TRIBUNNEWS.COM - Malaysia Masters 2026 yang akan menggulirkan babak semifinal menyuguhkan sederet sorotan menarik.
Laga semifinal Malaysia Masters 2026 bakal diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 11.00 WIB.
Sorotan pertama, tuan rumah dan China dipastikan menyegel tiket final Malaysia Masters 2026 lebih cepat.
Situasi tersebut terjadi karena adanya tiga laga perang saudara atau duel sesama negara di babak semifinal.
Di sektor ganda putra, dua pasangan Malaysia akan saling bentrok, yakni unggulan pertama Aaron Chia/Soh Wooi Yik melawan unggulan ketiga Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Sementara itu, China telah memastikan tiket final Malaysia Masters 2026 dari dua sektor berbeda.
Di sektor tunggal putra, terjadi duel internal China antara Hu Zhe An melawan Li Shi Feng selaku unggulan kelima.
Lalu di sektor ganda putri, Bao Li Jing/Cao Zhi Hu akan menghadapi kompatriotnya Chen Fang Hui/Luo Xu Min yang berstatus unggulan keenam.
Baca juga: Jadwal Semifinal Malaysia Masters 2026: Chen Yu Fei Panaskan Laga Pembuka, Indonesia Cuma Nonton
Sorotan kedua, tertuju kepada pelatih ganda putra Malaysia asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP.
Herry IP berpeluang mengantarkan dua anak asuhnya ke final Malaysia Masters 2026.
Selain mendampingi Chia/Soh, Herry IP juga akan mengawal Junaidi Arif/Yap Roy King yang menghadapi wakil Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard.
Jika Chia/Soh serta Arif/Yap sama-sama menang di semifinal, maka keduanya akan bentrok di final Malaysia Masters 2026. Situasi tersebut bisa membuat Herry IP ngopi santai.
Baca juga: Mesir Resmi Gantikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026
Karena terlepas dari hasil akhirnya, salah satu anak didik Herry IP akan meraih gelar juara Malaysia Masters 2026. Sama seperti edisi sebelumnya.
Di Malaysia Masters 2025 lalu, laga final ganda putra mempertemukan Chia/Soh Wooi Yik vs Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Saat itu, Man/Tee sukses keluar sebagai juara setelah menang 21-12, 15-21, 21-16.
Di sisi lain, nasib berbeda dialami ganda putra Indonesia.
Realita pahit harus diterima sektor ganda putra Indonesia. Tidak ada satu pun wakil yang mampu menembus babak 16 besar Malaysia Masters 2026.
Seluruh wakil ganda putra Indonesia terhenti di babak 32 besar Malaysia Masters 2026, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muh Putra Erwiansyah/Bagas Maulana, dan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat.
Kondisi tersebut jelas menjadi catatan evaluasi penting bagi sektor ganda putra Indonesia. Terutama dalam menjaga konsistensi performa di tengah padatnya jadwal turnamen serta tingginya level persaingan.
Apalagi musim ini, sektor ganda putra Indonesia baru mampu mengoleksi dua gelar di ajang BWF World Tour.
Sebelum Leo/Daniel juara Thailand Open 2026, Leo yang berduet dengan Bagas Maulana berhasil menjadi kampiun Thailand Masters 2026.
Capaian tersebut dinilai belum maksimal. Ganda putra Indonesia belum mampu meraih satu pun gelar dari turnamen level tertinggi seperti BWF World Tour Super 750 dan Super 1000.
Padahal secara historis, ganda putra Indonesia dikenal sebagai salah satu sektor terkuat di dunia bulu tangkis.
Pada era kejayaan sebelumnya, Indonesia kerap mendominasi berbagai turnamen besar melalui pasangan-pasangan elite seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, hingga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto selaku ganda putra Merah Putih terakhir yang menempati ranking satu dunia.
(Tribunnews.com/Isnaini)