Silent Operation Strategi Bupati Minut Joune Ganda dalam Investasi: Nomor 1 se Sulut untuk PMA
Rizali Posumah May 23, 2026 12:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Keberadaan investasi dalam negeri dan asing, di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulut menjanjikan.

Ini di buktikan dengan capaian kinerja investasi triwulan I di Kabupaten Minut per 20 Mei 2026 mencapai Rp 779,18 Miliar atau 39,95 persen dari target tahunan Rp 1,950 Triliun.

Tak hanya itu, berdasarkan presentase dari Wakil Gubernur Sulut J. Victor Mailangkay realisasi investasi triwulan I tahun 2026 Penanaman Modal Asing (PMA) Kabupaten Minut di posisi teratas.

Dengan nilai Rp 455 miliar atau 76 persen. 

PRESENTASI - Bupati Minut Dr Joune Ganda menyampaikan presentasi realisasi.-00234
PRESENTASI - Bupati Minut Dr Joune Ganda menyampaikan presentasi realisasi investasi triwulan I tahun 2026 di Kick Off North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026.

Menyusul di tempat kedua Kota Manado Rp 99 miliar atau 17 persen dan Bolmong di posisi ketiga Rp 22 miliar atau 4 persen.

Selain itu Wagub Sulut menyampaikan penanaman modal dalam negeri (PMDN), Kabupaten Minut berada di posisi kedua dengan capaian Rp 324 miliar atau 21 persen.

Posisi pertama Kota Manado dengan Rp 890 miliar atau 58 persen dan posisi ketiga Kota Kotamobagu Rp 114 miliar atau 7 persen.

Sementara untuk PMA dan PMDN Kabupaten Minut bertengger di posisi kedua dengan dengan capaian Rp 779 miliar atau 36 persen, di bawah Kota Manado di urutan pertama dengan Rp 989 miliar atau 46 persen.

Dan posisi ketiga Kota Kotamobagu Rp 114 miliar atau 5 persen.

Hal ini di paparkan Wagub Sulut Victor saat kegiatan Kick Off North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026 di Ruang Tondano, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (21/5/2026).

Dihadapan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Kepala Daerah dan atau yang mewakili, Bea Cukai, instansi terkait, organisasi pengusaha di Sulut.

Di kegiatan itu, Bupati Kabupaten Minut Dr Joune Ganda juga menjadi moderator dan menyampaikan presentasi terkait strategi Kabupaten Minut, dalam upaya pencapaian target realisasi investasi tahun 2026.

Kepada sejumlah wartawan di depan atrium Kantor Bupati Minut Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi, Bupati Joune memberikan informasi lanjut terkait itu.

"Di triwulan I tahun 2026, investasi di Kabupaten Minahasa Utara kedua terbesar di Sulut. Capaian invetasi PMA nomor 1 se Sulut, PMDN nomor dua setelah kota Manado. Target yang kita capai yang di compare dengan tahun 2025 kami bisa capai diatas 148 persen dari target," kata Bupati Minut Dr Joune Ganda, Jumat (22/5).

Saat diwawancara bupati Joune pakai batik motif warna biru.

Cuaca saat pelaksanaan wawancara kepada  Bupati cerah.

Lanjut Bupati Minut dua periode yang berpasangan dengan Wakil Bupati Kevin Lotulung MH, ini merupkan capaian luar biasa.

Diharapkan jadi motor penggerak perekonomian di Minut, di tengah situasi gonjang-ganjing dan dinamika politik saat ini Minut mampu tunjukkan daya tarik luar  biasa untuk investasi.

Pihaknya komitmen akan terus mengawal ini, gelar rapat untuk pantau perkembangan sambil ambil langkah kreatif karena transfer kauangan daerah menurut pemda dituntut harus mampu gerakkan perekonomian dari sisi investasi.

Menurut Bupati Joune pencapain investasi biasanya muncul dan meningkat di triwulan III dan IV, maka target kedepan Minut bisa capai prestasi lebih baik lagi.

"Capain ini memang masyarakat perlu  tua kami bergerak silent operation, kami tingkatkan pelayanan ke investor, jemput bola agar mereka mau berinvestasi di Minut di topang dengan data yang akurat berkaitan dengan tingkat pelayanan ke investor baik," kata dia.

Sembari menambahkan strategi lainnya pihaknya telah meningkatkan keberadaan Mal Pelayanan Publik, disana adalah tempat pelayanan kepada investor.

Pihaknya juga memberikan instruksi ke perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan peningkatkan investasi agar memberikan pelayanan prima.

Seperti dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, DMPTSP dan lainnya.

"Ada testimoni dari para investor mereka senang berinvestasi di Minut, enak tidak ada pengutan liar, tidak ada hal memberatkan, dapat percepatan proses tanpa langgar aturan," urainya.

Lanjutnya, mengenai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tetap jadi atensi karena dalam pembangunan tidak boleh melanggar tata ruang.

Koordinasi dan komunikasi dengan Gubernur Sulut, pemprov Sulut dan kementrian terkait agar kendala yang ada bisa ada solusinya.

Adapun investasi di Minut tak lepas dukungan dan keberadaan potensi yang ada di Minut, seperti Hub logistik, pariwisata, energi, dan industri sebagai sektor unggulan.

"Sektor pariwisata saat ini tengah di bangun Hotel berbintang Hotel Marriot. Di Likupang Kemudian rencana pembangunan resort skala internasional Club Med, dengan nilai invetasi sekitar hampir rp 2 triliun di Desa Makalisung Kecamatan Kema," jelasnya.

Terkait dengan rencana pembangunan resort berskala internasional Club Med, tahapannya sudah jalan, doakan dalam waktu dekat akan groundbreaking.

Club Med adalah jaringan internasional dari Prancis, yang tak mudah untuk memberikan rekomendasi pembangunan resort di daerah jika daerah tidak ada potensi, apalagi banyak hambatannya.

Keberadaan resort itu, diharapkan akan menjadi kawasan pariwisata yang mendunia.

Terpisah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minut Richard Dondokambey, di Mal Pelayanan Publik di Minut ada 29 loket dari enam instansi vertikal, 12 instansi internal dengan 138 jenis layanan.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.