Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu Pekan Paskah VII– 23 Mei 2026
Bacaan I: Kis. 28: 16-20.30-31
Injil: Yoh. 21: 20-25
Tema: “Tapi engkau, Ikutlah Aku”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Kadang kita mudah membandingkan diri: melihat orang lain seolah lebih dulu berhasil, lebih diberkati, atau lebih “tepat” dalam panggilannya. Dalam Injil hari ini, Yesus justru menegur cara pandang itu.
Setelah mengutus Petrus, Yesus berkata kepada Petrus: bukan tentang apa yang terjadi pada orang lain, melainkan tentang satu panggilan yang paling penting—“Tapi engkau, ikutlah Aku.”
Saudara-saudari terkasih
Pada bacaan ini (Kis 28:16-20.30-31), Kisah para Rasul menampilkan Paulus yang tetap setia mewartakan Kristus, bahkan ketika berada dalam keadaan terbatas (dipantau/ditahan). Ia menerima banyak orang, menjelaskan Kerajaan Allah, dan mengajar dengan keberanian.
Dalam Injil (Yoh 21:20-25) setelah Petrus diberi tugas, Petrus menoleh dan melihat “murid yang lain” (murid yang dikasihi). Ia bertanya-tanya: bagaimana nasib murid itu? Yesus menegaskan: perhatian Petrus jangan terseret pada rencana orang lain, melainkan kembali pada panggilan yang langsung diberikan kepadanya. Pesan utamanya: ikut Yesus bukan permainan perbandingan, melainkan ketaatan pribadi.
Refleksi kita adalah “Suka membandingkan”: di mana kita cenderung membandingkan panggilan saya dengan orang lain?
Permenungan kita: apakah kita lebih sering bertanya “kenapa aku tidak seperti dia?” daripada bertanya “Tuhan, apa langkah yang Engkau kehendaki untukku hari ini?”
“Batasan”: Seperti Paulus dalam keadaan tahanan, ada situasi yang membuat kita serasa “terkunci”: kesibukan, kelelahan, kendala ekonomi, konflik, atau rasa takut.
Permenungan kita: apa yang sedang membatasi kita, namun tidak boleh mematikan iman? Langkah kecil pelayanan/iman apa yang tetap bisa kita lakukan? “Ikutlah Aku”: kalimat Yesus “ikutlah Aku” terdengar seperti apa dalam hidup kita minggu ini?
Permenungan kita: apakah kita taat pada panggilan Tuhan atau berpaling pada panggilan dunia? Tentukan satu tindakan nyata: misalnya meluangkan waktu doa harian singkat, mendekati seseorang yang membutuhkan, menunaikan tugas pelayanan dengan kesetiaan, atau berdamai lebih dahulu.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Yesus tidak meminta kita menebak masa depan orang lain atau membandingkan jalan hidup. Ia berkata: “Tapi engkau, ikutlah Aku.”
Kedua, kisah Para Rasul menegaskan bahwa kabar baik tetap dapat disebarkan dalam keterbatasan, sementara Injil menegaskan bahwa panggilan paling penting adalah ketaatan kita sendiri kepada Kristus.
Ketiga, mama marilah kita memohon rahmat untuk tetap setia pada tugas yang Tuhan taruh, tanpa terseret oleh perbandingan. Dengan begitu, hidup kita menjadi kesaksian bahwa Yesus sungguh layak diikuti. Tuhan memberkati kita semua.