15 Kabupaten/Kota Raih Emas di Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026
Titis Jati Permata May 23, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Hasil Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur Piala BHS Cup 2026 menghasilkan capaian positif.

Menampilkan kekuatan yang merata, capaian ini menjadi modal penting dalam menjaring atlet terbaik menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Setelah resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026), medali emas Kejurprov tersebar di 15 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kondisi ini dinilai menunjukkan pembinaan pencak silat di daerah berkembang cukup merata.

Pemerataan Prestasi

Anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyebut pemerataan prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi pencak silat Jatim.

“Ini juaranya luar biasa merata, 15 kabupaten/kota dapat emas. Ini suatu prestasi yang luar biasa, bagaimana pengembangan pencak silat bisa merata,” kata Cahyo saat dikonfirmasi SURYA.co.id, di Surabaya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan pembinaan atlet tidak lagi terpusat di daerah tertentu, tetapi sudah berkembang di banyak wilayah.

Meski Surabaya sebagai tuan rumah keluar sebagai juara umum, perolehan medalinya tidak terlalu dominan (3 medali emas, 6 medali perak, 7 perunggu).

Bekal Hadapi PON 2027

Cahyo optimistis hasil Kejurprov ini dapat menjadi bekal penting menghadapi babak kualifikasi PON 2027 hingga melahirkan atlet berprestasi di level nasional maupun internasional. 

"Semoga kejuaraan ini terus berlanjut dan bisa mempersiapkan diri menyambut PON 2027 untuk melahirkan pendekar-pendekar berprestasi demi kebanggaan Provinsi Jawa Timur,” ujar politisi Gerindra ini. 

Dalam pidatonya, Cahyo juga mengingatkan para atlet agar tetap menjaga semangat kebersamaan dan sportivitas setelah pertandingan.

“Mari kita lebih semangat lagi. Tunjukkan bahwa pendekar-pendekar Jawa Timur meskipun capek setelah bertanding, meskipun letih setelah berjuang, semangat kebersamaannya tetap utuh,” tutur Wakil Ketua IPSI Jawa Timur tersebut.

Apreasiasi Suasana Kekeluargaan

Ia mengapresiasi suasana kekeluargaan yang ditunjukkan para atlet seusai bertanding.

Menurutnya, baik atlet yang menang maupun kalah tetap saling bersalaman dan berpelukan.

Cahyo menilai nilai-nilai tersebut menjadi karakter penting pencak silat sebagai budaya asli Indonesia.

"Pencak silat ini tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga menjaga nilai budaya, profesionalitas, nasionalisme, tenggang rasa, dan gotong royong,” kata mantan atlet tersebut.

Ia menambahkan, IPSI Jawa Timur memasang target cukup tinggi pada PON 2028 di NTB dan NTT. 

Setelah meraih dua medali emas pada PON sebelumnya, IPSI Jatim kini menargetkan minimal empat medali emas.

Dorong Dukungan pada Olahraga Pencak Silat

Menurut Cahyo, DPRD Jawa Timur bersama Pemprov Jatim akan terus mendorong dukungan terhadap olahraga prestasi, termasuk pencak silat.

“Kami terus mendukung setiap program peningkatan kualitas olahraga prestasi. Meski ada penyesuaian anggaran, kami berharap dukungan terhadap pembinaan atlet tetap diperhatikan,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim ini. 

Wakil Ketua KONI Jawa Timur, RB Zainal Arifin, berharap hasil Kejurprov mampu meningkatkan prestasi pencak silat Jatim di tingkat nasional. 

Ia mengakui capaian pencak silat Jawa Timur dalam beberapa ajang nasional terakhir masih belum memuaskan.

Jaring Atlet Potensial

Karena itu, Kejurprov kali ini diharapkan menjadi momentum menjaring atlet potensial untuk menghadapi babak kualifikasi PON tahun depan.

“Tahun 2027 kita akan melaksanakan babak kualifikasi pra-PON. Itulah saatnya para pendekar menunjukkan prestasi di tingkat nasional sehingga pencak silat Jawa Timur tidak terpuruk lagi, tetapi semakin meningkat,” kata Zainal.

Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan karena atlet berprestasi tidak bisa lahir secara instan.

"Tidak ada atlet yang bisa dilahirkan secara instan. Setiap atlet harus melalui proses kejuaraan seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap IPSI Jawa Timur mampu menjaga konsistensi pembinaan agar pencak silat Jatim kembali menjadi kekuatan utama nasional.

"Mudah-mudahan melalui event ini akan terlahir atlet-atlet Jawa Timur yang mewarnai medali emas di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.