacam ini di Kabupaten Tegal bisa digencarkan di berbagai wilayah lainnya," kata Idy.
Idy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tegal dan UIN Walisongo atas dukungan dan kolaborasinya sehingga program Balai Ternak Tegal dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi peternak lokal.
Sementara, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyambut baik program yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan ekonomi masyarakat tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlanjutan program melalui sinergi regulasi dan penguatan zakat.
Ia berharap Desa Danawarih dapat berkembang menjadi sentra penghasil bibit ternak unggul sekaligus menjadi contoh keberhasilan program balai ternak di daerah lain.
"Program ini bukan sekadar bantuan ekonomi, melainkan pemberdayaan masyarakat lewat semangat gotong royong. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang luas dan memberikan dampak nyata secara ekonomi," ujar Ischak.
Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang Akhmad Arif Junaidi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Balai Ternak Tegal yang dinilai monumental karena melibatkan berbagai aspek, mulai dari pengadaan kambing unggul, inovasi pakan, hingga pembinaan berkelanjutan bagi peternak.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
"Dosen tidak hanya mengajar atau membimbing disertasi, tetapi juga wajib melaksanakan penelitian sesuai bidang kajiannya serta melakukan pengabdian kepada masyarakat," ucap Akhmad.
Balai Ternak Baznas di Tegal yang tergabung dalam Kelompok Harapan Ternak ini melibatkan 15 peternak penerima manfaat, dengan total ternak yang dikelola mencapai 92 ekor, yang terdiri dari 70 ekor pejantan, 21 ekor betina, serta 1 ekor pejantan.
Kehadiran Balai Ternak ini diharapkan dapat memperkuat sistem pemberdayaan peternak berbasis komunitas, meningkatkan produktivitas usaha ternak, serta menjadi penggerak kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan di Kabupaten Tegal.





