*Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Panggil Manajemen, Tapi Tidak Datang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua biro travel umrah dilaporkan masyarakat ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi. Laporan tersebut karena batal memberangkatkan calon jemaah sesuai waktu yang dijanjikan.
Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jambi, H Majdi, mengungkapkan ada dua kasus travel bermasalah yang diadukan masyarakat kanwil.
"Ada dua, Travel Nur Rizqon Hasana dan Agen Babul Umrah," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Kasus pertama, Biro Travel Nur Rizqon Hasana. Majdi mengatakan biro travel umrah tersebut telah merekrut sekitar 270 calon jemaah dengan janji keberangkatan awal Ramadan. Namun, hingga setelah Hari Raya Idulfitri, keberangkatan tidak pernah terealisasi.
"Kami sudah panggil travel tersebut, tapi sampai hari ini tidak datang. Kami yakini mereka tidak berani datang karena tidak punya izin"
Kasus kedua, menimpa calon jemaah yang mendaftar melalui Agen Babul Umrah. Sekira 31 orang gagal berangkat. Penyebabnya karena setoran uang diduga tidak masuk ke rekening perusahaan resmi.
"Travel pusatnya di Jakarta. Tapi uang jemaah ternyata tidak disetor ke rekening perusahaan, melainkan ke agen," ujarnya.
Majdi mengatakan Kemenag tidak bisa membekukan travel ilegal, karena biro travel tersebut memang tidak memiliki izin resmi sejak awal.
Sebagai langkah pencegahan, kata Majdi, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jambi meminta masyarakat berkonsultasi terlebih dahulu ke kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sebelum mendaftar umrah.
"Datang saja dulu ke Kementerian Haji dan Umrah di kabupaten kota masing-masing. Kami punya catatan travel-travel yang legal dan aktif melapor," katanya.
Berdasarkan data Kanwil Jambi, saat ini terdapat sekitar 66 travel umrah legal di Jambi, baik kantor pusat maupun cabang.
Majdi meminta masyarakat lebih berhati-hati memilih biro travel, karena dugaan penipuan perjalanan umrah di Jambi cukup marak.
Dia menegaskan masyarakat jangan mudah tergiur dengan tawaran paket murah di bawah Rp20 juta.
Secara hitungan riil, jelas Majdi, biaya perjalanan umrah saat ini tidak mungkin kurang dari angka tersebut. Apalagi, biaya penerbangan atau avtur sedang mengalami kenaikan.
"Ketika ada travel yang menjanjikan harga paket umrah di bawah Rp20 juta, itu pasti bohong. Kita harus berpikir real, vVisa berapa, pesawat berapa, hotel berapa, makan berapa. Tidak mungkin di bawah Rp20 juta,” katanya.
Keberadaan travel umrah sebenarnya bertujuan membantu masyarakat melaksanakan ibadah umrah, mulai dari pengurusan perjalanan hingga pendampingan selama berada di Arab Saudi.
Namun, kata Majdi, travel umrah tidak bisa berdiri sembarangan. Setiap penyelenggara wajib memiliki izin usaha, kantor, hingga tenaga pembimbing atau mutawif bersertifikat.
"Travel itu harus punya izin, punya tempat usaha, punya pembimbing yang bersertifikat. Mereka juga harus memahami regulasi perhajian di Arab Saudi," ujarnya.
Majdi menyebut belakangan muncul oknum yang memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat. Mereka menawarkan perjalanan umrah tanpa memiliki izin resmi atau tidak terdaftar sebagai cabang travel legal. Akibatnya, banyak calon jemaah menjadi korban penipuan karena tergiur janji harga murah dan proses mudah.
"Nah, masyarakat kadang-kadang tergiur dengan janji-janji yang pada akhirnya merugikan calon jemaah sendiri," katanya.
Biaya umrah saat ini umumnya berkisar Rp30 juta hingga Rp50 juta tergantung fasilitas yang diberikan. Majdi menjelaskan paket dengan hotel biasa bisa berada di bawah Rp40 juta, sedangkan hotel bintang tiga atau empat tentu lebih mahal.
Dia juga menyinggung fenomena pembayaran umrah secara kredit yang mulai marak.
Secara pribadi, dia mengaku kurang sependapat, karena ibadah umrah bersifat sunnah dan sebaiknya dilakukan dalam kondisi mampu tanpa membebani keluarga.
