TRIBUNJAKARTA.COM, KUNINGAN - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menemui Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Menara Selatan Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan pengelolaan sampah di Jakarta, mulai dari kesiapan peta jalan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemilahan sampah dari hulu, hingga pengurangan beban sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.
Dalam audiensi itu, Wibi mengapresiasi dukungan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap upaya penyelesaian persoalan sampah di Jakarta.
Menurut dia, koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus diperkuat agar penanganan sampah berjalan maksimal.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari Pak Wamen, Bang Diaz, untuk DKI Jakarta,” ujar Wibi.
Politikus NasDem itu juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta lebih serius menindaklanjuti setiap koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Ia menilai, kehadiran dinas terkait dalam setiap undangan resmi kementerian penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan teknis di lapangan.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup lebih serius. Setiap undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup harus dihadiri,” tegasnya.
Wibi memastikan hasil pertemuan tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Menurut dia, diperlukan rapat teknis lanjutan untuk memperjelas tahapan penyelesaian pengelolaan sampah di Jakarta, termasuk penyusunan peta jalan hingga proyek PSEL dapat terealisasi.
“Untuk membaca dan menyelesaikan peta jalan sampai PSEL selesai,” sambung Wibi.
Sementara itu, Diaz mengatakan pertemuan tersebut secara khusus membahas persoalan sampah di Jakarta.
Ia menyebut program PSEL dan pemilahan sampah membutuhkan persiapan matang melalui penyusunan peta jalan yang jelas agar implementasinya berjalan optimal di Jakarta.
“Agar berjalan di DKI Jakarta,” ungkap Diaz.
Diaz menjelaskan, penyelesaian persoalan sampah Jakarta harus memiliki arah kerja yang terukur, mulai dari pemilahan, pengelolaan, hingga pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang.
Menurut dia, target utama pengelolaan sampah di Jakarta ialah memastikan seluruh sampah tertangani dengan baik sehingga yang masuk ke Bantargebang hanya residu.
Selain itu, pengelolaan sampah dari hulu juga dinilai penting agar praktik open dumping dapat dihentikan melalui sistem pengelolaan yang lebih tertata.
“Sudah tidak ada lagi open dumping dan semuanya terkelola dengan baik dari hulu,” ucap Diaz.
DPRD DKI Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup juga berkomitmen mengawasi pengelolaan sampah melalui peninjauan kesiapan pemilahan sampah di tingkat kelurahan.