Daging Kurban Dam Jemaah Haji Indonesia akan Didistribusikan untuk Palestina
Whiesa Daniswara May 23, 2026 04:33 AM

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Program pengelolaan dam atau denda haji tamattu dalam penyelenggaran ibadah haji 2026 rupanya membawa misi kemanusiaan internasional.

Pasalnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta agar sebagian besar daging kurban (hadyu) didistribusikan untuk masyarakat Palestina.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Azhar Simanjuntak kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Permintaan ini disampaikan Kemenhaj kepada pemerintah Arab Saudi dan Adahi, lembaga resmi yang akan mengelola dam jemaah haji.

"Kami sudah meminta secara khusus kepada Adahi juga Pemerintah Saudi Arabia, supaya daging-daging dam ini itu didistribusikan untuk masyarakat Palestina," kata Dahnil.

Menurut Dahnil, jumlah dam jemaah haji Indonesia tahun ini yang akan disalurkan ke Palestina diperkirakan mencapai hampir 90 ribu ekor. 

Kebijakan ini juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.

"Presiden berharap daging-daging dam jemaah haji Indonesia didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan," tambah Dahnil.

Selain untuk Palestina, sebagian daging dam juga direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat di kawasan Timur Tengah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Jakarta yang Hilang Ditemukan Meninggal, Petugas Siapkan Badal Haji untuk Almarhum

Melonjak Tajam

Sementara itu, kesadaran jamaah haji Indonesia untuk membayar dam melalui jalur resmi melonjak tajam .

Berdasarkan data Kemenhaj per Jumat (22/5/2026), total dam yang dibayarkan jemaah haji Indonesia naik mencapai 126.832 hadyu atau hewan kurban.

Rinciannya, jemaah yang membayar dam haji di Tanah Suci melalui Adahi sebanyak 90.956 jemaah, sedangkan yang membayar dam di Tanah Air sebanyak 32.691 orang.

"Ada juga yang membayar damnya dengan puasa, yaitu 3.195 orang dan yang haji ifrad (tidak perlu membayar dam) 1.076 orang," kata Dahnil.

Jumlah ini naik lebih dari 1.000 persen dari tahun sebelumnya, di mana hanya 10.000 dam dari 221 ribu jemaah yang berhaji.

Dahnil menambahkan, hewan dam jemaah haji akan mulai dipotong mulai 10 Dzulhijjah atau Rabu, 27 Mei 2026.

Perwakilan Kemenhaj RI mewakili para jemaah serta awak media, sambung Dahnil, akan ikut menyaksikan proses pemotongan hewan dam itu di Rumah Potong Hewan (RPH) Adahi.

Nantinya, kata dia, jemaah akan tahu hewan damnya telah dipotong usai mendapatkan notifikasi di HP dari Adahi.

Sementara hewan dam yang dipotong di Tanah Air, diatur tersendiri oleh setiap jemaah. 

"Kami, tidak ikut-ikut, artinya tidak mengoordinir atau jemaah bisa memotong hewan damnya di kampungnya masing-masing," ungkapnya.

Pendataan yang tahun ini dilakukan, menurut Dahnil, merupakan momen bersajarah dalam tata kelola haji, termasuk di dalamnya mengenai dam haji. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.