TRIBUNSTYLE.COM - Sabrina Chairunnisa belakangan ramai menjadi perhatian publik setelah membagikan pengalamannya menjalani egg freezing atau pembekuan sel telur usai tak lagi menjalani rumah tangga bersama Deddy Corbuzier.
Pengakuan itu diungkapkan Youtuber sekaligus model tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sabrinachairunnisa_.
Di usia 33 tahun, Sabrina menceritakan bagaimana hidupnya berubah begitu cepat hingga berada di luar bayangannya sendiri.
Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri beragam komentar dari warganet.
Banyak yang kemudian penasaran dengan respons Deddy Corbuzier atas keputusan mantan istrinya menjalani prosedur tersebut.
Bahkan, salah satu komentar warganet secara terang-terangan ikut menyinggung nama Deddy Corbuzier.
Baca juga: Ikuti Jejak Luna Maya, Sabrina Chairunnisa Bekukan Sel Telur Usai Cerai dari Deddy Corbuzier
"Nunggu komen @mastercorbuzier," ujar salah satu warganet.
Tak lama, pemilik nama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sundjojo ini pun memberikan respons singkat terkait kabar tersebut.
Ayah dua anak ini mengaku turut bahagia melihat keputusan dan perjalanan hidup yang dijalani Sabrina saat ini.
"Komen? I'm happy for her, as always
Aku senang untuknya, seperti biasa, " ujar Deddy.
Diketahui, Sabrina dan Deddy menikah pada 6 Juni 2022 setelah menjalin hubungan selama sembilan tahun.
Namun, setelah tiga tahun berumah tangga, Sabrina resmi mengajukan gugatan cerai pada 16 Oktober 2025 di Pengadilan Agama Tigaraksa, Banten.
Perpisahan keduanya disebut berlangsung baik-baik tanpa konflik besar maupun isu perselingkuhan.
Lewat unggahan di Instagram, Sabrina Chairunnisa membagikan perjalanan personal tersebut kepada publik.
Meski awalnya ragu untuk bercerita, namun ia akhirnya memilih terbuka karena ingin berbagi informasi sekaligus mengingatkan bahwa setiap perempuan memiliki garis waktu hidup yang berbeda.
"Perjalanan pembekuan sel telurku. Membagikan hal ini bukanlah keputusan yang mudah, tetapi aku merasa banyak wanita saat ini membutuhkan informasi seperti ini," tulis Sabrina, dikutip Tribunnews, Sabtu (23/5/2026).
Dalam unggahan yang sama, wanita berusia 33 tahun ini mengaku tak pernah membayangkan prosedur pembekuan sel telur akan menjadi bagian dari kesehariannya di usia sekarang.
Menurutnya, berbagai perubahan besar dalam hidup datang secara tiba-tiba.
"Aku nggak pernah nyangka ini bakalan jadi kegiatan harianku di usia 33, kalau ngomongin perubahan hidup.
Rasanya hidupku tuh kayak udah di luar prediksi BMKG, mulai dari tiba-tiba summer school, tiba-tiba pindah ke New York, dan sekarang tiba-tiba egg freezing," lanjutnya.
Perempuan yang dikenal aktif menyuarakan isu perempuan itu juga mengaku sempat ragu membuka pengalaman pribadinya di media sosial.
Namun, ia kembali mengingat tujuan awal menggunakan platform digital sebagai ruang berbagi dan pemberdayaan.
"Jujur aja tadinya aku agak enggan sih untuk ceritain semua ini di media sosial.
Tapi kemudian aku ingat visi misi terbesarku dalam bermedia sosial, salah satunya ya pemberdayaan wanita," ungkap Sabrina.
Tak hanya ingin berbagi informasi teknis mengenai egg freezing, Sabrina berharap perjalanan pribadinya bisa menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki garis waktu berbeda dalam hidup.
Ia menilai perbedaan waktu mencapai sesuatu bukan berarti seseorang tertinggal dibanding orang lain.
"Pastinya di perjalanan pembekuan telur aku ini, nggak cuman share ke kalian informasi tentang egg freezing-nya sendiri, tapi dari perjalanan ini aku juga pengin jadi pengingat buat kita semua kalau garis waktu orang berbeda," je;asnya.
Sabrina kemudian menegaskan bahwa perbedaan waktu bukan berarti keterlambatan, melainkan bagian dari proses hidup masing-masing yang perlu dipercaya.
"Bukan berarti mereka terlambat, jadi ini perjalanan pengambilan sel telurku, tahapan yang sangat personal tentang mempercayai waktuku sendiri," tutupnya.
(Tribunnews.com, Rinanda)