Sosok Kakek Firdaus Jemaah Haji yang Meninggal di Makkah Usai Seminggu Hilang, Pensiunan Depkes
Musahadah May 23, 2026 10:04 AM

 

SURYA.CO.ID - Inilah sosok Muhammad Firdaus Akhlan (73) alias Kakek Firdaus, jemaah haji yang ditemukan meninggal dunia, setelah sebelumnya dikabarkan hilang. 

Kakek Firdaus yang tergabung dalam kloter JKG-27, diketahui meninggalkan hotel tempatnya menginap di sektor 9 Misfalah, Makkah sejak Jumat (15/5/2026) pukul 09.04 waktu Arab Saudi.

Kabar hilangnya kakek Firdaus dibenarkan juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu (20/5/2026).

Ichsan menjelaskan, sejak laporan pertama diterima, Kemenhaj segera mengerahkan sejumlah tim dan melakukan pencarian ke berbagai titik hingga saat ini. 

Tim satu melakukan penyisiran ke sejumlah tempat, hotel, hingga area Masjidil Haram. Kemudian tim kedua dikerahkan untuk menyisir di jalan-jalan membantu pencarian.

Baca juga: 30 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya

Tim perlindungan jemaah (linjam) dari Madinah juga yang dikerahkan untuk melakukan pencarian hingga ke rumah sakit baik yang berada di Makkah maupun luar kota Makkah.

Selain melakukan pencarian, Kemenhaj juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian Arab Saudi .

"Kami juga membuat laporan kepolisian serta memberikan pendampingan penuh kepada sang istri selama proses pencarian berlangsung karena jemaah tersebut berangkat haji didampingi oleh istri," ujarnya.

Setelah dilakukan pencarian intensif, jenazahnya ditemukan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan Jabal Kudai, berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari area pemondokan mendiang.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono mengatakan, jenazah ditemukan oleh tentara Arab Saudi atau Askar yang sedang melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.

"Jenazah ditemukan Askar yang sedang berpatroli di sekitar Jabal Kudai, lalu diserahkan kepada pihak kepolisian dan forensik," kata Muftiono kepada tim Media Center Haji (MCH).

Kemudian, laporan tersebut diteruskan kepada pihak KJRI di Jeddah. Dalam dokumen forensik memuat infomasi jenazah dengan ciri-ciri seperti kakek Firdaus.

Menurut Muftiono, berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

"Situasi panas membuat kondisi jenazah mengalami perubahan warna, tapi masih utuh dan dapat dikenali. Sarung hitam, baju koko putih, gelang identitas, semuanya masih melekat dan utuh," ujarnya.

Setelah ditemukan, aparat Saudi melakukan pemeriksaan identitas melalui gelang jemaah, data paspor, visa, serta kartu identitas lainnya.

Pihak PPIH Arab Saudi juga mengajak istri almarhum, Nafsiah Nawan untuk memastikan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.

"Setelah dinyatakan bahwa itu adalah almarhum, kami juga mengajak istrinya dan menyatakan dari ciri-cirinya pakaian yang digunakan, pakaian sarung, baju warna putih, koko, itu betul almarhum," kata Mutfiono.

Ia juga menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kakek Firdaus. Diduga, almarhum kelelahan akibat cuaca panas ekstrem lalu terjatuh di area perbukitan.

Siapakah Kakek Firdaus? 

Kakek Firdaus diketahui tinggal di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Firdaus memiliki riwayat kesehatan pra-demensia sejak tahun 2021 dan sempat mengalami kondisi kesehatan yang menurun saat mulai berada di asrama haji.

Dia berangkat haji bersama dengan Nafsiah, istrinya. 

Kepada tim MCH, Nafsiah sempat berkisah tentang sosok Firdaus yang menikahinya pada tahun 1976.

Setelah pensiun dari Departemen Kesehatan (Depkes), Firdaus masih aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan di tempat mereka tinggal yaitu di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

"Abah pernah menjadi ketua RT selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri," tutur Nafsiah.

Saat waktu shalat tiba, lanjut Nafsiah, Firdaus terbiasa berjalan kaki seorang diri menuju masjid yang berjarak sekira 15 menit dari rumah.

"Kalau subuh juga ke masjid, kan agak jauh ya, ke masjid pulang pergi, jalan agak jauh untuk persiapan haji," tutur Nafsiah yang ditemui sebelum jenazah Firdaus ditemukan.

Saat wawancara itu Nafsiah masih berharap sang suami kembali dengan selamat. 

Nafsiah pun tak pernah lepas dari doa-doa. 

"Ini di Baitullah, di rumahnya Allah, mudah-mudahan Allah jaga suami saya. Saya harus berhusnuzhan. Ya Allah, lindungilah suami saya, dia tamunya Allah, pasti Allah nggak akan sia-siakan," kata Nafsiah ketika ditemui tim Media Center Haji (MCH), Selasa (19/5/2026).

Setelah melafalkan doa tersebut, Nafsiah melantunkan shalawat agar hatinya semakin tenang.

Namun ketika mengingat kembali pada nasib suaminya, Nafsiah melafalkan doa serupa dan terus berbaik sangka kepada Allah.

"Ya Allah lindungilah, pelihara dia ya Allah, kembalikan ya Allah dalam kondisi sehat," ujar Nafsiah dengan nada suara bergetar.

Nafsiah tak menampik, pikirannya diliputi dengan penuh kekhawatiran terhadap nasib suami. Bahkan ia tak pernah lagi tidur nyenyak sejak sang suami menghilang.

"Saya nggak bisa tidur, gimana nih dia? Lagi ngapain? Udah makan apa belum? Makan apa? Terus harus minum," kata Nafsiah. Suaranya pun tercekat ketika mengucapkan kalimat-kalimat pertanyaan itu.

Tak cukup hanya sampai di pencarian, pihak keluarga yang berada di Jakarta pun melakukan sejumlah upaya.

Nafsiah berkisah, saban malam selepas shalat Maghrib, keluarganya menggelar kegiatan ratiban secara online. Dari sana, mereka berdoa agar Firdaus lekas ditemukan.

"Setiap malam keluarga bantu doa mudah-mudahan doanya diijabah oleh Allah. Semoga bisa pulang, bisa kembali, bisa ngelakuin ibadah haji dengan sempurna," harapnya.

Namun nasib berkata lain, Firdaus telah meninggal dunia di kota suci Makkah. 

Dimakamkan di Makkah, Disiapkan Badal Haji

Jenazah rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di Kota Makkah setelah seluruh proses administrasi dari kepolisian dan KJRI selesai dilakukan.

"Kita masih menunggu mudah-mudahan hari ini atau sore nanti (kemarin, red) dinyatakan secepatnya akan dimakamkan," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Muftiono kembali mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak melepas gelang identitas dan selalu membawa kartu Nusuk saat beraktivitas.

Ia mengungkapkan, saat ditemukan almarhum tidak membawa kartu Nusuk. Meski demikian, gelang identitas masih melekat sehingga memudahkan proses identifikasi oleh aparat Arab Saudi dan petugas haji Indonesia. 

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. 

"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat , Moh. Hasan Afandi.

Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

Ia menegaskan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," jelas Hasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.