Renungan Harian Kristen Markus 14:12-21, Teguran Kasih
Alpen Martinus May 23, 2026 09:33 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Banyak hal yang bisa dipelajari dari Alkitab.

Khususnya belajar soal kehendak Tuhan dalam kehidupan.

Berikut renungan harian berjudul teguran kasih. 

Baca juga: Renungan Pagi Markus 14:3-9 dan Yohanes 12:1-8, Minyak Narwastu

Ditulis oleh Zandy Keliduan dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Markus 14:12-21

Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." (Markus 14:21b)

Ada 3 hal penting yang Yesus sampaikan ketika makan perjamuan dengan murid-muridNya.

Pertama, itu adalah makan perjamuan terakhir, nanti mereka akan minum anggur bersama-sama ketika bertemu di Sorga (Matius 26:29).

Kedua, perjamuan ini merupakan malam pengumuman dimulainya Perjanjian Baru (Lukas 22:20).

Ketiga, Yesus menyampaikan bahwa salah seorang rasul akan menyerahkan Dia (Markus 14:18-21) dan lebih baik jika Ia tidak dilahirkan.

Yesus sudah mengingatkan Yudas lewat peristiwa Maria dan Narwastu, bahwa ia harus berbuat baik (ayat 6).

Yesus tahu bahwa Yudas sudah pergi ke imam-imam untuk menyerahkan Yesus.

Yesus mengingatkan semua rasul akan ada pengkhianatan oleh salah seorang di antara mereka, dengan ciri-ciri yang jelas (Ayat 20).

Seakan-akan pengumuman tentang pengkhianatan ini bentuk kebencian Yesus kepada Yudas, tidak! ini merupakan suatu bentuk kasih.

Masih ada waktu beberapa jam Yesus mengingatkan Yudas dengan tujuan ia bertobat dan membatalkan rencana jahatnya.

Namun ia mengeraskan hati, ia sudah terikat dengan uang, ia bahkan bertanya dengan munafik, “bukan aku ya Rabbi?”

Yesus menegur dengan keras jika ia terus bersikeras dan tidak mau bertobat adalah lebih baik jika tidak dilahirkan.

Pendeta Stephen Tong pernah mengatakan, “lebih baik saya menegur Anda dengan keras dan bertobat, masuk Sorga, daripada saya memuji-muji Anda yang sedang menuju neraka!”.

Kadang-kadang diperlukan sikap menegur dengan keras bagi hati yang tegar tengkuk dan tidak mau bertobat.

Namun dibalik ketegasan itu ada kebaikan dan keselamatan yang dapat diterima bagi yang mengalaminya.

Inspirasi: Marilah merenungkan sikap kita dalam memberi teguran dan menerima teguran.

Selidiki hati dan pikiran kita, apakah kasih dan kebaikan yang memotivasi atau kebencian dan kejahatan yang mendominasi?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.