Kisah Hermanto Tanoko, Anak Penjaga Toko Cat yang Kini Punya Harta Rp89,6 Triliun
Putu Dewi Adi Damayanthi May 23, 2026 11:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hermanto Tanoko, pendiri sekaligus CEO Moorlife, kini kokoh berdiri sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Forbes mencatat kekayaannya melesat hingga mencapai angka 5,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp89,6 triliun, yang sempat menempatkannya kembali ke dalam daftar elite 10 orang terkaya di Indonesia.

Jauh dari gemerlap harta saat ini, masa lalu pria asal Surabaya ini dipenuhi perjuangan keras sejak kecil, mulai dari ikut menjaga toko cat hingga menjadi pengantar obat gratis untuk memajukan apotek orang tuanya.

Filosofi kerja keras dan ketangguhan masa muda itulah yang kemudian ia bawa ke dalam salah satu lini bisnis jaringannya, Morelife, hingga berhasil menaklukkan pasar nasional dan menembus pasar internasional.

Baca juga: Kisah CEO Malika Jiwaji Ubah Trauma Pandemi COVID Jadi Gerakan Merdeka Run 2026 Di Bali

Dalam acara Bali Champion Conference 2026 yang digelar di Bali, Hermanto menceritakan bagaimana produk wadah makanan dan minuman lokal yang ia lahirkan sejak tahun 2013 ini mampu membalikkan keadaan.

Lahir sebagai penantang baru, bisnis ini harus berhadapan langsung dengan raksasa kelas dunia di sektor industri yang sama.

Namun, pada akhir tahun 2025, ia membuktikan diri mampu memenangkan persaingan ketat tersebut, khususnya di pasar Indonesia.

"Kita harus punya ketangguhan, ya, pantang menyerah. Bagaimana kita yakin dengan kita punya produk, optimis, dan terus memberikan edukasi, memberikan motivasi, dan juga mindset positif, spirit kepada seluruh jaringan," ujar Hermanto dijumpai Tribun Bali di Sanur, Denpasar, pada Jumat 22 Mei 2026.

"Karena ya bersaing dengan perusahaan raksasa dari luar itu kan tidak mudah gitu, ya. Mereka bisa melakukan banyak cara, tidak hanya price war, tapi juga masuk di legal, juga masuk di promosi, ya banyaklah," sambung dia.

"Tapi ya terbukti, kan, setelah bersaing hampir 13 tahun ini, ya, akhirnya kami jadi juaranya, kan. Ini yang harus dibanggakan ini," jabar Hermanto.

Keberhasilan menyalip merek global ini tidak lepas dari keunggulan kualitas yang ditawarkan.

Kata dia, bahwa kekuatan utama Moorlife terletak pada fisik produk yang dirancang lebih tebal dari kompetitor sejenis, bersertifikasi food grade.

Dan memiliki kemampuan kedap udara yang sangat baik untuk menjaga keawetan makanan, termasuk makanan renyah khas Indonesia seperti kerupuk.

Tidak tanggung-tanggung, jaminan kualitas ini diperkuat dengan kebijakan garansi seumur hidup tanpa perlu menunjukkan faktur pembelian.

Jika terjadi kerusakan karena pemakaian, konsumen bisa langsung menukarnya dengan barang yang sama atau yang sejenis.

Strategi ini membuat produk mereka sangat kompetitif dan bernilai tinggi di mata konsumen.

Keunggulan kualitas tersebut kini membawa merek kebanggaan anak bangsa ini terbang tinggi ke pasar internasional.

Saat ini, pihaknya telah rutin mengekspor produknya ke tujuh negara, yakni Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Rumania, Hongaria, Mauritius, dan baru saja menembus pasar Amerika Serikat melalui pameran besar di Chicago.

Volume ekspornya pun terus melonjak. GM Sales Moorlife, Efo Syana Rosa, mengonfirmasi bahwa khusus pada bulan ini saja, perusahaan telah mengirimkan sebanyak tiga kontainer produk ke luar negeri.

Dikatakannya, bahwa ekspansi ke wilayah Amerika dilakukan demi mewujudkan visi besar mereka untuk menjadi brand global yang memperkuat perekonomian serta menyumbang devisa bagi Indonesia.

Selain fokus pada ekspansi global, kekuatan utama bisnis ini di dalam negeri bertumpu pada sistem pemasaran jaringan (networking) yang berfokus mendidik masyarakat menjadi wirausaha independen, bukan sebagai karyawan.

Dengan model ini, pihaknya melarang keras produknya dijual bebas di supermarket, toko ritel, atau platform online umum agar ekosistem jaringannya tetap hidup dan berkembang sehat.

Hingga kini, sekitar 250 ribu entrepreneur berhasil dijaring dari Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah Papua dan Bali, dengan mayoritas anggotanya merupakan kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Ia melihat fleksibilitas waktu menjadi alasan utama mengapa banyak perempuan dan ibu rumah tangga mampu mencetak penghasilan luar biasa, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan melalui bisnis ini.

Model bisnis ini sengaja dirancang untuk memberikan value lebih melalui edukasi presentasi produk, alih-alih sekadar jualan biasa.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan program lingkungan hijau karena produk yang tahan lama dapat dipakai berulang kali dan mengurangi limbah plastik.

Dari sektor produksi, emiten di bawah bendera Tancorp ini disokong oleh tiga pabrik lokal yang berlokasi di Nganjuk, Sidoarjo, dan Serang.

Dengan serapan tenaga kerja pabrik mencapai 500 orang, di mana seluruh cetakan dan desain produk murni merupakan karya anak bangsa.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, Morelife menerapkan strategi inovasi tiada henti dengan meluncurkan 4 hingga 5 produk baru setiap tahunnya demi menjaga total lebih dari 300 unit penyimpanan stok (SKU) yang mereka miliki saat ini.

Langkah terbarunya adalah merilis lini produk "Next Gen" yang mencakup tumbler stainless steel kedap udara dengan desain modern, yang sengaja dirancang khusus untuk menggaet minat generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.

Efo Syana Rosa menegaskan komitmen Morelife untuk terus membuka peluang bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang pendidikan atau ijazah.

Melalui tema konferensi tahunan "Glow Up" dan "Level Up" yang bertujuan membangun pola pikir positif di tengah tantangan zaman, ditargetkan misi sosial-ekonomi yang besar untuk Indonesia.

"Kita menawarkan peluang bisnis. Pokoknya kita di sini tidak pakai ijazah, tidak pakai apa-apa, yang penting kemauan mereka untuk berubah," jelasnya.

"Kita punya visi dan misi kita pengin mencetak 1 juta entrepreneur seperti Pak Hermanto, ya. Bagaimana coba kalau 1 juta entrepreneur, Indonesia ini bakalan kan kaya raya," pungkas Efo Syana Rosa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.