Dinkes Wonosobo Imbau Warga Lakukan CKG sebelum Iduladha: Cegah Masalah Kesehatan Akibat Kolesterol
rika irawati May 22, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo Jaelan meminta warga memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CGK) sebelum Iduladha 2026.

Iduladha yang identik dengan makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi rawan memicu masalah kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, maupun penyakit jantung.

Lewat CKG, masyarakat bisa mengetahui kondisi tekanan darah, gula darah, trigliserida, dan kadar kolesterol sehingga mengetahui potensi kesehatan mereka sebelum mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan.

"Kalau belum ikut CKG, risikonya tinggi."

"Tapi kalau sudah ikut CKG, sudah tahu tekanan darahnya berapa, kolesterolnya berapa, trigliseridanya berapa, itugula darahnya berapa, itu insyaallah aman," katanya, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Pemkab Wonosobo Siapkan 85 Kambing dan 7 Sapi Kurban di Iduladha 2026, Penyaluran Sesuai Usulan

Jaelan menegaskan, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Iduladha namun konsumsi harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing agar tidak memicu masalah kesehatan setelah hari raya.

"Kita menikmati tapi sesuai dengan kondisi tubuh kita saja," pesannya.

Cermat Memilih Hewan Kurban

Dalam kesempatan itu, Jaelan juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih hewan kurban.

Jaelan mengatakan, pengawasan kesehatan hewan dilakukan bersama Dinas Peternakan melalui sistem surveillance atau pemantauan kesehatan hewan kurban untuk mencegah risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

"Untuk yang penularan dari hewan ke manusia, ini terutama yang kita waspadai paling kan seperti antraks ya," kata Jaelan.

Kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis perlu ditingkatkan terutama menjelang Iduladha karena mobilitas dan distribusi hewan ternak biasanya meningkat. 

Karena itu, pemerintah daerah melakukan pengawasan kesehatan hewan sejak sebelum penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.

Jaelan menjelaskan langkah pencegahan paling awal dapat dilakukan masyarakat saat memilih hewan kurban. 

Hewan yang akan disembelih harus dipastikan dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala sakit, serta layak untuk dikonsumsi.

"Pemilihan untuk hewan kurban ya kita semaksimal mungkin, syariatnya kan hewan terbaik ya, berarti tidak sakit, secara fisiknya sehat," ujarnya.

Baca juga: Tunggu Jatah Truk Datang, 24 Koperasi Desa Wonosobo Segera Beroperasi

Ia mengatakan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi fisik hewan sebelum membeli, mulai dari nafsu makan, kebersihan tubuh, hingga kondisi mata dan kulit hewan.

Selain itu, pembelian hewan kurban disarankan dilakukan di tempat penjualan resmi yang telah mendapatkan pengawasan dari petugas kesehatan hewan.

Tidak hanya pada tahap pemilihan, proses penyembelihan hewan kurban juga dinilai penting dalam upaya menekan risiko penularan penyakit. 

Penyembelihan yang dilakukan secara benar, bersih, dan higienis menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga keamanan pangan asal hewan.

"Itu berarti kan langkah-langkah upaya-upaya kita untuk menurunkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia," kata Jaelan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.