Cerita Detik-Detik WNI Relawan GSF Dicegat Israel, Alami Kekerasan hingga Ditembak Peluru Karet
Weni Wahyuny May 23, 2026 09:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pengalaman menegangkan dialami sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) saat kapal mereka dicegat tentara Israel di wilayah Mediterania Timur. 

Setelah dinyatakan bebas dan berada di Istanbul, Turki, salah satu relawan, Herman Budianto, mulai mengungkap situasi mencekam yang terjadi di tengah laut sebelum mereka akhirnya ditahan.

Menurut Herman, kapal yang mereka tumpangi saat itu sebenarnya masih berada cukup jauh dari wilayah Palestina. 

Namun, rombongan relawan tetap dikejar hingga akhirnya berhasil dihentikan oleh aparat militer Israel.

Baca juga: Sempat Ditahan Militer Israel, Menlu RI Perkirakan 9 Relawan WNI Tiba di Tanah Air Minggu Sore

“Kita masih berada di perairan Mediterania. Jadi belum masuk ke wilayah Palestina. Jadi masih jarak yang pertama itu masih sekitar 250 mil. Kalau saya ditangkap di jarak 100 mil ya. Jadi masih jauh sebenarnya,” ucapnya, Jumat (22/5/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Herman mengatakan suasana berubah mencekam ketika kapal perang Israel mulai mendekat dengan kecepatan tinggi. 

Ia menyebut beberapa kapal kecil turut diterjunkan untuk mengepung kapal para relawan sehingga mereka tidak lagi memiliki ruang untuk melarikan diri.

“Kemudian didatangi dengan kecepatan penuh kapal perang dari penjajahan yang di sana. Kemudian diturunkan kapal-kapal kecil berupa kapal sekoci dan juga kapal perang kecil untuk mengejar kami dan kami sudah tidak bisa menghindar lagi,” imbuhnya.

Setelah berhasil dihentikan, Herman mengaku para relawan langsung mendapatkan perlakuan kasar dari tentara Israel. 

Ia juga mengungkapkan para peserta misi kemanusiaan mengalami bentakan, intimidasi verbal hingga tindakan fisik sebelum dipindahkan ke kapal militer Israel.

“Melakukan banyak kekerasan verbal juga. Kemudian kami dipindahkan ke kapal yang besar, dibawa ke sana dan di sanalah mulai kekerasan yang lebih dahsyat lagi. Jadi tangan kami sudah terikat di belakang dengan sangat luar biasa,” tutur Herman.

Di atas kapal besar milik militer Israel tersebut, Herman mengatakan situasi semakin tidak terkendali. 

Para relawan disebut dipaksa duduk dengan posisi tertentu (sujud) sambil terus menerima pukulan apabila bergerak atau mengangkat kepala.

“Kami harus posisi duduknya dengan lutut kami, dengan posisi mendekati sujud ya. Kalau kita naik kepala sedikit langsung dipukul ya, baik pukul kepala, diinjak kepala, dipukul perut, dada, dan lain-lainnya itu sudah tidak terhitung jumlahnya,” ucap Herman.

Baca juga: Kisah 9 WNI Dipaksa Bersujud hingga Disetrum Militer Israel, Kini Dibebaskan, Menlu Kawal Kepulangan

Tak hanya itu, Herman juga mengungkap adanya relawan yang mengalami luka akibat ditembak peluru karet. 

Ia mengatakan beberapa korban bahkan terlihat mengalami luka pada bagian tubuh tertentu usai insiden tersebut.

“Di tempat lain bahkan sampai di ada teman kami yang ditembak bagian punggungnya dengan peluru karet ya, kelihatan lukanya. Ada juga dua orang yang saya lihat, yang di punggung sama yang di pundak, itu perempuan, dan itu terus mengalami tindak kekerasan tadi,” pungkasnya.

JURNALIS DITANGKAP ISRAEL - Momen sejumlah jurnalis dan aktivis asal Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 berfoto di pantai laut Mediterania sebelum ditangkap militer Israel. (HO/IST/Dok. Instagram @rherubowo)
JURNALIS DITANGKAP ISRAEL - Momen sejumlah jurnalis dan aktivis asal Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 berfoto di pantai laut Mediterania sebelum ditangkap militer Israel. (HO/IST/Dok. Instagram @rherubowo) (Instagram/@rherubowo)

Para WNI Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada Minggu Sore

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi sembilan WNI tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) sore.

Mereka akan terbang dari Istanbul, Turki.

"Para WNI dijadwalkan tiba hari Minggu sore," kata Yvonne, Jumat.

Kemlu pun memastikan akan terus mengawal proses pemulangan para WNI hingga mereka tiba selamat di Indonesia. 

"Kemlu akan terus memantau setiap perkembangan dan memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga para relawan tiba di tanah air," ujar Yvonne.

Selain itu, Kemlu bersama pihak-pihak terkait juga terus berkoordinasi guna memastikan seluruh tahapan pemulangan dapat diselesaikan dengan baik demi keselamatan dan kelancaran kepulangan para WNI tersebut.

"Sesuai arahan Menlu, kita terus kawal proses kepulangan para WNI relawan GSF hingga seluruhnya tiba kembali di tanah air dengan aman," kata Yvonne.

Berikut adalah daftar nama sembilan WNI yang sebelumnya ditangkap Israel:

1. Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef 

2. Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk 

3. Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk 

4. Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk 

5. Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize 

6. Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro 

7. Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro 

8. Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1 

9. Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.