TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Di Sungai Ciluar Bogor rupanya terdapat pulau atau daratan di tengah-tengah sungai.
Lokasinya berada di wilayah antara Kelurahan Karadenan dan Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (21/5/2026), pulau di tengah sungai itu diapit oleh dua aliran Sungai Ciluar sebelah barat dan timur yang terbagi dua sebelum kembali menyatu di hilir.
Area pulau itu terpantau terisolir, tak ada akses jembatan untuk bisa masuk ke sana.
Kondisi area pulau itu terlihat kosong tak berpenghuni dan tak terurus.
Di dalamnya mirip seperti belantara dengan banyak pohon-pohon dan akar belukar yang terlihat di pinggir sungai.
Menurut salah satu warga sekitar, Amid (41), pulau itu sebelumnya berpenghuni dan ada satu rumah yang didirikan warga.
Namun warga yang menghuni pulau itu sudah lama pindah dan pulau itu kini terbengkalai dan rumah tersebut sudah tak nampak lagi.
"Ini pulau, emang disebutnya pulau ini. Dulu sempat ada rumah, ada jembatannya," kata Amid kepada TribunnewsBogor.com.
Jembatan itu menyeberangi sungai menghubungkan pulau dengan daratan wilayah Karadenan yang masih berupa lahan kosong dan terdapat pohon-pohon bambu.
Beberapa ratus meter dari area pohon-pohon bambu itu merupakan area pemukiman lain yang dihuni Amid sendiri.
Amid mengungkap alasan kenapa satu keluarga penghuni pulau tersebut pindah.
Sebab mereka selalu dihantui Sungai Ciluar yang kerap meluap dan menimbulkan banjir.
"Karena (rumahnya) jebol mulu (diterjang banjir), jadi dia pindah," kata Amid.
Banjir itu juga kerap menggenang pemukiman dan mushola di seberang pulau, yaitu pemukiman tempat Amid tinggal bersama keluarganya.
Bahkan sampai 2026, banjir masih melanda pemukiman Amid tinggal ketika hujan deras melanda, tepatnya di Kampung Pisang, RT 02/06.
Amid mengaku, meski rumahnya juga langganan diterjang banjir, dia sulit memikirkan jika harus pindah rumah seperti penghuni pulau di tengah Sungai Ciluar tersebut.
"Kalau yang di sini mah (Kampung Pisang), ya kita mau pindah ke mana tuh, enggak ada tanah lagi di tempat lain kan," kata Amid.
"Kita kalau pindah, pindah ke mana. Sayang rumah-rumah di sini sayang kalau tinggalin," katanya.
Amid pun berharap, pembangunan tanggul Sungai Ciluar dekat Kampung Pisang bisa diselesaikan untuk mengantisipasi ancaman banjir yang terus menghantui warga.
"Banjir hampir tiap tahun. Sekarang kadang-kadang hujannya berturut-turut aja kita udah ngeri gitu," ungkapnya.