Pemkab Nunukan Minta Perusahaan dan Warga Jangan Anggap Remeh Kebakaran, Aktif Jaga Lingkungan
Junisah May 22, 2026 03:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya angkat bicara soal ancaman kebakaran yang dinilai semakin mengkhawatirkan. 

Melalui workshop besar yang digelar oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, pemerintah mengingatkan lima menit pertama saat kebakaran terjadi bisa menjadi penentu apakah api dapat dikendalikan atau justru berubah menjadi bencana besar.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, beberapa waktu lalu, itu dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Nunukan, Sirajuddin mewakili Irwan Sabri.

Dalam sambutannya, pemerintah menegaskan penanganan kebakaran tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas pemadam. 

Baca juga: Pasca Kebakaran ASN yang Bekerja di Kantor Bupati Bulungan WFH, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Semua pihak, mulai dari perusahaan hingga masyarakat, diminta ikut terlibat aktif menjaga lingkungan agar aman dari ancaman si jago merah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Sirajuddin saat membacakan sambutan Bupati.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah menilai masih banyak kebakaran yang sebenarnya bisa dicegah apabila masyarakat memiliki budaya keselamatan, alat deteksi dini, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Damkar Nunukan, Ramlan Apriyadi mengungkapkan bahwa kebakaran bukan sekadar persoalan memadamkan api. Menurutnya, ancaman kebakaran menyangkut keselamatan jiwa, aset perusahaan, fasilitas umum hingga lingkungan.

Ia bahkan menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor karena keterlambatan penanganan dalam hitungan menit saja bisa membuat api cepat meluas.

“Bahaya kebakaran merupakan ancaman serius yang dapat menimbulkan kerugian besar,” ujarnya.

Sirajuddin Asisten Nunukan 22052026
SIRAJUDDIN- Asisten Administrasi Umum Setda Nunukan, Sirajuddin

Workshop tersebut diikuti berbagai unsur penting mulai dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, perangkat daerah, perusahaan swasta hingga BUMN di wilayah Nunukan.

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga diisi diskusi panas mengenai strategi pencegahan, penguatan sistem respon cepat, hingga upaya membangun kesiapsiagaan bersama menghadapi potensi kebakaran yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.