“Jangan sampai nanti ketika kita berangkat, beban-beban itu ditanggung keluarga. Kita berangkat ibadah seharusnya tidak terbebani,” ujarnya.
Dia memaparkan, biaya visa umrah melalui travel berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta. Sementara tiket pesawat pulang-pergi paling murah bisa mencapai Rp14 juta.
"Kalau dihitung, visa Rp5 juta, tiket Rp14 juta, itu sudah Rp19 juta. Belum hotel, makan, dan biaya domestik lainnya," katanya.
Terkait antrean, Majdi menjelaskan umrah tidak memiliki daftar tunggu seperti haji. Itu karena umrah dapat dilaksanakan kapan saja di luar musim haji.
"Kalau umrah itu setiap hari bisa. Yang penting bukan musim haji,” ujarnya.
Direktur Utama Travel Umrah Nur Rizqon Hasana, Rizqon Hasana, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah senilai Rp9 miliar ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.
Laporan tersebut tertuang dalam surat tanda terima pengaduan yang diterbitkan Ditreskrimum Polda Jambi pada Rabu (20/5) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dalam surat itu disebutkan bahwa Rizqon Hasana melaporkan seorang pria bernama Angga Rian Pramana Putra alias Gilang atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Selain itu, nama Satria Randika juga disebut sebagai penerima dana dalam perkara tersebut.
Melalui pernyataan tertulis kepada para jemaah, Rizqon mengklaim bahwa persoalan yang terjadi murni akibat penipuan dan penggelapan yang dilakukan pihak lain.
"Dengan ini, saya informasikan kepada Bapak/Ibu semua, bahwa murni telah terjadi tindak penipuan dan penggelapan. Setelah batas waktu yang dijanjikan yang bersangkutan tidak juga menunjukkan itikad baik, maka saya melaporkan Angga Rian Pramana (Gilang) dan penerima dana, Satria Randika, beserta bukti-bukti senilai Rp 9 miliar," tulis Rizqon.
Dia menjelaskan pengelolaan administrasi dan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen NRH Travel, yakni dirinya sebagai direktur utama bersama komisaris perusahaan.
Rizqon juga menegaskan para agen tidak bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
"Kami tegaskan bahwa para agen tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan akibat persoalan yang diakibatkan oleh kelalaian saya tersebut," ujarnya.
Dia mengatakan pihaknya kini tengah berupaya melakukan pengembalian dana atau refund bagi jamaah yang membatalkan keberangkatan, serta memberangkatkan sebagian jamaah lainnya melalui provider berbeda.
"Kami sedang mengupayakan semaksimal mungkin agar seluruh dana para jemaah yang telah mengajukan diri untuk mundur dari keberangkatan dapat di-refund sesegera mungkin, serta memberangkatkan sebagian besar jamaah yang lainnya dengan bekerja sama dengan provider lain yang benar-benar amanah,” katanya.
Rizqon juga menyampaikan permintaan maaf kepada calon jemaah dan para agen yang terdampak akibat persoalan tersebut.
"Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf atas segala ketidaknyamanan para jamaah serta para agen yang terkena imbas dari permasalahan ini," ujarnya.
Di sisi lain, Rizqon juga menanggapi berbagai komentar dan opini yang berkembang terkait kasus tersebut. Dia menilai banyak tudingan yang mengarah pada fitnah dan pencemaran nama baik.
"Setelah urusan dengan jamaah selesai, semua yang memfitnah saya dan yang berkomentar negatif akan saya tuntut balik atas pasal pencemaran nama baik," tegasnya.
Endang (38) tak pernah menyangka niatnya beribadah umrah bersama keluarga justru berujung kekecewaan. Guru di Jambi itu merupakan satu di antara ratusan calon jemaah Travel Umrah Nur Rizqon Hasana yang tidak jadi berangkat sesuai waktu dijanjikan.
Awal mula Endang mengetahui biro travel travel tersebut dari brosur yang dibagikan temannya di grup WhatsApp.
"Awal saya kenal travel ini dari brosur yang dikirim kawan ke grup WhatsApp," katanya saat diwawancara Tribun Jambi, Selasa (19/5/2026).
