‘Mereka bilang 12 bulan, tapi saya kembali dalam lima’: Michail Antonio ungkap kisah kecelakaan mobil mengerikan dan refleksi atas tragedi Diogo Jota
Dewi Rahayu May 23, 2026 01:49 AM

Mantan penyerang West Ham United, Michail Antonio, berbagi kisah tentang kecelakaan mobil yang dialaminya pada Desember 2024, yang mengakhiri musimnya dan masa baktinya bersama The Hammers.


Antonio kini telah kembali merumput setelah beberapa bulan absen akibat patah kaki yang dideritanya dalam kecelakaan mobil saat pulang dari latihan tahun lalu.


Pemain berusia 35 tahun itu sudah kembali mengemudi sejak Maret setelah insiden tersebut dan musim panas ini ia tampil kembali di sepak bola profesional bersama tim nasional Jamaika pada ajang Piala Emas CONCACAF, beberapa bulan lebih cepat dari jadwal pemulihan yang diperkirakan.


Setelah kontraknya berakhir dan tidak diperpanjang oleh West Ham, Antonio mengaku kini memiliki motivasi yang lebih besar dari sebelumnya untuk membuktikan dirinya lagi di lapangan.


Saat ini berstatus tanpa klub, Antonio berbicara kepada FourFourTwo ketika menjalani tugas sebagai komentator di ajang FA Community Shield antara Liverpool dan Crystal Palace. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengingat momen kecelakaan tersebut, sehingga tidak mengalami kesulitan saat kembali mengemudi.


“Saya dulu tipe orang yang selalu menunda-nunda, berpikir ‘nanti saja saya urus’. Sekarang saya lebih proaktif, karena saya sadar apa pun bisa terjadi. Saya benar-benar sedang dalam perjalanan pulang dari latihan dan hampir kehilangan nyawa,” ujar mantan pemain Nottingham Forest itu.


“Hal pertama yang dikatakan dokter kepada saya adalah, ‘Kakimu patah, tapi ini cedera yang bisa sembuh seiring waktu, dan kamu akan bisa bermain sepak bola lagi’. Jadi saya tidak perlu khawatir apakah saya bisa bermain lagi atau tidak.”


“Semua tergantung pada kerja kerasmu, dan saya adalah orang yang selalu bekerja keras. Saya berhasil pulih dalam setengah waktu dari yang biasanya dibutuhkan seseorang.”


Ia menambahkan, “Mereka bilang butuh 12 bulan, tapi saya sudah kembali berlatih setelah lima setengah bulan.”


Antonio mengalami kecelakaan dengan mobil Ferrari miliknya di Epping pada 7 Desember 2024, yang menyebabkan cedera serius dan mengakhiri musimnya, meski untungnya tidak mengancam nyawa. Sehari kemudian, ia menjalani operasi di pusat kota London untuk memperbaiki patah tulang di kaki kanannya.


Pada musim panas sebelumnya, penyerang Liverpool, Diogo Jota, terlibat dalam kecelakaan lalu lintas fatal saat liburan musim panas. Ia dan saudaranya, Andre Silva, meninggal dunia, kabar yang mengguncang dunia sepak bola.


“Itu benar-benar mengguncang saya,” kata Antonio. “Saat itu saya sedang di gym, melakukan latihan penguatan untuk kaki saya bersama fisioterapis pribadi. Dia lalu berkata, ‘Kamu sudah lihat berita ini?’.“


Sebuah penghormatan hening digelar sebelum pertandingan Liverpool melawan Crystal Palace pada Minggu sore, untuk mengenang Jota dan Silva. Para pendukung The Reds membawa bendera serta mengenakan kaus dengan nomor punggung sang pemain asal Portugal sebagai bentuk penghormatan.


“Saya langsung kehilangan fokus. Saya tidak bisa melanjutkan latihan. Saya memutuskan untuk berhenti dan pulang. Itu sangat mengguncang saya, karena saya merasa itu bisa saja terjadi pada saya,” tambah Antonio.


Mantan penyerang The Hammers itu menghabiskan satu dekade di Stadion London sebelum akhirnya hengkang. Kini ia sedang mencari klub baru yang tepat bagi dirinya dan keluarganya di tahap akhir kariernya.


“Karena saya sangat fokus melatih kaki kanan saya, sekarang kaki kanan saya lebih kuat daripada kaki kiri. Jadi saya harus mengejar ketertinggalan dengan kaki kiri.”


“Sekarang saya sudah kembali normal. Saya siap bermain lagi, dan saya punya sesuatu untuk dibuktikan — itulah yang membuat saya semakin bersemangat,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.