Warga Indonesia Rugi Rp 9 Triliun karena Penipuan Online, Sasar Pensiunan hingga Pakai Modus Donasi
Ani Susanti May 23, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATIM.COM - Fakta mengungkap bahwa warga Indonesia rugi Rp 9 triliun karena penipuan online berbasis AI.

Kerugian ini ditaksir berdasarkan lebih dari 411.000 laporan dari para korban sepanjang November 2024 hingga akhir 2025.

Selain kerugian materi, para warga yang menjadi korban penipuan digital juga memicu luka emosional, hilangnya rasa aman, reputasi yang hancur, hingga harapan hidup ikut runtuh. 


Karena itu, untuk mengajak masyarakat mewaspadai praktik-praktik penipuan digital berbasis AI, di Jakarta digelar pameran narasi bertajuk "Faces of Fraud".

Melalui inisiatif ini, lima wajah di balik kisah penipuan digital dengan berani membagikan cerita mereka sebagai bagian dari gerakan edukasi publik dan upaya bersama memberantas penipuan digital. 

Mereka berharap pengalaman yang dialami dapat berhenti pada diri mereka dan tidak terulang pada lebih banyak masyarakat.

Dengan membuka ruang percakapan secara lebih jujur dan manusiawi, Faces of Fraud turut meningkatkan kesadaran publik terhadap modus penipuan yang kian canggih, mulai dari manipulasi psikologis (social engineering) hingga pengambilalihan akun. 

Modus Penipuan

Pameran ini sendiri diselenggarakan oleh Vida, perusahaan identitas digital dan fraud prevention.

"Setiap wajah dalam Faces of Fraud mewakili seseorang yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas, namun gagal terlindungi dari celah yang ada. Melalui gerakan ini, kami ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tidak hanya meninggalkan kerugian finansial, tetapi juga luka emosional, hilangnya rasa aman, dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari," ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO Vida. 

Faces of Fraud menampilkan masyarakat dari kalangan ibu rumah tangga hingga pekerja profesional yang menjadi sasaran praktik penipuan digital, antara lain:

● Pencurian Masa Depan: Seorang pensiunan yang kehilangan seluruh tabungan hidupnya akibat modus pengalihan dana ke aset kripto dalam waktu singkat. 

● Penyalahgunaan Identitas: Data pribadi korban digunakan untuk pinjaman online ilegal tanpa persetujuan, meninggalkan beban psikologis berkepanjangan. 

● Manipulasi Empati: Seorang orang tua kehilangan dana pengobatan anak akibat terjebak dalam modus donasi palsu. 

Baca juga: Warga Jombang Dibekali Literasi Digital untuk Hadapi Risiko Penipuan Online

Niki mengatakan, memerangi penipuan digital yang terus berevolusi tidak bisa dilakukan sendirian

Kisah-kisah yang dihadirkan dalam Faces of Fraud menjadi pengingat bahwa di balik setiap kasus terdapat dampak nyata terhadap kehidupan seseorang. 

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya siap menjadi membantu masyarakat dan dunia usaha dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.