Pasokan Menipis: Harga Tomat, Cabai hingga Daun Bawang di Bener Meriah Melonjak
Sri Widya Rahma May 22, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami I Bener Meriah 

TribunGayo.com, REDELONG - Harga sejumlah kebutuhan dapur dan sayur-mayur mulai melonjak di Kabupaten Bener Meriah, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Jelang Meugang Idul Adha 2026, Harga Bumbu Dapur di Bener Meriah Melonjak

Kondisi ini merupakan dampak pasokan menipis dan permintaan meningkat menjelang meugang Hari Raya Idul Adha 2026.

Beberapa komoditas yang mulai meningkat mulai dari tomat, bawang merah komiditi cabai-cabain hingga daun bawang.

Stok Menipis, Permintaan Masyarakat Meningkat

Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Simpang Tiga, Maryanto kepada TribunGayo.com pada Jumat (22/5/2026), mengatakan lonjakan harga komoditas sayur dan bumbu dapur dipicu oleh menipisnya stok barang di pasaran.

"Faktor utama karena barang menipis, dan permintaan dari masyarakat di Bener Meriah terus meningkat tajam, ini faktor buat harga melonjak," ujarnya.

Dikatakan, sejumlah bahan pokok yang mengalami lonjakan diantaranya:

Baca juga: Tren Harga Pangan Nasional: Komoditas Beras dan Cabai Melonjak

  • Tomat: Rp20.000 per kilogram (Kg)
  • Daun bawang: Rp30.000 per kg
  • Cabai merah: Rp40.000 per kg
  • Bawang merah: Rp40.000 per kg
  • Bawang putih: Rp40.000 per kg
  • Daun bawang: Rp30.000 per kg
  • Cabai rawit: Rp30.000 per kg
  • Cabai hijau: Rp.20.000 per kg

"Ngerilah, seperti daun bawang ini harga paling tinggi, belum pernah diharga segini dan tomat juga drastis kali naik nya," ungkap Maryanto.

"Hampir semua kebutuhan dapur di pasar melonjak jelang Meugang," tambahnya.

Dikatakan kondisi dipicu oleh kurangnya pasokan yang tidak sebanding dengan tingginya antusiasme belanja warga jelang hari sakral Meugang ini diprediksi masih akan memengaruhi fluktuasi harga hingga beberapa hari ke depan.

"Kita prediksi ini harga akan terus melonjak apalagi mendekati meugang, tapi tingkat penjualan mulai ramai," sebutnya.

Keluhan Ibu Rumah Tangga

Salah seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Wih Pesam, Diana Aulia mengaku paling merasakan dampak dari kenaikan bumbu dapur ini.

Tapi walau harga naik, mau tidak mau dia tetap membeli karena desakan kebutuhan keluarga. 

"Ya gimana lagi, walaupun ini sudah jadi kebiasaan, harga selalu naik jelang meugang," keluhnya.

Kata Diana, biasanya dia belanja kebutuhan bahan masakan untuk keluarganya seharga Rp60.000 di tukang sayur.

"Biasa 60 ribu cukup, tapi kalau sekarang sekali beli ke pasar, tadi saja lebih Rp100.000 karena beli cabai dan sejumlah kebutuhan lainnya," tuturnya. (*)

Baca juga: Harga Cabai dan Tomat di Takengon Hari Ini 12 Mei 2026 Merangkak Naik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.