Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Mei 2026, "Tuhan Punya Rencana Berbeda bagi Tiap Orang"
Eflin Rote May 23, 2026 10:19 AM

Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Sabtu, 23 Mei 2026
Hari Biasa Pekan VII Paskah
Kis 28:16-20.30-31; Mzm 11:4.5.7;
Yoh 21:20-25.
Warna Liturgi Putih

Tuhan Punya Rencana Berbeda bagi Setiap Orang

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus

Pernahkah kita merasa penasaran, iri, atau bahkan khawatir melihat kehidupan orang lain? Pernahkah kita berpikir, “Mengapa dia lebih sukses, lebih berbakat, atau lebih dicintai?” Dalam Yohanes 21:20-21, kita melihat Petrus melakukan hal yang sama.

Setelah kebangkitan Yesus, Petrus melihat murid yang dikasihi Yesus—Yohanes—dan bertanya, “Tuhan, bagaimana dengan orang ini?” 

Pertanyaan Petrus ini sungguh sederhana, namun di baliknya terdapat satu kenyataan manusiawi: hati kita mudah membandingkan diri dengan orang lain. Kita lupa bahwa setiap orang dipanggil untuk perjalanan yang
unik di dalam rencana Allah. 

Saya ingin membagikan sebuah pengalaman nyata. Seorang teman saya, sebut saja Maria, selalu merasa iri dengan kakaknya yang sukses dalam karier dan terkenal di komunitas.

Maria merasa hidupnya biasa-biasa saja, padahal ia setia melayani di paroki dan pekerjaannya sehari-hari.
Suatu hari, Maria mengikuti retret doa. Di sanalah ia menyadari sesuatu yang sangat penting: Tuhan tidak memanggil setiap orang untuk hal yang sama.

Ia mulai melihat, bahwa pengaruhnya di paroki—membimbing anak-anak, mendampingi orang tua—adalah rencana Tuhan yang unik, yang tidak bisa dibandingkan dengan kesuksesan kakaknya.

Sejak saat itu, Maria menemukan sukacita dan damai, karena ia sadar bahwa hidupnya bermakna dalam jalur yang Tuhan tetapkan, meski berbeda dari orang lain.

Beberapa point yang perlu kita renungkan berdasarkan bacaan hari ini. Pertama, Hati manusia yang mudah membandingkan: Seperti Petrus, kita sering menoleh ke “jalur orang lain.” Kita membandingkan karier,
keluarga, keberhasilan, atau pelayanan rohani.

 Dunia modern bahkan semakin memperkuat kebiasaan ini. Media sosial membuat kesuksesan orang lain terlihat begitu sempurna. Kita cenderung menilai keberhasilan atau panggilan hidup berdasarkan apa yang dimiliki orang lain, bukan dari apa yang Tuhan berikan secara unik kepada kita.

Kedua, Tuhan memiliki rencana berbeda bagi setiap orang: Yesus menjawab Petrus dengan bijak: setiap orang memiliki panggilan yang berbeda. Yohanes memiliki perjalanan dan pelayanan yang unik, Petrus pun demikian.

Tidak ada dua jalan yang sama. Setiap orang memiliki talenta, hati, dan kesempatan yang telah Tuhan rancang dengan penuh kasih.

Kita dipanggil untuk fokus pada rencana Tuhan bagi diri kita, bukan membandingkan diri dengan orang lain. Setia di jalur kita sendiri adalah wujud iman dan kepatuhan. Hidup kita, sekecil atau sesederhana apa
pun, memiliki makna di mata Tuhan.

Ketiga, Dunia modern membuat kita mudah membandingkan: Teknologi, media sosial, dan tuntutan masyarakat seringkali membuat kita merasa tidak cukup. Namun Yohanes 21:20-25 mengingatkan kita untuk mengalihkan fokus dari hidup orang lain ke panggilan kita sendiri. 

Tuhan selalu menyiapkan berkat dan misi yang sesuai dengan hati dan kemampuan kita. Renungkanlah sejenak: Apa yang Tuhan ingin saya lakukan hari ini? Bagaimana saya bisa setia di tempat saya berada, dalam pekerjaan,
keluarga, atau pelayanan saya?

Marilah kita belajar menerima perjalanan hidup kita dengan iman, bukan dengan perbandingan. Tuhan punya rencana yang unik bagi setiap orang. 

Kita tidak dipanggil untuk iri atau cemas, tetapi untuk bersyukur dan setia. Setiap langkah kecil yang kita lakukan dengan kasih dan kesetiaan memiliki makna di mata Tuhan.

Doa: Tuhan yang Mahakasih, Terima kasih karena Engkau mengenal hati kami dan menuntun setiap langkah kami dengan rencana yang unik dan sempurna. Bantulah kami melepaskan rasa iri, kecemasan, dan kebiasaan
membandingkan diri dengan orang lain. Berikan kami keberanian untuk setia menjalani jalan yang Engkau tetapkan, dan sukacita melihat setiap berkat dan panggilan yang Engkau berikan bagi hidup kami. Semoga kami selalu percaya, bahwa hidup kami di tangan-Mu adalah hidup yang penuh makna...Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Sabtu Pekan VII Paskah, Novena Roh Kudus hari ke 9. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.  (Pastor John Lewar SVD)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.