SURYA.co.id, SURABAYA – Keuskupan Surabaya melalui Yayasan Yohanes Gabriel meluncurkan program transformasi pendidikan Katolik bertajuk A New Light for Tomorrow dalam momentum satu abad yayasan tersebut di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Jumat malam (22/5/2026).
Program rebranding dan launching pilot project ini dihadiri sekitar 300 undangan dari berbagai kalangan umat Katolik, pemerhati pendidikan, hingga mitra pendukung karya misi Gereja di bidang pendidikan.
Acara ini juga dihadiri Uskup Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Yohannes Gabriel, Monsinyur Agustinus (Mgr) Tri Budi Utomo.
Ketua Yayasan Yohanes Gabriel, RD Aloysius Hans Kurniawan, mengatakan program ini bertujuan memperbaiki kembali sekolah-sekolah Katolik yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Ada banyak sekolah Katolik yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi perlu ditransformasi agar bisa berkembang dan bermanfaat bagi lebih banyak anak-anak di Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya.
Baca juga: 20 Rumah Sakit Malaysia Pameran di Tunjungan Plaza dalam MHX Surabaya 2026
Saat ini, terdapat 149 sekolah di bawah Yayasan Yohanes Gabriel yang tersebar mulai Surabaya hingga Rembang, Jawa Tengah.
Seluruh sekolah tersebut ditargetkan menjalani proses transformasi secara bertahap hingga tahun 2030.
Acara ini sebagai momentum dimulainya project pembangunan dan pengembangan 18 sekolah tahap pertama dari 149 sekolah yang tersebar di wilayah Keuskupan Surabaya.
Program pembaruan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, pembaruan branding sekolah, hingga penguatan kurikulum dan kompetensi guru.
Selain itu, Yayasan Yohanes Gabriel juga akan memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai kehidupan bagi siswa agar lebih siap menghadapi kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
“Kami ingin nilai-nilai hidup lebih banyak diajarkan. Anak-anak dipersiapkan untuk keluarga, masyarakat, hingga pekerjaan mereka nanti,” katanya.
Tak hanya itu, peningkatan kemampuan bahasa juga menjadi salah satu fokus dalam transformasi pendidikan tersebut.
Menurutnya, Uskup Surabaya sebagai pemilik yayasan memiliki misi besar agar sekolah-sekolah Katolik tidak ditutup, melainkan diaktifkan dan dikembangkan kembali.
“Bapak Uskup punya kehendak supaya sekolah-sekolah ini segera dipercepat transformasinya. Karena itu kami juga mengundang banyak pihak untuk mendukung, baik dalam pendanaan maupun pelatihan guru agar kualitas tenaga pendidik semakin meningkat,” jelasnya.
Sementara itu Monsinyur Agustinus (Mgr) Tri Budi Utomo Uskup Surabaya menyampaikan pesan khusus terkait arah baru pendidikan Katolik di bawah naungan Yayasan Yohanes Gabriel.
Bapa Uskup menegaskan bahwa sekolah merupakan misi bersama dan tanggung jawab memajukan pendidikan Katolik bukan hanya berada di pundak pengelola sekolah, melainkan tugas seluruh umat.
Dalam acara ini, Monsinyur Agustinus (Mgr) Tri Budi Utomo mengajak umat untuk bersama-sama membangun, mengembangkan, dan menjaga keberlangsungan sekolah Katolik di Keuskupan Surabaya.
“Maka Yayasan Yohanes Gabriel dalam peringatan 100 tahun ini, sungguh-sungguh mau mengajak kita semua, membangun, menyalakan lilin baru, melakukan transformasi dalam diri yayasan,” tutupnya.