Melbourne (ANTARA) - Para peneliti di Australia telah mengidentifikasi faktor-faktor biologis yang membuat wilayah tertentu di otak lebih rentan terhadap pertumbuhan tumor, sehingga memberikan wawasan baru tentang bagaimana kanker otak muncul.

Dengan menggunakan model lalat buah, para peneliti melakukan pengujian mengapa mutasi penyebab kanker memicu tumor di beberapa area otak, tetapi tidak di area lainnya, demikian menurut pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/5) oleh Peter MacCallum Cancer Center (Peter Mac) di Melbourne.

Penelitian tersebut, yang telah diterbitkan di dalam jurnal Amerika Serikat Proceedings of the National Academy of Sciences, mengidentifikasi sebuah protein bernama "Chinmo" sebagai faktor penentu utama dalam pembentukan tumor.

Tim peneliti menemukan bahwa mutasi pada bagian otak lalat buah tempat Chinmo aktif memiliki kemungkinan jauh lebih besar untuk berkembang menjadi kanker, sementara mutasi serupa tidak membentuk tumor di tempat Chinmo tidak ada.

"Kita dapat mengubah nasib sel-sel pembawa mutasi yang sama persis melalui pengaktifan atau penonaktifan Chinmo," ujar Profesor Louise Cheng dari Peter Mac, yang laboratoriumnya melaksanakan penelitian tersebut, seraya mengusulkan cara-cara potensial untuk melakukan intervensi.

Para peneliti juga menemukan bahwa Chinmo diatur oleh hormon steroid yang terlibat dalam perkembangan otak, menyoroti bagaimana waktu perkembangan dan sinyal hormonal memengaruhi risiko kanker.

Temuan-temuan ini dapat membantu para ilmuwan mengidentifikasi "faktor-faktor kompetensi" serupa pada manusia yang memicu pembentukan kanker, serta mengembangkan strategi pencegahan kanker dengan menargetkan kondisi-kondisi tersebut secara terapeutik, tutur Cheng.