Endang sempat mencari informasi sebelum mendaftar. Namun, karena yang menawarkan travel umrah itu merupakan teman sendiri, rasa curiga perlahan hilang. "Awalnya memang cari informasi karena murah. Tapi yang menawarkan juga teman, jadi percaya," ujarnya.
Menurutnya, harga paket yang ditawarkan Biro Travel Umrah NRH jauh lebih murah dibanding travel lain, sehingga membuat dirinya tertarik. "Karena agak murah dibanding yang lain. Kami bandingkan biasanya tidak segitu, jadi tertarik,” katanya.
Setelah melihat brosur tersebut, suaminya langsung mendatangi kegiatan manasik untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai travel tersebut.
Endang mendaftar umrah sejak Agustus 2025 dan dijanjikan untuk berangkat pada Februari 2026. "Terakhir kami dapat informasi berangkat tanggal 14 Februari 2026," ujarnya.
Untuk tiga orang anggota keluarganya, Endang mengaku telah menyetor uang sebesar Rp116 juta. Selain biaya umrah, ia juga telah mengurus berbagai persiapan seperti paspor, vaksin, hingga roaming internasional.
"Kami sudah lengkap semua. Paspor, vaksin, roaming, semuanya sudah siap," katanya.
Semakin mendekati jadwal keberangkatan, Endang mengaku dirinya dan jemaah lain semakin yakin akan berangkat karena pihak travel sudah membentuk grup bus dan menunjuk tour leader.
“Sudah dibentuk bus satu, bus dua, bus tiga. Ada tour leader juga. Jadi kami makin yakin,” katanya.
Rombongan dijadwalkan berangkat dari Jambi menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.
Namun, sehari sebelum keberangkatan, pihak travel mengabarkan bahwa visa seluruh jemaah belum selesai.
"Itulah, sehari sebelum keberangkatan, mereka bilang visa belum semuanya jadi,” ujarnya.
Padahal, menurut Endang, visa miliknya sendiri sudah terbit. "Visa saya sudah jadi. Jadi kami merasa aneh," katanya.
Kate Endang, sebagian jemaah dari daerah bahkan sudah tiba di Jambi untuk bersiap berangkat. Ada pula jemaah dari luar daerah yang sudah menunggu di Jakarta.
"Yang dari kabupaten sudah standby di Jambi. Bahkan ada yang dari Kalimantan sudah terbang ke Jakarta," ujarnya.
Koper besar keluarnya pun sudah disiapkan. Keluarga besar sudah bersiap mengantar ke bandara.
"Koper sudah siap. Orang tua keluarga juga sudah siap mau ngantar ke bandara,” katanya.
Sebagai seorang guru di sekolah wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Endang bahkan sudah mengajukan cuti kerja selama 37 hari dan telah disetujui. "Kami sudah mengajukan cuti, sudah di-ACC 37 hari," ujarnya.
Saat mengetahui keberangkatan gagal, suasana di antara para jemaah penuh kebingungan dan kepanikan. Mereka saling menelepon, hingga akhirnya berkumpul untuk meminta penjelasan kepada pihak travel.
“Kami mendatangi perwakilan travel, tanya sampai kapan ditunda-tunda,” katanya.
Menurut Endang, pihak travel awalnya berjanji akan bertanggung jawab. Namun, kenyataannya, hingga kini belum ada kepastian pengembalian uang.
"Awalnya mereka seperti mau bertanggung jawab, tapi sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.
Kini, kasus tersebut telah diproses kepolisian. Endang mengaku sudah dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik kepolisian.
Dia menuturkan pihak travel sempat mengaku turut menjadi korban penipuan oleh pihak provider.
"Mereka bilang ditipu provider. Padahal, sebenarnya, kami yang kena tipu karena uang kami yang keluar," katanya.
Kini, Endang berharap seluruh uang jemaah dapat dikembalikan. "Harapan kami sebagai jemaah pasti uang dikembalikan. Karena memang kami tidak jadi berangkat,” ujarnya. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
Perkiraan Biaya Umrah
Perkiraan Visa dan Tiket Pesawat
Baca juga: Cara Daftar Beasiswa Pemrov Jambi 2026 untuk S1, Total ada 500 Kursi
Baca juga: Cara Licik Broker Proyek Dinas Pendidikan Jambi Korupsi Rp21,8 M Diungkap Hakim