Warga Diduga Hanyut di BKB Semarang, Tim Gabungan Sisir Sungai hingga Dekat The Park Mall
rival al manaf May 22, 2026 07:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang warga dilaporkan hanyut di aliran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Kota Semarang, tepatnya dari titik kawasan Bendungan Plered, Simongan, Semarang Barat, Jumat (22/5/2026) siang.

Hingga sore, tim gabungan masih melakukan upaya pencarian korban yang diduga terseret derasnya arus sungai usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Semarang dan wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

Derasnya debit air yang mengalir dari hulu Sungai Kaligarang membuat aliran BKB meluap dan arus berubah sangat kuat. 

Baca juga: Kecelakaan di Pantura Batang, Truk Tabrak Pohon Bermula dari Ban Meletus

Baca juga: “Salam Laki-laki! Harga Diri Harga Mati,” Teriak Tersangka Pembunuh Mertua saat Rekonstruksi

Dalam video amatir yang beredar di media sosial, detik-detik korban sebelum terbawa arus terekam jelas di tengah cuaca hujan deras.

Tampak juga kondisi Sungai Banjir Kanal Barat meluap hingga mendekati jembatan berwarna biru di lokasi kejadian. 

Di tengah arus cokelat yang menggulung deras, seorang warga berpakaian abu-abu kebiruan tampak berusaha bertahan sambil terseret arus deras sungai.

Suasana panik langsung pecah. 

Warga yang menyaksikan dari tepi sungai terdengar berteriak histeris karena tidak dapat memberikan pertolongan akibat kondisi arus yang sangat berbahaya.

Tak lama setelah laporan kejadian menyebar, tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

Sejumlah personel penyelamat terlihat membentuk formasi manusia dengan saling berpegangan tangan untuk menyisir area pinggiran sungai. 

Beberapa petugas mengenakan pelampung oranye dan helm keselamatan sambil menyusuri tanggul batu bronjong di sekitar aliran sungai.

Warga dan aparat kepolisian juga tampak memadati sisi tanggul untuk memantau proses pencarian. 

Tampak juga seorang petugas SAR terlihat melakukan pemantauan di area bendungan atau pintu air. 

Dengan perlengkapan tali pengaman dan helm keselamatan, petugas memeriksa titik-titik pusaran air yang diduga berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Humas Basarnas Semarang, Zulhawary Agustianto (Zulex) mengatakan hingga sore proses pencarian masih terus dilakukan. 

Namun identitas korban belum dapat dipastikan karena belum ada laporan resmi kehilangan dari masyarakat.

“Masih pencarian, data belum ada karena belum ada laporan kehilangan dari warga,” ungkap Zulex kepada Tribunjateng.com.

Menurut Zulex, penyisiran dilakukan dari titik awal korban diduga hanyut hingga sekitar dua kilometer ke arah utara.

“Penyisiran sudah dilakukan dari lokasi kejadian ke arah utara sekitar dua kilometer, sampai di bendung gerak sekitar depan The Park Mall,” imbuh dia.

Dia menambahkan proses pencarian melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur di Kota Semarang.

“Melibatkan tim gabungan, dari Basarnas tujuh personel, kemudian SAR gabungan dari PMI, Sarda, TNI-Polri, MDMC, BPBD Kota Semarang, Damkar, dan relawan gabungan,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.