Sebut SDM Kuliner Indonesia Manja, Chef Juna Tuai Kritikan, Ungkap Pembelaan: Tak Mendengar Baik
Listusista Anggeng Rasmi May 23, 2026 12:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Chef Juna mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah pernyataannya dalam sebuah podcast memicu gelombang pro dan kontra di media sosial.

Koki selebritas yang dikenal tegas itu ramai diperbincangkan usai membahas soal etos kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia saat berbincang bersama Raditya Dika.

Potongan video pembicaraan mereka dengan cepat menyebar luas dan memancing perdebatan sengit di berbagai platform media sosial.

Dalam obrolan tersebut, Chef Juna menyinggung pengalamannya menghadapi seorang karyawan yang meminta izin tidak masuk kerja karena harus menjaga anak yang sedang sakit.

Ucapan itu kemudian ditafsirkan sebagian publik sebagai sindiran terhadap pekerja yang dianggap terlalu mengutamakan urusan keluarga dibanding tanggung jawab pekerjaan.

Tak sedikit warganet yang menilai pandangan tersebut kurang memiliki empati terhadap peran seorang ayah dalam mendampingi anak, terutama saat kondisi darurat.

Perdebatan pun semakin panas karena sebagian netizen merasa pernyataan Chef Juna seolah menggambarkan pekerja masa kini sebagai pribadi yang manja.

Di sisi lain, ada pula yang membela Chef Juna dan menilai pernyataannya dipotong sehingga memicu salah paham di tengah masyarakat.

Baca juga: Terlibat Adu Mulut dengan Chef Juna, Sopir Truk Ini Hadiri Mediasi Ingin Ketemu: Saya Mau Minta Maaf

Chef Juna, MasterChef Indonesia.
Chef Juna, MasterChef Indonesia. (Kolase TribunNewsmaker - Instagram Chef Juna)

Ramainya kritik membuat akun media sosial Chef Juna ikut diserbu berbagai komentar dari warganet.

Bahkan, publik menyoroti dugaan bahwa pria bernama asli Junior John Rorimpandey itu mulai membatasi kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @junarorimpandeyofficial.

Situasi tersebut membuat polemik semakin meluas dan terus menjadi bahan perbincangan di dunia maya.

Menanggapi kontroversi yang berkembang, Chef Juna akhirnya memberikan respons singkat terkait pernyataannya yang viral.

"Banyak yang tidak mendengar dengan baik," balas Chef Juna, dikutip Tribunnews, Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan Chef Juna yang Menuai Kontroversi

Perdebatan terkait pernyataan Chef Juna bermula saat dirinya hadir dalam podcast milik Raditya Dika dan membahas tantangan menjalankan bisnis kuliner, khususnya tekanan di dapur profesional.

Dalam perbincangan itu, Juna menilai industri kuliner tak hanya membutuhkan kemampuan memasak, tetapi juga disiplin tinggi serta komitmen terhadap tanggung jawab pekerjaan.

"Manja. SDM kita manja, firm manja," ucap Juna dengan nada tegas, dikutip Tribunnews, Sabtu (23/5/2026). 

Chef Juna dengan Citra Anidya tetap mesra meski terpaut usia yang cukup jauh
Chef Juna dengan Citra Anidya tetap mesra meski terpaut usia yang cukup jauh (Instagram @ncit90)

Baca juga: Momen Chef Juna Murka & Nyaris Baku Hantam dengan Sopir Truk di Tol, Bermula Saling Pepet: Cekcok

Ia kemudian menjelaskan bahwa pandangan tersebut merujuk pada lingkungan professional kitchen, yang menurutnya memiliki standard kerja berbeda dibanding bidang lain.

Berbekal pengalaman bekerja di restoran ternama di Jepang hingga Amerika Serikat, Juna menganggap budaya kerja di Indonesia masih cenderung lebih longgar.

"Memang orang kita agak manja, saya ngomong profesional kitchen ya," lanjutnya.

Juna juga menyoroti kondisi yang menurutnya kerap terjadi di dapur profesional, yakni ketika pekerja mendadak meminta izin karena urusan keluarga, termasuk saat anak sedang sakit.

Menurutnya, absennya satu orang dapat berdampak besar karena setiap posisi di dapur memiliki tanggung jawab spesifik yang saling berkaitan.

"Posisi dalam kitchen itu sudah megang tanggung jawab masing-masing, apalagi udah sekelas Chef de Partie, CDP, itu bisa loh pagi-pagi 'Chef sorry saya tidak bisa berangkat kerja, anak saya panas, sakit,'" ungkapnya.

Juna mengaku masih sulit memahami alasan tersebut, terutama jika kondisi keluarga dinilai masih bisa ditangani pihak lain di rumah.

"Call me heartless, yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah, anakmu sembuh gitu tiba-tiba?" katanya.

Ia berpandangan bahwa saat seseorang memilih bekerja secara profesional, maka tanggung jawab terhadap pekerjaan juga perlu menjadi prioritas.

Selain itu, Juna menilai izin mendadak berpotensi merugikan pekerja itu sendiri karena dapat memengaruhi pendapatan.

"Kenapa? Anak sudah sakit, perlu biaya pengobatan, kamu izin lagi tiba-tiba kan potong gaji. Itu kan bukan bagian dari cuti," jelasnya.

Untuk menggambarkan pentingnya peran setiap individu di dapur profesional, Juna membandingkannya dengan sebuah pertunjukan orkestra yang membutuhkan semua pemain agar berjalan seimbang.

"Chaotic. Karena profesional kitchen boleh disamakan dengan orkestra," ujar Juna.

"Masing-masing alat musik ada yang pegang, tiba-tiba yang megang flute enggak masuk, mau ngapain," lanjutnya.

Meski memiliki pandangan demikian, Juna mengaku tetap berusaha memahami kondisi tersebut karena budaya kerja di Indonesia berbeda dengan negara lain tempat ia pernah bekerja.

"Mau enggak mau, karena itu culture di sini," katanya.

"Jadi, agak berat juga," pungkasnya. 

(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnewsc.om, Rinanda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.