TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat sayembara bagi siapa pun yang bisa menemukan sosok Aman Yani.
Pria yang akrab disapa KDM itu berjanji akan memberikan uang Rp 750 juta bagi yang bisa menunjukkan keberadaan Aman Yani.
Aman Yani jadi sosok yang disebut-sebut oleh Ririn Rifanto dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu beberapa waktu lalu.
Namun belakangan terdakwa lainnya, Priyo menyebut kalau Aman Yani tidak terlibat.
Hingga kini sosok Aman Yani jadi buruan netizen.
KDM pun penasaran di mana keberadaan Aman Yani, dan bagaimana kabarnya.
Dedi Mulyadi meminta Aman Yani untuk muncul jika dirinya masih hidup.
"Pak Aman Yani, kalau masih hidup Anda, pulang ke Indramayu, itu dana pensiun dulu yang diambil Ririn Rp 500 juta saya bayar, saya kasih dari saya," kata KDM dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (22/5/2026).
Tak hanya uang Rp 500 juta, KDM bahkan akan menambahkan nominalnya jadi Rp 700 juta.
"Saya tambahin Rp 250 juta, jadi Rp 750 juta. Ayo pulang," kata KDM lagi.
Bahkan ia pun menawarkan jumlah yang sama bagi siapapun yang bisa menemukan Aman Yani.
"Atau bagi mereka yang tahu Pak Aman Yani, kemudian bisa menemukannya, saya kasih Rp 750 juta," katanya.
Lalu KDM pun memperlihatkan foto Aman Yani yang diberikan adiknya.
"Ada fotonya gak Aman Yani? Foto waktu sebelum pergi," ucap KDM.
Setelah itu, KDM pun bertanya pada adik Aman Yani soal utangnya pada Ririn.
Menurut KDM apakah mungkin seorang Aman Yani yang hidupnya mapan meminjam uang pada Ririn.
"Ini kan udah terang benderang, pengacara sudah terbuka. Uang pensiunnya diambil Ririn karena dibuat keterangan seolah-olah Pak Aman Yani punya utang Rp 300 juta. Mungkin gak Pak Aman Yani pinjem uang ke Ririn Rp 300 juta?," tanya KDM.
Baca juga: Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu, KDM: Gila
"Gak mungkin Pak, karena bapaknya Ririn itu makannya dari kakak saya," ucap sang adik.
"Istri Kang Aman punya kakak namanya Saurip, Saurip itu bapaknya Ririn," lanjutnya.
Menurut dia, Saurip setiap hari tinggal di rumah Aman Yani.
"Itu pun (Ririn) kerja di BJB menurut pengacaranya cuma sebentar," kata dia lagi.
Namun KDM menjelaskan kalau Ririn bukan pegawai BJB, melainkan hanya sales.
"Ririn itu bukan kerja di Bank Jabar, tapi sejenis sales yang menghubungkan Bank Jabar dengan kelompok usaha," kata dia.
Sang adik juga menyebut kalau keluarga Ririn jadi berantakan semenjak Aman Yani menghilang.
"Pas Kang Aman menghilang, keluarga Ririn ini berantakan. Ibu bapaknya cerai, bapaknya Ririn pergi ke Kalimantan," ucapnya.
Bahkan Ririn yang seorang pengangguran itu tetap bergaya parlente.
"Ririn juga gak kelihatan kerja, tapi mau dipanggilnya 'bos'," ujarnya.
Selain itu, KDM mengaku punya firasat lain soal keberadaan Aman Yani.
"Kalau hidup yang saya umumkan tadi (diberi uang), kalau meninggal, sakit kah, kecelakaan kah, di mana kuburannya? Atau karena kasus pembunuhan," kata KDM.
Menurut KDM, keberadaan Aman yani merupakan misteri yang harus diungkap.
"Walaupun saya sih punya feeling beda, kan masa di era media sosial, terbuka seperti ini. Kalau Pak Aman Yani masih ada masa gak balik, kalau gak punya ongkos tinggal datang ke Pos Polisi," tandasnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t