TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN-Suasana berbeda terlihat di kawasan SAE LaNuka, Lapas Kelas IIB Nunukan. Selama tiga hari penuh, mulai 17 hingga 19 Mei 2026, lokasi tersebut dipadati peserta Fun Camp Al Izzah Nunukan (Campina) 2026 yang mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan karakter di alam terbuka.
Dipilihnya SAE LaNuka sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki suasana yang nyaman, fasilitas memadai, serta lingkungan yang mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan karakter peserta.
Kegiatan diawali pada Minggu (17/5/2026) dengan keberangkatan peserta menuju lokasi perkemahan.
Setibanya di SAE LaNuka, peserta langsung mendirikan tenda, melakukan pengecekan perlengkapan, hingga mengikuti pembukaan resmi kegiatan.
Baca juga: Puang Dirham Pamit dan Tinggalkan Warisan SAE LANUKA di Lapas Nunukan
Tak hanya berkemah biasa, peserta Campina 2026 juga mengikuti sederet aktivitas menarik dan penuh tantangan.
Mulai dari materi adab alam, games edukatif, science experiments, lomba Master Chef Mania, hingga sosialisasi cross country yang membuat suasana semakin seru dan penuh antusias.
Yang paling menyita perhatian, peserta juga mendapat materi pengenalan lingkungan Lapas yang disampaikan Kalapas Nunukan, Donny Setiawan melalui Kasubag Tata Usaha, Akhmad Ferdian Husada.
Dalam penyampaiannya, Akhmad Ferdian Husada menegaskan kegiatan Fun Camp menjadi wadah positif untuk membangun karakter generasi muda.
“Kegiatan ini melatih kemandirian, kerja sama, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan alam terbuka yang edukatif dan menyenangkan,” ujarnya.
Selain kegiatan edukasi, para peserta juga rutin melaksanakan ibadah berjamaah, senam pagi, hingga aktivitas kebersamaan yang mempererat kekompakan antar peserta.
Puncak kegiatan berlangsung pada Selasa (19/05) saat peserta melakukan perjalanan menuju Mamolo dan mengikuti kegiatan cross country sebelum akhirnya membongkar tenda dan kembali ke Nunukan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau aman, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan.
Campina 2026 pun diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus menumbuhkan semangat mandiri dan peduli lingkungan bagi seluruh peserta.
(*)
Penulis: Fatimah Majid