TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Polda Jambi selidiki tragedi tewasnya 3 pekerja saat melakukan perbaikan di dalam palka tongkang KM TS Daya Niaso.
Tongkang ini sedang bersandar di aliran Sungai Batanghari, kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5/2026) pagi.
Penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi melakukan penyelidikan terkait tewasnya 3 pekerja ini.
Namun penyidik tidak membeberkan terkait waktu pemanggilan pemilik kapal.
Sebelumnya, 3 pekerja dilaporkan tumbang saat melakukan perbaikan di dalam palka tongkang KM TS Daya Niaso yang sedang bersandar di aliran Sungai Batanghari, kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5/2026) pagi.
Ketiga pekerja tersebut diduga mengalami keracunan gas berbahaya di dalam ruang tertutup atau confined space kapal.
Korban diketahui bernama Zulkarnain, Popo, dan Rudiansyah.
Baca juga: Diduga Keracunan Gas Palka Tongkang, Tiga Pekerja di Muaro Jambi Tewas
Baca juga: Perhiasan di Jambi Diprediksi Rp8,650 Juta per Mayam, 23/5/2026 Emas Antam Turun Rp2.773.000
Hingga Rabu siang, proses evakuasi masih dilakukan Tim SAR Gabungan di dalam lambung tongkang dengan situasi yang cukup dramatis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 08.55 WIB ketika ketiga pekerja masuk ke dalam palka untuk melakukan pekerjaan perbaikan rutin.
Namun tidak lama kemudian, mereka mendadak lemas dan tidak memberikan respons saat dipanggil.
Situasi di atas tongkang pun langsung panik.
Pemilik Lapor ke Tim SAR
Mengetahui adanya kondisi darurat tersebut, pemilik kapal bernama Sani segera menghubungi pihak berwenang dan melaporkan kejadian ke Kantor SAR Jambi sekitar pukul 09.15 WIB.
Mendapat laporan itu, tim dari Kantor SAR Jambi langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari delapan personel penyelamat.
“Tim langsung diberangkatkan pukul 09.35 WIB menuju lokasi kejadian di kawasan Niaso,” tulis keterangan resmi Kantor SAR Jambi, Rabu (20/5/2026).
Lokasi tongkang berada di titik koordinat 1°34'47.99''S - 103°37'55.90''E atau sekitar 13,5 kilometer dari Kantor SAR Jambi.
Tim harus menempuh perjalanan melalui jalur darat dan sungai dengan estimasi waktu sekitar 45 menit untuk mencapai lokasi.
Operasi penyelamatan berlangsung di tengah kondisi cuaca berawan dengan tingkat risiko tinggi akibat dugaan adanya paparan gas beracun yang mengendap di dalam ruang terbatas kapal.
Untuk mengantisipasi risiko terhadap personel, Tim SAR Gabungan menggunakan perlengkapan khusus Confined Space Rescue (CSR), termasuk alat deteksi gas serta alat bantu pernapasan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA).
Selain itu, tim juga menyiapkan sejumlah peralatan pendukung lain seperti Rescue Car, Rigid Buoyancy Boat (RBB), perlengkapan medis, alat komunikasi, hingga drone thermal untuk memantau suhu dan kondisi di dalam palka tongkang. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Perhiasan di Jambi Diprediksi Rp8,650 Juta per Mayam, 23/5/2026 Emas Antam Turun Rp2.773.000
Baca juga: Kondisi Terkini Pemadaman Listrik Massal di Sumatera Termasuk Jambi