Kejanggalan Janda Tewas Tergantung di Pohon, Rahim Membesar Tanpa Janin, Terungkap Peran Teman Dekat
Tsaniyah Faidah May 22, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Kasus kematian seorang janda bernama Babay yang jasadnya ditemukan tergantung di pohon melinjo akhirnya terkuak sebagai aksi pembunuhan.

Kepolisian bergerak cepat menangkap seorang pria berinisial SH yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban berusia 41 tahun tersebut.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian serta hasil autopsi tim medis yang meragukan versi bunuh diri.

Pelaku SH diringkus oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Serang Kota pada Kamis (21/5/2026) malam. Polisi langsung mengamankan pria tersebut setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan petunjuk dari lapangan.

“Alhamdulillah semalam sudah ditangkap terduga pelaku pembunuhan wanita tergantung,” kata Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, Jumat (22/5/2026).

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku SH.

Penyidik mendalami motif penyerangan serta kronologi lengkap hingga korban berakhir di kebun milik warga.

“Intinya sudah ketangkap semalam, kami yakini itu pelaku,” ujar Alfano menegaskan status penahanan SH.

Kronologi Penemuan dan Kecurigaan Awal Polisi

Jasad Babay pertama kali ditemukan oleh warga di sebuah kebun di Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat ditemukan, leher korban dalam posisi terikat tali dan menggantung di dahan pohon melinjo.

Korban sendiri tercatat sebagai warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Baca juga: Keberadaannya Diburu KDM, Aman Yani Diultimatum Sang Anak Soal Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, pihak keluarga telah kehilangan kontak dengan korban sejak Senin (11/5/2026).

Meski kondisi di lokasi kejadian dirancang menyerupai aksi gantung diri, petugas kepolisian langsung mengendus adanya ketidakwajaran.

Posisi tubuh korban saat pertama kali dievakuasi menjadi petunjuk awal bagi penyidik.

Petugas mendapati bagian kaki korban masih menapak ke permukaan tanah.

Selain itu, kasat mata terlihat adanya sejumlah luka pada permukaan luar tubuh wanita tersebut yang tidak lazim ditemukan pada kasus bunuh diri murni.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten guna menjalani proses autopsi.

Dokter Forensik RS Bhayangkara, Donald Rinaldi, mengungkapkan bahwa korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari empat hari sebelum ditemukan.

Estimasi waktu kematian tersebut didasarkan pada kondisi fisik jenazah yang sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut.

Jasad korban telah mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat ketika diperiksa.

Berdasarkan pemeriksaan mendalam pada struktur tubuh, tim dokter forensik menemukan bukti konkret adanya kekerasan fisik sebelum korban mengembuskan napas terakhir.

Temuan ini mematahkan asumsi awal mengenai tindakan mengakhiri hidup sendiri.

“Ada luka robek di wajah, di pelipis kanan, sama ada memar. Terus di leher, sebagian dagingnya sudah hilang karena pembusukan, tapi masih terlihat jejak jeratan di sisi belakang dan kanan leher,” kata Donald.

Tim forensik belum dapat memastikan apakah jejak jeratan tersebut timbul akibat proses penggantungan tubuh atau akibat tindakan lain saat penganiayaan berlangsung.

“Belum bisa disimpulkan jeratan itu apakah karena digantung atau diseret. Yang jelas ada bekas tali di leher korban,” tutur Donald.

Satu fakta krusial yang ditemukan oleh tim dokter adalah kepastian mengenai kondisi vital korban saat jeratan itu terjadi.

Baca juga: Soroti 3 Kronologi Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Pengacara Ririn: Mengaburkan Dakwaan

Donald memastikan bahwa tanda pada kulit leher menunjukkan korban masih dalam keadaan hidup ketika tali tersebut melilit lehernya.

“Kalau bekas tali muncul di kulit, artinya saat dijerat dia masih hidup. Bukan sudah meninggal lalu digantung,” ungkap Donald menjelaskan mekanisme biologis luka jeratan.

Selain luka di area kepala dan leher, tim medis juga mengidentifikasi adanya trauma akibat hantaman benda tumpul pada anggota gerak korban.

Terdapat luka memar dan luka terbuka yang cukup signifikan di bagian lengan kanan.

“Kalau dugaan bunuh diri sih enggak, menurut saya karena banyak luka-luka. Di tangan kanan banyak memar dan ada luka robek akibat benda tumpul,” kata Donald menambahkan.

Di samping pemeriksaan luka, tim forensik juga mengamati kondisi organ dalam korban.

Dokter mendapati struktur rahim Babay dalam kondisi membesar, namun tidak ditemukan adanya janin di dalam kandungan tersebut.

“Saya tidak menemukan janin. Bukan berarti tidak hamil, tapi saat autopsi tidak ditemukan janin,” ucap Donald memberikan klarifikasi terkait kondisi organ reproduksi korban.

Hingga saat ini, penyebab kematian sementara disimpulkan akibat asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen secara sistemik.

Pihak rumah sakit masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel organ dalam untuk mendapatkan kesimpulan final.

“Sampel jantung, paru, dan jaringan luka sedang diperiksa di laboratorium,” pungkas Donald.

Di sisi lain, Kompol Alfano Ramadhan membenarkan bahwa penyidik telah menerima lembar hasil pemeriksaan forensik sementara tersebut untuk memperkuat pembuktian pidana.

“Hasil forensik sementara sudah kita terima. Ada luka di pelipis dan sejumlah luka di bagian tubuh lainnya,” tutur Alfano menjelaskan langkah hukum penanganan kasus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.